Banyuwangi

Kapolres Saat Menunjukkan Uang Rp 60 Juta Sebagai BB

BANYUWANGI (KoranTransparansi.com) - Tersangka percobaan pembunuah Lurah Penataban, Kecamatan Giri, Banyuwangi, Wilujeng  Esti Utami, S.sos, M.Si, Agus Siswanto (45) dilumpuhkan dengan timas panas. Karena, Agus mencoba melawan petugas yang akan menangkapnya. “Ya, karena melawan, tersangka dilumpuhkan dengan petugas,” tandas Kapolres Banyuwangi, AKBP Donny Adityawarman, Kamis (2/8/2018) petang di Mapolres.

Menurut Kapolres, pengakuan tersangka dalam melakukan percobaan pembunuhan tersebut dilakukan sendiri. “Mulai menjemput lurah di kantor Lurah Penataban hingga menganiaya dan mengikat serta menceburkan korban ke sungai ditangani sendiri,” papar Donny.

Dalam perbuatanya, tersangka dikenakan pasal 340 Jo 53 KUHP dengan ancaman hukuman mati/hukuman 20 tahun penjara subsider pasal 365 ayat (2) 4 E KUHP ancamanya 12 tahun penjara. “Karena perbuatanya, tersangka dijerat pasal itu. Karena, percobaan pembunuhan yang direncanakan dan atau pencurian yang didahului dengan kekerasan,”ungkap Kapolres.

Ditanya kenalnya dimana antara Lurah (korban) dan tersangka, Kapolres menyatakan kalau Agus dikenalkan dengan seseorang teman dengan korban. “Nah, yang dikatakan teman itu masih terus dilakukan pendalaman pemeriksaan lebih lanjut. Jadi, kami sudah melakukan pemeriksaan beberapa saksi,” bebernya.

Dilakukan rekontruksi, kata Kapolres, untuk menguatkan bukti-bukti yang ada dan ternyata, apa yang dikatakan tersangka sudah sesuai dengan yang dilakukan tersangka dalam melakukan kejahatanya. “Jadi, tadi sudah di rekontruksi, dan hasilnya sesuai yang dilakukan tersangka dalam percobaan pembunuhan itu,” jelas Kapolres.

Seperti diketahui, Wilujeng, Lurah Penataban mengalami percobaan pembunuhan yang dilakukan Agus Siswanto (Agus Welek). Bahkan, Selasa (31/7/2018) dijemput Agus dengan mnengendarai Hyundai. Menurut Agus kepada korban, korban akan dibawa menemui KH Ali Maki Zaini (Gus Maki) Ketua PCNU Banyuwangi. Kata tersangka, Gus Maki  akan meminjam sejumlah uang. Jumlah uang itu disepakati bu Wilujeng Rp 60 juta. 

“Menurut keduanya menuju ke blokagung membawa uang yang disiapkan oleh bu lurah. Sesampai di daerah Tegalsari, ternyata tidak langsung ke Tegalsari, melainkan mengarah ke Gumitir. Sampai Gumitir dan lain sebagainya, dalam perjalanan bu lurah dianiaya dan dipukul dengan palu maupun ditodong pistol (seperti pistol, tapi mainan),” ujarnya.

Namun, masih diperjalanan, bu Lurah dipaksa untuk melempar uangnya dijok belakang sambil dipukuli dengan tangan kosong. Saat dipinggir sungai di daerah Bangorejo, lurah dikeluarkan dari mobil dalam kondisi badanya diikat, kemudian tubuhnya dibuang ke aliran sungai.

“Alhamdulilah ibu lurah bisa bertahan dalam kondisi badanya terikat dan itu hampir satu jam berhasil diselamatkan warga dan anggota polisi yang ada di Bangorejo. Dari hasil tersebut kita lakukan tindak lanjut untuk terduga tersangka maupun untuk penyelesaian masalah ini. Tadi subuh tidak sampai dua jam kita sudah bisa mengamankan orang yang diduga bernama Agus tersebut dan potonya tersebut kita sampaikan ke bu lurah,” papar Kapolres.

