Banyuwangi

 Kapolres AKBP Donny Adityarwarman

BANYUWANGI (KoranTransparansi.com) - Kapolres Banyuwangi, AKBP Donny Adityawarman secara tegas menyatakan kalau Agus,  tersangka Pencurian dan Kekerasan (Curas) sudah dilakukan penahanan di sel Mapolres. “Sementara ini tersangka Agus mengaku melakukan hal tersebut sendirian,” tegas Kapolres Donny di Mapolres Banyuwangi, Rabu (1/8/2018).

Menurut Kapolres, yang dialami Bu Wilujeng, Lurah Penataban tersebut ada perjanjian dengan seseorang yang dikenal bernama Agus Siswanto. Keduanya pergi berdua dengan alasan Agus mengatasnamakan Gus Maki, salah satu ulama yang ada di Banyuswangi  akan meminjam sejumlah uang. Jumlah uang itu disepakati bu Wilujeng dan lurah  dijemput di kantornya. 

“Menurut keduanya menuju ke blokagung membawa uang yang disiapkan oleh bu lurah. Sesampai di daerah Tegalsari, ternyata tidak langsung ke Tegalsari, melainkan mengarah ke Gumitir. Sampai Gumitir dan lain sebagainya, dalam perjalanan bu lurah dianiaya dan dipukul dengan palu maupun ditodong pistol (seperti pistol, tapi mainan),” ujarnya.

Namun, masih diperjalanan, bu Lurah dipaksa untuk melempar uangnya dijok belakang sambil dipukuli dengan tangan kosong. Saat dipinggir sungai di daerah Bangorejo, lurah dikeluarkan dari mobil dalam kondisi badanya diikat, kemudian tubuhnya dibuang ke aliran sungai.

“Alhamdulilah ibu lurah bisa bertahan dalam kondisi badanya terikat dan itu hampir satu jam berhasil diselamatkan warga dan anggota polisi yang ada di Bangorejo. Dari hasil tersebut kita lakukan tindak lanjut untuk terduga tersangka maupun untuk penyelesaian masalah ini. Tadi subuh tidak sampai dua jam kita sudah bisa mengamankan orang yang diduga bernama Agus tersebut dan potonya tersebut kita sampaikan ke bu lurah,” papar Kapolres.

Awalnya, kata Kapolres, Agus tidak mengaku. Tapi berdasarkan keterangan-keterangan orang yang ada dikelurahan pada waktu itu kalau bu lurah keluar dari kantor. Kemudian pembantu rumah tangga yang ada dirumah Agus sendiri memang betul Agus memiliki mobil yundai warna silver dan orang yang ada di kelurahan menyampaikan hal yang sama. Jadi, semuanya jelas.

“Dari hasil keterangan tersebut kita lakukan pengembangan ternyata benar bahwa uang Rp 60 juta masih ada dengan bungkusnya dari Bank mandiri ditemukan dirumah pengasuh anaknya Agus yang ada Desa Kebaman, Kecamatan Srono, tidak ditaruh rumah Agus. Sedangkan tas rangsel yang digunakan bu lurah dibuang di daerah Tegalsari. “Sementara HP masih kita cari dididuga masih disekitar Bangorejo dan mobil disimpan di Bangorejo disalah satu kerabatnya,” bebernya. 

Sementara itu, Lurah Penataban, Wilujeng ketika dikonfirmasi wartawan di Mapolres Bnyuwangi enggan berkomentar. “Maaf, kepala saya lagi pusing, tidak bisa komentar,” ujar Lurah singkat. (ari) 

 

Dubes Saat Poto Bersama Pimpinan DPRD Banyuwangi

BANYUWANGI (KoranTransparansi.com) – Duta Besar Singapura di Indonesia, Anil Kumar Nayar, Senin (30/7) berkunjung ke kota ujung timur Pulau Jawa, Banyuwangi. Kedatangannya ke Banyuwangi dalam rangka penjajagan kemungkinan berpeluangnya para investor Singapura masuk ke Banyuwangi.

Selain bertemu dengan Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, Kumar juga menyempatkan diri bertemu langsung dengan para pimpinan DPRD Banyuwangi. Kumar ditemui di ruang lobi oleh Ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara, SE dan dua Wakil Ketua, Ismoko dan Jhoni Subagyo, SH, MH.

Kumar menyatakan, dari hasil perbincangannya dengan Bupati Anas, diketahui berbagai kondisi yang ada di Banyuwangi. Menurutnya, Banyuwangi memiliki progres yang cukup baik, sehingga cukup berpeluang untuk masuknya investor dari Singapura. “Progresnya cukup bagus, ada peluang investor dari Singapura untuk datang,” ujarnya di hadapan wartawan seusai bertemu pimpinan dewan.

