Banyuwangi

Bacaleg harus sehat jasmani, rohani atau kesehatan jiwanya dan bebas dari narkotika sesuai PKPU NO 20 tahun 2018 tentang Pencalonan Anggota DPR dan DPRD Kabupaten/kota

BANYUWANGI (KoranTransparansi.com) - Setiap bakal calon legislatif (bacaleg)  diwajibkan untuk memeriksakan kesehatanya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Blambangan, Banyuwangi.

 Para pejabat saat melaporkan LHKPN di BKD

BANYUWANGI (KoranTransparansi.com) - Ratusan pejabat eselon dua dan tiga Pegawai Negeri Sipil (PNS), melaporkan harta kekayaan mereka pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (4/7).

Mulai dari kepala bidang (kabid), kepala bagian (kabag), camat, dan kepala Satuan Kepala Perangkat Daerah (SKPD) melaporkan kekayaan mereka. 

Bertempat di kantor  Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) terdapat 204 pejabat, dengan rincian 23 kepala SKPD, 25 camat, 9 kabag, dan 147 pejabat eselon 3 non kepala SKPD. Mereka melaporkan harta kekayaan melalui e-LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara). 

"Saat ini berdasarkan undang-undang, semua pejabat eselon tiga dan dua, wajib melaporkan harta kekayaan pada KPK. Baik itu harta benda bergerak maupun tidak bergerak," kata Sih Wahyudi, Kepala BKD Banyuwangi. 

Mekanisme pelaporan harta kekayaan pada KPK saat ini melalui sistem online e-LHKPN. Selain harta kekayaan juga wajib dilaporkan, gaji, honor, dan tambahan penghasilan pegawai (TPP). "Semua laporan harus rinci dilampirkan bukti-bukti administrasi. Misalnya rumah atau tanah harus dilampirkan sertifikat. Demikian juga laporan lainnya," papar Sih Wahyudi. 

Sih Wahyudi mengatakan, untuk tahun ini mekanisme pelaporan berbeda dari tahun sebelumnya. Apabila tahun sebelumnya menggunakan cara manual, kini melalui e-LHKPN. "Semuanya terhubung langsung ke KPK. Tiap pelapor akan diberikan username dan passoword dari KPK. Setelah itu muncul form-form yang harus diisi," jelas Sih Wahyudi. 

Nilai harta kekayaan ini bersifat rahasia. Hanya pelapor dan KPK saja yang tahu. Meski rahasia, para pejabat wajib mengisi sesuai dengan kenyataan. "Harus diisi seuai dengan kekayaan yang dimiliki. Kalau tidak sesuai resiko tanggung penumpang, karena hanya KPK dan pelapor yang tahu. Saya saja tidak tahu berapa nilai kekayaan masing-masing pejabat," ungkap Sih. 

Pelaporan LHKPN dilakukan pada tiga kali. Pertama saat pertama kali menjabat jabatan baru. Kedua, laporan tahunan yang dilaporkan setiap tahun meliputi penambahan dan pengurangan kekayaan, atau tetap. Ketiga, laporan menjelang pensiun. 

Sih Wahyudi menjelaskan, untuk eselon empat, juga wajib melaporkan harta kekayaan. Bedanya, eselon empat mengisi Laporan Harta Kekayaan Aparatur Sipil Negara (LHKASN). "Tapi bedanya, LHKASN ini hanya diberikan pada bupati," tandasnya. (ari)

Bupati Anas Didampingi Sulihtiyono Saat Meninjau di Sekolah

BANYUWANGI (KoranTransparansi.com) – Upaya untuk pemerataan kualitas pendidikan terus dilakukan oleh Pemkab Banyuwangi. Salah satunya dengan menerapkan sistem zonasi online menggunakan koordinat rumah berbasis geospasial pada penerimaan peserta didik baru (PPDB). Cara ini dilakukan oleh Banyuwangi untuk mempertajam sistem zonasi sebagaimana Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI nomor 14/2018 tentang PPDB.

 Poto-poto Penari Gandrung dan Kawah Ijen Hiasi Bus-bus Piala Dunia

BANYUWANGI (KoranTransparansi.com)– Meski tak ikut bermain sepak bola, para penari gandrung dan Kawah Ijen Banyuwangi ikut ”tampil” di ajang Piala Dunia yang digelar di Rusia. Foto-foto tarian khas dan destinasi alam andalan Banyuwangi itu menghiasi bus-bus di kota Moscow dan St. Petersburg selama perhelatan Piala Dunia 2018 ini.