Awalnya, kata Kapolres, Agus tidak mengaku. Tapi berdasarkan keterangan-keterangan orang yang ada dikelurahan pada waktu itu kalau bu lurah keluar dari kantor. Kemudian pembantu rumah tangga yang ada dirumah Agus sendiri memang betul Agus memiliki mobil yundai warna silver dan orang yang ada di kelurahan menyampaikan hal yang sama. Jadi, semuanya jelas.

“Dari hasil keterangan tersebut kita lakukan pengembangan ternyata benar bahwa uang Rp 60 juta masih ada dengan bungkusnya dari Bank mandiri ditemukan dirumah pengasuh anaknya Agus yang ada Desa Kebaman, Kecamatan Srono, tidak ditaruh rumah Agus. Sedangkan tas rangsel yang digunakan bu lurah dibuang di daerah Tegalsari. “Sementara HP masih kita cari dididuga masih disekitar Bangorejo dan mobil disimpan di Bangorejo disalah satu kerabatnya,” bebernya. 

Polres juga menyita beberapa kantong plastik warna hitam (untuk mengikat menjadi tali), sebuah pakaian korban,  uang senilai Rp 60 juta, tas warna hitam dan HP Merk Samsung warna putih.

Sementara itu, tersangka Agus Siswanto kepada wartawan mengaku menyesal atas perbuatanya. Dia juga mengaku kenal dengan Lurah, karena temanya bernama Sujiono. “Yang jelas saya menyesal atas perbuatan itu, Dan, saya kenal lurah dikenalkan Sujiono,” ujar Agus yang mengaku dari LSM Lembaga Peduli Rakyat Indonesia (LPRI). (ari)

 

Gus Maki

BANYUWANGI (KoranTransparansi.com) - Ketua PCNU Banyuwangi, KH Ali Maki (Gus Maki) membantah keras atas pencatutanya namanya yang dikait-kaitkan dengan dugaan percobaan pembunuhan yang dilakukan Agus Siswanto (40) terhadap Lurah Penataban, Kecamatan Giri, Wilujeng, Selasa (31 Juli 2018). 

Dengan merebaknya kabar percobaan pembunuhan terhadap Lurah Penataban,  Sri Wilujeng melalui grup WA, yang mencatut nama Gus Makki. Saya, H.Muhamad Ali Makki tidak pernah kenal dengan nama Agus Siswanto, Sri wilujeng dan Jion atau Sujiono dan nama nama yang disebutkan dalam perkara tersebut. 

“Apalagi dalam kronologis peristiwa disebutkan jika alamat saya berada di Blokagung, Kecamatan Tegalsari, sementara alamat rumah saya di Dusun Rayud, Desa Parijatah Kulon,  Kecamatan Srono. Bisa jadi nama Gus Makki yang disebutkan dalam perkara tersebut bukan Saya, melainkan ada  Gus Makki lain,” ujarnya, Rabu (1/8/2018)..

Apalagi, hari Selasa (31/7) dirinya menghadiri undangan acara pengajian Halal Bihalal bersama dengan guru-guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) se Kecamatan Bangorejo. Sehingga dengan beredarnya kabar yang mencatut nama Gus Makki tersebut. “Saya tegaskan, jika yang dicatut bukan nama H. M. Ali Makki (Ketua PCNU Banyuwangi). Saya bilang, siapapun orang yang mengatasnamakan saya minta proyek dan minta-minta yang lainya, itu tidak benar,” papar Gus Maki di Kantor PCNU Banyuwangi. 

Kepada aparat kepolisian dan pihak berwajib silakan tetap melaksanakan tugas sebagaimana mestinya sesuai aturan perundang - undangan yang berlaku. Yang lebih khusus, kepada seluruh warga jam'iyah Nahdlatul Ulama (NU)  untuk tetap tenang dan jangan sampai terprovokasi hingga melakukan hal-hal yang tidak patut. “Pasrahkan tugas dan wewenang sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.Yang jelas, itu fitnah,” tegas Gus Maki. (ari)

 

Korban Usai Diperiksa Dimapolres

 

BANYUWANGI (KoranTransparnsi.com) - Kasus dugaan  percobaan pembunuhan  lagi viral. Korbanya adalah Lurah Penataban, Kecamatan Giri, Banyuwangi, Wilujeng. Lurah ini menjadi korban dugaan percobaan pembunuhan. Tubuh wanita ini ditemukan warga dalam kondisi kedua tangan terikat dan terendam dalam sungai.