Salah satu yang mendapat sorotan Kumar adalah majunya pengelolaan kepariwisataan di Banyuwangi. Menurutnya, berbagai kemajuan itu tidak terlepas dari kerjasama yang baik antara eksekutif dan legislatif. “Maka dari itu, selain bertemu Bupati, saya juga menyempatkan untuk bertemu pimpinan dewan. Saya ingin mengetahui bagaimana suasana politik di Banyuwangi ini,” tuturnya.

Dari hasil pertemuannya dengan para pimpinan dewan, Kumar dapat mengambil kesimpulan ternyata kondisi politik di Banyuwangi cukup terkendali dan terkontrol. Bahkan pada saat suhu politik mulai naik seperti saat ini menjelang Pilpres, ternyata kondisi politik di Banyuwangi masih tetap aman dan tenang. 

Sementara Ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara, SE menyatakan, kedatangan Duta Besar Singapura tersebut selain bersilaturahmi, juga ingin mengetahui perkembangan Banyuwangi secara detail. “Selain datang ke Bupati, Duta Besar juga datang ke DPRD.

Sebab menurutnya, peran penting di daerah tidak hanya berada di eksekutif, melainkan juga legislatif. Terjadinya hubungan baik antara eksekutif dan legislatif di Banyuwangi ini yang menyebabkan perkembangan Banyuwangi terus meningkat,” katanya. (ari)

 

Poto: Bupati Anas

BANYUWANGI (KoranTransparnsi.com) - Persiapan menyambut ajang Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia (WB) yang digelar Oktober mendatang di Pulau Bali terus dilakukan di Banyuwangi. Dalam ajang yang diikuti 17.000 delegasi sedunia itu, Banyuwangi menjadi daerah penyangga. Rombongan menteri keuangan dari sejumlah negara bakal mendarat di Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, pihaknya menargetkan bisa menggaet 2.000 wisatawan delegasi utusan berbagai negara untuk bisa singgah di Banyuwangi. Paket-paket wisata yang memadukan Bali dan Banyuwangi telah dipersiapkan.

“Sekarang persiapan teknis terus dikerjakan. Kemarin sudah kami laporkan ke Menko Kemaritiman yang juga ketua panitia pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia, Pak Luhut Binsar Panjaitan,” ujar Anas, Jumat (27/7/2018).

Anas mengatakan, dalam rapat di Kemenko Kemaritiman tersebut, dipaparkan berbagai perkembangan sejumlah pembangunan infrastruktur fisik untuk menyambut ajang tersebut, seperti penebalan landasan pacu dan perluasan apron Bandara Banyuwangi, perbaikan infrastruktur, jadwal penerbangan, serta penambahan fasilitas penunjang.

“Seperti hotel, bulan depan akan ada satu lagi hotel berbintang berkonsep resor yang diresmikan di Banyuwangi. Amenitas wisata tambah lengkap,” ujar Anas.

Banyuwangi berterima kasih ke pemerintah pusat yang memberikan dukungan penuh untuk terus memajukan daerah, termasuk lewat ajang IMF-Bank Dunia. Anas menambahkan, ajang IMF-Bank Dunia berkontribusi menggerakkan ekonomi daerah. Ekonomi berputar dari dua sisi, yaitu devisa saat ribuan delegasi berbagai negara datang ke daerah dan beragam pembangunan infrastruktur menyambut perhelatan itu.

“Di tengah berbagai tantangan ekonomi, event seperti Annual Meeting IMF-Bank Dunia yang melibatkan banyak daerah, tidak hanya Bali, adalah langkah strategis menggerakkan ekonomi lokal. Perputaran uang di daerah bertambah, dan saat bersamaan branding wisata Indonesia menguat dengan kehadiran 17.000 delegasi seluruh dunia,” jelas Anas.

Adapun untuk pembangunan infrastruktur, investasi pengembangan Bandara Banyuwangi oleh PT Angkasa Pura II mencapai ratusan miliar. Adapun perbaikan serta pembangunan infrastruktur mencapai Rp50 miliar dari Kementerian PU-PR. “Saat ini jalan menuju Gunung Ijen dalam pengerjaan. Ada perbaikan, ada pelebaran jalan, ada pula yang aspalnya di-hotmix. Oktober nanti beres,” ujarnya. 