Foto-foto itu menunjukkan dinding bus yang dihiasi penari Gandrung yang sedang menari berlatarkan pantai berpasir putih. Tak hanya itu, eksotisme Kawah Ijen yang memiliki fenomena api biru (blue flame) juga ditampilkan di bus-bus yang hilir mudik di kota-kota penyelenggaran Piala Dunia.

”Ini merupakan upaya promosi Banyuwangi. Dan saya kira ini efektif karena mata dunia sedang tertuju ke Rusia. Para suporter dari 32 negara peserta Piala Dunia dan pencinta bola dari seluruh dunia berdatangan ke sana. Jadi dalam sekali promosi bisa menyasar banyak negara sekaligus,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Senin (2/7/2018).

Anas berterima kasih kepada pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Pariwisata,  yang telah mendorong promosi wisata tersebut. ”Jadi ini bukan dari APBD, tapi dari Kementerian Pariwisata sebagai apresiasi antara lain karena Banyuwangi menyabet gelar juara dunia kebijakan pariwisata dari Badan Pariwisata PBB pada 2016 lalu,” jelas Anas.

”Sekaligus ini menjadi penyemangat bagi Banyuwangi untuk terus berbenah,” ungkap Anas.

Promosi menggunakan media iklan di bus-bus di Rusia tersebut bakal berlangsung hingga awal Agustus. Anas berharap, strategi ini bisa mendorong kunjungan wisatawan mancanegara ke Banyuwangi.

”Selama ini, mayoritas turis dari Eropa yang ke Banyuwangi adalah warga negara Perancis. Wajar karena memang Gunung Ijen sempat jadi beberapa konten film di sana. Nah dengan promosi ini, semoga turis-turis dari negara lain banyak datang untuk mengejar target kami mendatangkan 175.000 wisman pada 2019,” beber Anas. (ari)

 

Ketua Bawaslu, Hasyim Wahid

 

BANYUWANGI (KoranTransparansi.com) - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Banyuwangi mencatat ada 900 lebih temuan pelanggaran  pada masa penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah serentak 2018 di daerahnya.

Ketua Bawaslu Banyuwangi  Hasyim Wahid mengatakan, dari jumlah tersebut sebagian besar adalah temuan pelanggaran alat peraga kampanye (APK), mulai dari pemasangan APK  ilegal,  pemasangan APK yang tidak sesuai zonasi, hingga disain APK yang tidak sesuai  ketentuan KPU. 

Selain pelanggaran alat peraga kampanye, Bawaslu juga menemukan pelanggaran lainya, di antaranya kata Hasyim, dugaan  keterlibatan puluhan kepala desa dalam kampanye salah satu pasangan calon Gubernur dan wakil Gubernur Jawa Timur.  Namun kasus tersebut  dinyatakan tidak bisa dilanjutkan ke tahap penyelidikan karena barang bukti lemah. Sehingga Sentra Gakumdu Banyuwangi menyatakan kasus tersebut dihentikan.

“Didalamnya dari angka 962 tersebut ada laporan yang kemudian kita tindak lanjuti temuan seperti yang dugaan 62 Kades kemarin di Genteng. Kemudian kemarin saat pungut hitung itu juga ada satu laporan dari Kecamatan Muncar tapi kemudian dicabut laporanya sebelum kita register dan beberapa laporan lain, totalnya itu dan semuanya sudah kita  tindak lanjuti sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang ada,” ujar Hasyim Wahid, Senin (2/7/2018) di Banyuwangi

Menurut Hasyim, dari ratusan temuan pelanggaran selama tahapan Pemilihan Kepala Daerah serentak 2018 ini, semuanya dapat terselesaikan dengan baik. Sehingga pelaksanaan  Pilkada serentak di Banyuwangi berjalan cukup lancar.

Dikatakan mantan wartawan itu, ratusan temuan pelanggaran ini akan menjadi bahan evaluasi  Bawaslu  Banyuwangi  kedepanya. Karena  mulai per bulan September 2018 mendatang, tahapan  kampanye pemilihan legeslatif dan pemilihan presiden dimulai.

Untuk meminimalisir terjadinya pelanggaran, Bawaslu  akan berkerja keras melakukan pengawasan di setiap tahapan pemilihan legeslatif maupun pemilihan presiden. Selain itu sosialisasi baik kepada masyarakat maupun  kepada calon legslatif terus dilakukan. (ari)

Bupati Anas Diapit Menpar Arif, Gubernur DKI dan Bambang

 

JAKARTA (KoranTransparansi.com) - Halal bi halal Lebaran 1439 H yang dihelat oleh Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) Jakarta di anjungan Jawa Timur Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (1/7), dihadiri banyak tokoh publik.