Namun, nyawa pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Banyuwangi ini selamat setelah teriakan minta tolongnya didengar masyarakat yang tinggal di sekitar Sungai Sere Dusun Sendangrejo, Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo, sekitar pukul 21.30 WIB, Selasa (31/7/2018). Wilujeng kemudian dientaskan dari sungai dan dilarikan ke Puskesmas Bangorejo.

Hal itu dibenarkan Kapolsek Bangorejo AKP Watiyo. Menurut Watiyo, ditubuh korban ada luka di bagian kepala korban. Luka itu akibat sejumlah pukulan yang diduga melibatkan pria berinisial AS (40), asal Desa Sumber Beras, Kecamatan Muncar dan DN (40), tinggal di Kota Banyuwangi. Lokasi penganiayaan versi korban terjadi di dekat sebuah pondok pesantren di Dusun Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari.

“Posisi kedua tangan terikat kantong plastik. Pemukulan berlangsung di dalam mobil. Dikira Bu Lurah sudah meninggal lalu tubuhnya dibuang ke sungai. Ternyata beliau masih hidup dan sempat berteriak minta tolong dan didengar warga. Untuk peran keduanya sedang didalami,” ujarnya, Rabu (1/8/2018).

Peristiwa ini berawal di Kantor Kelurahan Penataban. Wilujeng mengaku dihubungi oleh pelaku dengan dalih hendak dipertemukan dengan Gus Maki (KH Ali Makki Zaini), ketua PCNU Banyuwangi di Dusun Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari. Malam itu korban dijemput menggunakan mobil Merek Hyundai. “Korban mengiyakan ajakkan itu karena merasa kenal dengan pelaku. Malah sebelumnya Bu Wilujeng sempat meminjamkan uang Rp 40 juta kepada SN,” ungkap AKP Watiyo. (ari)

Jarak antara Banyuwangi - Tegalsari sekitar 55 kilometer. Ternyata laju kendaraan yang ditumpangi korban tidak langsung meluncur menuju Blokagung. Mobil keluaran Korea itu justru berputar-putar kearah Kalibaru, Genteng dan Muncar. Kendaraan baru mengarah menuju Blokagung setelah malam kian larut.

“Mendekati ponpes yang ada di Blokagung korban dipukuli sampai terluka. Di malam nahas itu Lurah Penataban tersebut membawa 2 unit HP plus uang Rp 60 juta. Lha barang berharga milik korban ini raib dibawa pelaku,” imbuh mantan Kasat Narkoba Polres Banyuwangi.

Usai membuang tubuh korban di sungai pelaku langsung meninggalkan lokasi. Kemana arahnya Wilujeng tidak tahu secara pasti. Tapi aparat Polsek Bangorejo sedang melakukan upaya pengungkapan dengan meminta bantuan Resmob Polres Banyuwangi. 

“Korban dalam kondisi sadar dan menceritakan kasusnya kepada petugas. Tas kresek yang digunakan untuk mengikat tangan korban kita jadikan alat bukti,” jelasnya. 

 Kapolres AKBP Donny Adityarwarman

BANYUWANGI (KoranTransparansi.com) - Kapolres Banyuwangi, AKBP Donny Adityawarman secara tegas menyatakan kalau Agus,  tersangka Pencurian dan Kekerasan (Curas) sudah dilakukan penahanan di sel Mapolres. “Sementara ini tersangka Agus mengaku melakukan hal tersebut sendirian,” tegas Kapolres Donny di Mapolres Banyuwangi, Rabu (1/8/2018).

Menurut Kapolres, yang dialami Bu Wilujeng, Lurah Penataban tersebut ada perjanjian dengan seseorang yang dikenal bernama Agus Siswanto. Keduanya pergi berdua dengan alasan Agus mengatasnamakan Gus Maki, salah satu ulama yang ada di Banyuswangi  akan meminjam sejumlah uang. Jumlah uang itu disepakati bu Wilujeng dan lurah  dijemput di kantornya. 