Gunung Ijen menjadi destinasi yang akan dikunjungi delegasi ajang IMF-Bank Dunia karena di sana ada fenomena alam api biru yang mendunia. “Juga ada pengembangan jalan ke Taman Nasional Alas Purwo. Di sana ada yang tidak boleh diaspal, jadi dirapikan dengan pasir dan batu agar tetap nyaman dilewati. Itu jadi spot karena ada G-Land yang punya ombak terbaik untuk selancar,” brbernya.(ari)

PSI Saat Ditolak Ketika Mendaftar di KPU Banyuwangi

BANYUWANGI (KoranTransparansi.com) - Tekad Dewan Pimpinan Derah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Banyuwangi untuk melaporkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) tampaknya tidak main-main.

Namun, laporan PSI ke Bawaslu belum lengkap, sehingga Bawaslu memberikan waktu hingga Rabu (25/7/2018) besok untuk melengkapi persyaratanya.

Ketua Bawaslu Banyuwangi, Hasyim Wahid membenarnya pihaknya menerima laporan dari PSI terkait penolakan pencalegan saat daftar di KPU, 17 Juli 2018 malam lalu.

“PSI sudah lapor ke Bawaslu, hanya ada beberapa persyaratan yang kurang lengkap. Makanya, kami memberikan tenggang waktu hingga besok Rabu (25/7/2018) untuk melengkapi persyaratanya,” tandas Hasyim, Selasa (24/7/2018).

Menurut Hasyim, DPD PSI Banyuwangi melaporkan KPU Banyuwangi terkait penolakan pendaftaran bacalegnya pada tanggal 17 Juli 2018 lalu. Kata Hasyim, setelah berkas laporanya sudah lengkap, Bawaslu akan memediasi ke dua belah pihak.

Akan tetapi jika jalan mediasi buntu, persoalan ini akan dibawa ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

“Mereka menggugat keputusan KPU yang kemudian melarang atau tidak boleh bagi PSI untuk melakukan pendaftaran caleg kemarin, karena mereka telat 15 menit setelah pukul:00.00 wib karena aturanya seprerti itu. Kewajiban kita menerima kemudian memprosesnya apapun hasilnya nanti,”ungkapnya.

Sementara itu, Anggota KPU Banyuwangi Suherman mengatakan, pihaknya tidak mempermasalhkan langkah DPD PSI Banyuwangi melaporkan lembaganya ke  Bawaslu Banyuwangi. Sebab,  kata Suherman, apa yang dilakukan KPU sudah sesuai dengan peraturan KPU tentang pemilu.”Silahkan saja, itu hak PSI,” ujarnya.

Seperti  diketahui, berkas pendaftaran bacaleg dari DPD Partai Solidaritas Indonesia Banyuwangi ditolak oleh KPU. Penolakan itu lantaran DPD PSI Banyuwangi terlambat 15 menit pada saat pendaftaran bacaleg tanggal 17 Juli 2018 lalu.

DPD PSI Banyuwangi datang ke KPU  pada pukul. 00.15 wib, sedangkan  batas akhir pendaftaran bacaleg ditutup pada pukul: 00.00 wib. Keterlambatan itu tidak bisa ditolelir, sehingga KPU Banyuwangi langsung menolak pendaftaran bacaleg dari DPD PSI Banyuwangi. (ari)

Salah Satu Kegiatan Dalam Rangka Hari Anak di Banyuwangi

BANYUWANGI (KoranTransparansi.com) – Ada banyak cara dilakukan untuk memperingati Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli. RSUD Blambangan Banyuwangi memperingatinya dengan membagikan kartu Gandrung bagi anak-anak yang menderita penyakit berat. Kartu ini berfungsi sebagai fasilitas khusus dalam berobat.

Senin (23/7) siang, puluhan anak berkumpul dengan gembira di halaman Gedung Bhayangkari, yang letaknya berseberangan dengan gedung RSUD Blambangan. Beragam aktivitas dilakukan. Ada yang senam Laciba (Lare Cilik Banyuwangi), lalu ada yang berjoget, bernyanyi, bahkan berpuisi di atas panggung hiburan yang disediakan.

Puluhan anak yang hadir itu, sebenarnya adalah pasien anak yang sedang menderita penyakit kronis. Ada yang menderita tumor, kanker mata, leukemia, talasemia, hingga hemofilia.

Dikatakan Direktur RSUD Blambangan, dr Taufik Hidayat SpKK, anak-anak yang hadir adalah pasien anak yang rutin berobat ke rumah sakit. Mereka setiap bulan, bahkan ada yang tiap minggu datang ke rumah sakit untuk mengobati penyakitnya. “Selama ini kan mereka datang hanya untuk berobat lalu pulang. Memperingati Hari Anak Nasional ini kami undang mereka untuk lebih mempererat hubungan dan membuat silaturahim. Harapannya, ke depan hubungannya bukan sekedar hubungan antara petugas medis dan pasien, tapi hubungan yang sifatnya kekeluargaan,” kata dr. Taufik.

