Banyuwangi

 M Ali Mahrus Saat Sosialisasi Perda No 7 tahun 2017

BANYUWANGI-Perda No 7 tahun 2017 tentang Wajib Belajar Madrasah Diniyah Takmiliyah memang terus disosialisasikan oleh DPRD Banyuwangi. Bahkan, kegiatan sosialisasi itu digelar diberbagai tempat. Salah satunya di aula pertemuan Kantor Kecamatan Giri beberapa hari lalu. 

Suasana Hearing Penolakan Pembangunan Ijen

 

BANYUWANGI-Pembangungan fisik di kawasan kawah Ijen terus mendapatkan protes dari berbagai elemen masyarakat. Bahkan, beberapa elemen masyarakat melakukan hearing dengan Komisi IV DPRD Banyuwangi. Tidak hanya itu, komisi yang membidangi masalah pendidikan dan pembangunan itu menghimbau agar pembangunan fisik itu dihentikan.

Buoati Banyuwngi Abdullah Azwar Anas selesai mengikuti apel  peringatan hari Korpri Selasa (5/12/2017).

BANYUWANGI (KT) – Berbagai capaian Banyuwangi, khususnya di bidang ekonomi harus terus dijaga. Salah satunya dengan meningkatkan kinerja PNS. Hal itu diungkapkan  Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat upacara peringatan HUT KORPRI ke-46 di Kantor Pemkab Banyuwangi, Selasa (5/12).

Dalam rangka peringatan Maulid Nabi, Warga Banyuwngi menggelar festival ndok ndogan sebagai tradisi masyarakat setempat

BANYUWANGI (KT) – Setiap daerah di Indonesia  tradisi sendiri dalam memeriahkan Maulid Nabi. Juga warga Banyuwangi, menggelar festival Endog-endogan. Ribuan warga mengarak ribuan telur yang ditancapkan dalam pelepah pisang yang merupakan simbol nilai-nilai Islam yang harus dimiliki setiap umat Islam.

 Bupati Anas Saat Menerima Penghargaan dari Gubernur Jatim, Soekarwo

 

‎SURABAYA - Kabupaten Banyuwangi kembali masuk dalam jajaran penyelenggara program inovasi pelayanan publik terbaik. Dua inovasi Banyuwangi masuk jajaran terbaik di Top 25 Inovasi Pelayanan Publik Jatim, yaitu program Smart Kampung dan “Kembali ke ASI”. 

Kapolres Donny, Kasatreskrim Sodik dan Kasubaghumas Bakin

BANYUWANGI (KT) - Kasus pencurian dan kekerasan yang terjadi di Dusun Kaliboyo, Kecamatan Purwoharjo berhasil dilumpuhkan tim Resmob Polres Banyuwangi. Pelaku ditembak saat melawan petugas. Kini, dua pelaku curat, yakni Sugianto dan Marsuto diamankan di Mapolres Banyuwangi. Kejadian tersebu pada 14 Nopember 2017 lalu.

Sedangkan korbanya adalah Sutimah (61), warga Kaliboyo. Akibat ulah jahat kedua pelaku tersebut, Sutimah menderita kerugian, seperti 10 gram kalung emas dan gelang 24 gram, cincin emas dua buah, uang tunai Rp 1,5 juta, HP Nokia dan HP Samsung A3. “Korban dalam kasus curat itu mengalami kerugian sekitar Rp 25 juta,” tandas Kapolres Banyuwangi Baru, AKBP Donny Adityawarman, SH, Sik, MSi kepada sejumlah wartawan usai pisah kenal dengan pejabat lama, AKBP Agus Yulianto di Mapolres, Senin (4/12) kemarin siang.

Saat merilis kasus Curat tersebut, kapolres baru itu didampingi Kasatreskrim AKP Sodik Effendi dan Kasubaghumas Polres, Bakin, SH. Hal itu, kata mantan Kapolres Trenggalek itu, setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut untuk pengembangan kasus ditermukan  handpone yang diambil dari yang bersangkutan / korban itu dikuasai seseorang atas nama HS, seorang laki-laki warga Banyuwangi. “Dari HP, dikembangkan bahwa HP ini dibeli dari sebuah counter hp yang ada di Banyuwangi dan ditemukan kalau HP ini didapatkan dari seseorang yang yang diduga keras pelaku  atas nama Sugianto. Nah,  dari keterangan tersebut maka kita kembangankan , kita melakukan penangkapan terhadap Sugianto berrsama tema nya, yakni Marsuto,” ungkap mantan Kasatnarkoba Polrestabes Surabaya itu.

Sementara itu, TKP kasus tersebut dirumah Sutimah. Bahkan, pelaku sempat mengancam dengan clurit yang mengena dilehernya. Ada beberapa barang bukti yang sudah diamankan, termasuk obeng merah ini yang diamankan dari kediaman tersangka. “Dari hal tersebut tersangka kita jerat pasal 365 KUHP dengan ancaman diatas 5 tahun,” bebernya..

“Barusan sudah saya tanyakan kembali, rekan-rekan sempat merekam bahwa yang bersangkutan  pernah melakukan kasus yang sama di Ketapang dan kena hukuman 7 tahun penjara. Hanya ini yang diakui dan ini  kejadian yang kedua,” jelas Donny. 

Kapolres juga menghimbau agar warga dalam akhir tahun ini kerentanan sangat tinggi. Artinya, bagi warga masyarakat yang tidak perlu memamerkan harta bendanya ya tidak perlu ditampilkan. “Jadi lebih baik disimpan, agar tidak menimbulkann atau memancing terhadap yang bersangkutan,” paparnya. (ari)

 

banner