“Menurut keduanya menuju ke blokagung membawa uang yang disiapkan oleh bu lurah. Sesampai di daerah Tegalsari, ternyata tidak langsung ke Tegalsari, melainkan mengarah ke Gumitir. Sampai Gumitir dan lain sebagainya, dalam perjalanan bu lurah dianiaya dan dipukul dengan palu maupun ditodong pistol (seperti pistol, tapi mainan),” ujarnya.

Namun, masih diperjalanan, bu Lurah dipaksa untuk melempar uangnya dijok belakang sambil dipukuli dengan tangan kosong. Saat dipinggir sungai di daerah Bangorejo, lurah dikeluarkan dari mobil dalam kondisi badanya diikat, kemudian tubuhnya dibuang ke aliran sungai.

“Alhamdulilah ibu lurah bisa bertahan dalam kondisi badanya terikat dan itu hampir satu jam berhasil diselamatkan warga dan anggota polisi yang ada di Bangorejo. Dari hasil tersebut kita lakukan tindak lanjut untuk terduga tersangka maupun untuk penyelesaian masalah ini. Tadi subuh tidak sampai dua jam kita sudah bisa mengamankan orang yang diduga bernama Agus tersebut dan potonya tersebut kita sampaikan ke bu lurah,” papar Kapolres.

Awalnya, kata Kapolres, Agus tidak mengaku. Tapi berdasarkan keterangan-keterangan orang yang ada dikelurahan pada waktu itu kalau bu lurah keluar dari kantor. Kemudian pembantu rumah tangga yang ada dirumah Agus sendiri memang betul Agus memiliki mobil yundai warna silver dan orang yang ada di kelurahan menyampaikan hal yang sama. Jadi, semuanya jelas.

“Dari hasil keterangan tersebut kita lakukan pengembangan ternyata benar bahwa uang Rp 60 juta masih ada dengan bungkusnya dari Bank mandiri ditemukan dirumah pengasuh anaknya Agus yang ada Desa Kebaman, Kecamatan Srono, tidak ditaruh rumah Agus. Sedangkan tas rangsel yang digunakan bu lurah dibuang di daerah Tegalsari. “Sementara HP masih kita cari dididuga masih disekitar Bangorejo dan mobil disimpan di Bangorejo disalah satu kerabatnya,” bebernya. 

Sementara itu, Lurah Penataban, Wilujeng ketika dikonfirmasi wartawan di Mapolres Bnyuwangi enggan berkomentar. “Maaf, kepala saya lagi pusing, tidak bisa komentar,” ujar Lurah singkat. (ari) 

 

Dubes Saat Poto Bersama Pimpinan DPRD Banyuwangi

BANYUWANGI (KoranTransparansi.com) – Duta Besar Singapura di Indonesia, Anil Kumar Nayar, Senin (30/7) berkunjung ke kota ujung timur Pulau Jawa, Banyuwangi. Kedatangannya ke Banyuwangi dalam rangka penjajagan kemungkinan berpeluangnya para investor Singapura masuk ke Banyuwangi.

Selain bertemu dengan Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, Kumar juga menyempatkan diri bertemu langsung dengan para pimpinan DPRD Banyuwangi. Kumar ditemui di ruang lobi oleh Ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara, SE dan dua Wakil Ketua, Ismoko dan Jhoni Subagyo, SH, MH.

Kumar menyatakan, dari hasil perbincangannya dengan Bupati Anas, diketahui berbagai kondisi yang ada di Banyuwangi. Menurutnya, Banyuwangi memiliki progres yang cukup baik, sehingga cukup berpeluang untuk masuknya investor dari Singapura. “Progresnya cukup bagus, ada peluang investor dari Singapura untuk datang,” ujarnya di hadapan wartawan seusai bertemu pimpinan dewan.

Salah satu yang mendapat sorotan Kumar adalah majunya pengelolaan kepariwisataan di Banyuwangi. Menurutnya, berbagai kemajuan itu tidak terlepas dari kerjasama yang baik antara eksekutif dan legislatif. “Maka dari itu, selain bertemu Bupati, saya juga menyempatkan untuk bertemu pimpinan dewan. Saya ingin mengetahui bagaimana suasana politik di Banyuwangi ini,” tuturnya.