Selain Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, juga dihadiri oleh Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan. Beberapa purnawirawan TNI dan Polri yang kampung kelahirannya di Banyuwangi turut hadir pula.

Kehadiran para tokoh tersebut semakin menambah kemeriahan acara. Lebih-lebih ketika Menpar Arief Yahya menyampaikan beberapa prestasi Banyuwangi di bidang kepariwisataan. Sebagai daerah penyelenggara festival terbaik di Indonesia, ada beberapa event yang tercatat sebagai Top 100 dan Top 10 Nasional. 

"International Tour de ijen-Banyuwangi dan Festival Gandrung Sewu menjadi Top 100 Nasional. Bonusnya Rp1 miliar. Lalu, ada Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) sebagai Top 10 Nasional. Bonusnya Rp1,5 miliar dari Kementerian Pariwisata,” ujar Arief Yahya disambut riuh tepuk tangan. 

Sementara itu, Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan mengharapkan hubungan masyarakat Jakarta dan Banyuwangi semakin erat dan berkontribusi untuk pembangunan ibu kota. "Jangan sampai menjadi warga yang menutup diri. Tapi, ikut bersosial dengan masyarakat yang lain. Ini akan menjadi modal sosial yang baik. Akan muncul kepercayaan dan gotong royong. Inilah bekal utama untuk memajukan bangsa ini," tegasnya. 

Anies juga berpesan kepada warga Banyuwangi yang telah lama menetap di Jakarta untuk tidak melupakan kampung halamannya. "Jika ada ide dan gagasan untuk memajukan daerah, jangan ragu untuk menyampaikan dan mewujudkan di daerahnya," pesannya. 

Bupati Anas sendiri mengapresiasi kegiatan silaturahim oleh Ikawangi Jakarta. Hal tersebut menjadi media baginya untuk menyampaikan perkembangan Banyuwangi kepada warganya yang berada di luar daerah. Dengan adanya komunikasi tersebut, bisa menjembatani para perantau untuk berkontribusi lebih pada kemajuan tanah kelahirannya. 

"Setiap tahun saya selalu mengusahakan hadir di sini. Karena, kami menyadari pentingnya acara ini. Sebagai sarana komunikasi sekaligus untuk mengajak bapak ibu sekalian turut serta membangun Banyuwangi," papar Anas sembari memaparkan berbagai kemajuan yang diraih oleh Banyuwangi. 

Anas juga mengabarkan tentang penanganan banjir di Singojuruh. Ia mengharapkan warga Banyuwangi yang ingin membantu untuk merupakan bahan bangunan saja.

"Penanganan bencana telah ter-cover sepenuhnya oleh Pemda Banyuwangi dan relawan-relawan. Jika Ikawangi ingin membantu jangan berupa uang tunai. Tapi, titipkan kepada toko bangunan guna menyuplai kebutuhan masyarakat yang akan memperbaiki rumahnya," ujarnya. 

“Kalau makanan sudah berlimpah dan Insya Allah cukup, masih perlu bahan bangunan,” imbuh Anas. Sebagai ajang silaturahim dan temu kangen, acara halal bi halal ini pun dikemas dengan nuansa Banyuwangi yang begitu kental.

Mulai dari hiburan hingga kulinernya semua khas bumi Blambangan. Salah satu bintang tamu yang didatangkan adalah Jazz Patrol Kawitan. Grup musik asal Kelurahan Temenggungan itu membawakan lagu-lagu kendang kempul versi lawas dengan aransemen yang baru. 

Beberapa jenis tarian pun ikut dipanggungkan. Dengan tema kembang setaman, rangkaiannya pun semakin menarik. Mulai tarian teter gandrung, kembang layar, kuntulan dan lainnya. Selain itu, kuliner yang disajikan pun merupakan menu Banyuwangi.

Mulai dari sego cawuk, pitik kesrut, lontong jangan, kopi lego dan lain sebagainya. Batik dan kaos dengan aksentuasi Banyuwangi juga tampak menghiasi stand bazzar yang dibuka oleh panitia. "Ini untuk memberikan obat rindu akan kampung halaman," ujar Ketua Ikawangi Jakarta Bambang Sugiono. (ari)

 

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...