Sebagai bentuk perhatian kepada mereka, pada acara tersebut RSUD Blambangan memberikan Kartu Gandrung kepada 50 anak tersebut. Kartu gandrung akronim dari gerakan asuhan nyata disabilitas, resiko tinggi, usia lanjut, veteran/ pensiunan dan grafida.

“Dengan kartu ini mereka akan mendapat perlakuan istimewa saat berobat ke RSUD. Misalnya saat datang di RSUD mereka akan langsung diberikan kursi roda, mereka juga tidak perlu antri saat periksa hingga pelayanan obat. Bahkan, termasuk untuk tindakan medis mereka juga bakal diprioritaskan,” ungkapnya.

Saat ini, kata Taufik, pemerintah telah membagikan 3.000 kartu gandrung yang diperuntukkan bagi lansia, difabel hingga grafida (ibu hamil).

“Bagi masyarakat dengan kriteris di atas dan belum memiliki kartu gandrung, bisa mengajukan ke RSUD. Syaratnya, daftar ke RUSD Blambangan sambil membawa persyaratan seperti KTP dan KK. Daftarnya cukup cepat kok, hanya hitungan menit kartu bisa segera diterbitkan,” pungkas Taufik. (ari)

 

Kawah Ijen Yang Nantinya Akan Tempat Obor Asean Games

BANYUWANGI – Gegap gempita kemeriahan Asean Games yang akan berlangsung di Jakarta dan Palembang pada 18 Agustus-2 September mendatang juga bakal dimeriahkan oleh Kabupaten Banyuwangi. Kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini menjadi salah satu daerah lintasan pawai obor (torch relay) Asian Games. Obor itu akan berada di Banyuwangi pada 21-22 Juli mendatang.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, kedatangan pawai obor Asian Games itu akan dijadikan bagian dari promosi pariwisata. Banyuwangi ikut merasa memiliki ajang tersebut, karena bangga Indonesia menjadi tuan rumah ajang terbesar se-Asia.

”Kami berterima kasih ke pemerintah pusat dan Panitia Penyelenggara Asian Games (INASGOC) yang telah memberi kepercayaan untuk menyambut obor Asian Games,” ujar Anas, Selasa (17/7/2018).

Banyuwangi sudah menyiapkan serangkaian atraksi untuk memeriahkan kedatangan obor Asian Games yang mulai Minggu (15/7) lalu telah diberangkatkan dari India. Obor Asian Games tersebut akan dibawa ke puncak Gunung Ijen Banyuwangi, yang terkenal memiliki fenomena alam api biru (blue flame) yang langka di dunia.

”Obor akan dibawa ke kaki Gunung Ijen pada 21 Juli pukul 19.00 WIB, lalu ada prosesi penyerahan obor kepada tim Banyuwangi. Selanjutnya Obor akan dibawa ke puncak Gunung Ijen. Sekaligus ini promosi pesona wisata Kawah Ijen yang memang ikonik dan cukup dikenal di mancanegara. Prosesi ini juga disebarluaskan media-media se-Asia,” ujar Anas.

”Pemerintah pusat memilih Gunung Ijen karena ingin menunjukkan bahwa Indonesia punya destinasi yang menawan dengan fenomena api biru,” ungkap Anas.

Setelah berada di puncak Ijen, obor akan diarak menuju Pendopo Banyuwangi melalui jalan-jalan utama kota. Nantinya api obor akan dibawa oleh atlet dan warga berprestasi Banyuwangi.”Sepanjang jalan yang dilalui pawai obor akan kita tampilkan beragam kesenian Banyuwangi. Kita tunjukkan kepada negara-negara Asia kalau Banyuwangi adalah daerah yang kaya akan seni dan budaya,” ujar Anas.

Sejumlah atraksi seni yang akan memeriahkan pawai obor itu antara lain Tari Gandrung yang baru saja diundang manggung di Amerika Serikat, karnaval etnik Banyuwangi Ethno Carnival, hingga kesenian Barong.

”Pada saat bersamaan, di Banyuwangi juga digelar festival komoditas agrobisnis dan pentas musik Lalare Orchestra. Sehingga akan sangat meriah, karena kita ingin warga Banyuwangi demam Asian Games, mampu menyerap inspirasi dari perhelatan akbar ini. Jarang-jarang kan Indonesia jadi tuan rumah, jadi kita ikut bangga,” bebernya. (ari)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...