Dari hasil pertemuannya dengan para pimpinan dewan, Kumar dapat mengambil kesimpulan ternyata kondisi politik di Banyuwangi cukup terkendali dan terkontrol. Bahkan pada saat suhu politik mulai naik seperti saat ini menjelang Pilpres, ternyata kondisi politik di Banyuwangi masih tetap aman dan tenang. 

Sementara Ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara, SE menyatakan, kedatangan Duta Besar Singapura tersebut selain bersilaturahmi, juga ingin mengetahui perkembangan Banyuwangi secara detail. “Selain datang ke Bupati, Duta Besar juga datang ke DPRD.

Sebab menurutnya, peran penting di daerah tidak hanya berada di eksekutif, melainkan juga legislatif. Terjadinya hubungan baik antara eksekutif dan legislatif di Banyuwangi ini yang menyebabkan perkembangan Banyuwangi terus meningkat,” katanya. (ari)

 

Poto: Bupati Anas

BANYUWANGI (KoranTransparnsi.com) - Persiapan menyambut ajang Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia (WB) yang digelar Oktober mendatang di Pulau Bali terus dilakukan di Banyuwangi. Dalam ajang yang diikuti 17.000 delegasi sedunia itu, Banyuwangi menjadi daerah penyangga. Rombongan menteri keuangan dari sejumlah negara bakal mendarat di Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, pihaknya menargetkan bisa menggaet 2.000 wisatawan delegasi utusan berbagai negara untuk bisa singgah di Banyuwangi. Paket-paket wisata yang memadukan Bali dan Banyuwangi telah dipersiapkan.

“Sekarang persiapan teknis terus dikerjakan. Kemarin sudah kami laporkan ke Menko Kemaritiman yang juga ketua panitia pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia, Pak Luhut Binsar Panjaitan,” ujar Anas, Jumat (27/7/2018).

Anas mengatakan, dalam rapat di Kemenko Kemaritiman tersebut, dipaparkan berbagai perkembangan sejumlah pembangunan infrastruktur fisik untuk menyambut ajang tersebut, seperti penebalan landasan pacu dan perluasan apron Bandara Banyuwangi, perbaikan infrastruktur, jadwal penerbangan, serta penambahan fasilitas penunjang.

“Seperti hotel, bulan depan akan ada satu lagi hotel berbintang berkonsep resor yang diresmikan di Banyuwangi. Amenitas wisata tambah lengkap,” ujar Anas.

Banyuwangi berterima kasih ke pemerintah pusat yang memberikan dukungan penuh untuk terus memajukan daerah, termasuk lewat ajang IMF-Bank Dunia. Anas menambahkan, ajang IMF-Bank Dunia berkontribusi menggerakkan ekonomi daerah. Ekonomi berputar dari dua sisi, yaitu devisa saat ribuan delegasi berbagai negara datang ke daerah dan beragam pembangunan infrastruktur menyambut perhelatan itu.

“Di tengah berbagai tantangan ekonomi, event seperti Annual Meeting IMF-Bank Dunia yang melibatkan banyak daerah, tidak hanya Bali, adalah langkah strategis menggerakkan ekonomi lokal. Perputaran uang di daerah bertambah, dan saat bersamaan branding wisata Indonesia menguat dengan kehadiran 17.000 delegasi seluruh dunia,” jelas Anas.

Adapun untuk pembangunan infrastruktur, investasi pengembangan Bandara Banyuwangi oleh PT Angkasa Pura II mencapai ratusan miliar. Adapun perbaikan serta pembangunan infrastruktur mencapai Rp50 miliar dari Kementerian PU-PR. “Saat ini jalan menuju Gunung Ijen dalam pengerjaan. Ada perbaikan, ada pelebaran jalan, ada pula yang aspalnya di-hotmix. Oktober nanti beres,” ujarnya. 

Gunung Ijen menjadi destinasi yang akan dikunjungi delegasi ajang IMF-Bank Dunia karena di sana ada fenomena alam api biru yang mendunia. “Juga ada pengembangan jalan ke Taman Nasional Alas Purwo. Di sana ada yang tidak boleh diaspal, jadi dirapikan dengan pasir dan batu agar tetap nyaman dilewati. Itu jadi spot karena ada G-Land yang punya ombak terbaik untuk selancar,” brbernya.(ari)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...