Banyuwangi

Suasana Syuting Film di  Pantai

BANYUWANGI (KoranTransparansi.com) - Produser Mira Lesmana dan sutradara Riri Riza merampungkan syuting film “Kulari ke Pantai” di Banyuwangi. Daerah ini menjadi destinasi akhir setelah para karakter dalam film, yaitu Maisha Kanna (sebagai Sam) dan Lil'li Latisha (Happy) bersama Marsha Timothy (Uci) melakukan perjalanan darat sepanjang 1025 km.

“Banyuwangi menjadi pilihan destinasi karena tokoh Sam ingin menemui surfer idolanya di Pantai G-Land (Pantai Grajagan). G-Land adalah salah satu pantai dengan ombak tertinggi di dunia, sehingga menjadi incaran para peselancar ternama,” ujar Mira.

Di Banyuwangi, syuting film produksi Miles Films tersebut dilakukan di Desa Watukebo, Hotel Blambangan, Pasar Blambangan, RSUD Blambangan, Taman Sri Tanjung, dan Taman Nasional Alas Purwo di mana Pantai Grajagan berada di dalamnya. “Sebelum menjatuhkan pilihan ke Banyuwangi, saya dan Riri dua kali datang riset lokasi di Banyuwangi. Lokasinya bagus-bagus, saya sampai bingung,” ujar Mira.

Menurut Mira, pemain dan kru film menikmati syuting di Banyuwangi. Mira berharap ada kesempatan lagi membuat film di Banyuwangi karena masih banyak pilihan tempat serta keunikan budaya yang menarik untuk digali. “Semua merasa nyaman bekerja di daerah yang bersih, bersahabat, dan ditambah lagi makanan khas lezat, juga kopi yang enak sekali,” kata Mira tentang Banyuwangi.

Riri Riza mengatakan, Banyuwangi adalah kabupaten modern yang tetap bangga terhadap tradisi yang telah hadir dari generasi ke generasi. Masyarakat Banyuwangi juga terbuka dan hangat. “Ide film Kulari ke Pantai ini ditulis dengan bayangan shooting di Banyuwangi di kepala kami.

Saya senang berkenalan dengan ‘passion’ membangun daerah yang tidak tanggung-tanggung, yang ingin kami gambarkan juga dalam film,” ujarnya. “Semoga daerah lain bisa melihat dan mengambil inspirasi Banyuwangi dari film ini,” ungkap Riri.

Film “Kulari ke Pantai” adalah film anak dengan pesan edukasi luar biasa. Film ini melanjutkan tradisi duet Mira dan Riri yang dikenal sukses melahirkan film anak legendaris, yaitu “Petualangan Sherina” dan “Laskar Pelangi”.

Dalam film “Kulari ke Pantai”,  penonton dibawa menjelajah Pulau Jawa sepanjang 1025 kilometer melalui perjalanan darat yang penuh kejutan dari Jakarta ke Banyuwangi. Publik juga dibawa ke Pulau Rote, NTT.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas berterima kasih daerahnya dipilih untuk syuting film tersebut. Dia bangga, apalagi film itu ditangani duet Mira dan Riri yang dikenal melahirkan berbagai film tersukses dalam sejarah perfilman nasional, seperti Laskar Pelangi, Petualangan Sherina, Ada Apa dengan Cinta, dan Sang Pemimpi.

“Kami berharap Banyuwangi semakin dikenal sebagai destinasi syuting alternatif, baik untuk film, iklan televisi, maupun produksi kreatif lainnya,” kata Anas.

Menurut Anas, dengan menjadi destinasi syuting film, nama Banyuwangi ikut terangkat dalam upaya mendatangkan wisawatan ke daerah berjuluk “The Sunrise of Java” tersebut.

Anas mencontohkan film “Laskar Pelangi” yang mampu membangunkan pariwisata Belitung, serta “Ada Apa dengan Cinta 2” yang memunculkan paket wisata AADC di Yogyakarta sehingga memberi dampak ekonomi ke masyarakat. Ubud juga melejit setelah menjadi lokasi syuting “Eat, Pray, Love” yang dibintangi Julia Roberts.

“Sekali lagi, Banyuwangi berterima kasih kepada Mira dan Riri. Semoga filmnya sukses dan menginspirasi banyak orang,” pungkas Anas. (ari)

Suasana Rapat KPID

 

BANYUWANGI (KoranTransparansi.com) – Komisi Penyiaran Indonesia  Daerah (KPID) Jawa Timur meminta lembaga penyiaran baik itu televisi maupun radio untuk mematuhi aturan penayangan iklan kampanye. Masa penayangan iklan kampanye sesuai tahapan Pilkada serentak 2018 baru bergulir 10-23 Juni 2018.

Imbauan ini dilayangkan oleh salah satu Komisioner KPID Jatim, Nur Elya Anggraini, Rabu (11/4/2018), menyusul adanya aduan dari masyarakat Banyuwangi terkait salah satu televisi saluran kabel yang memutar lagu salah satu paslon Pilgub Jatim 2018. Atas kejadian itu pihak KPID Jatim telah melakukan penelusuran terkait lembaga penyiaran yang menayangkannya.

“Lembaga penyiaran yang bersangkutan sudah legal sehingga dalam waktu dekat akan kami panggil untuk dimintai penjelasan,” tegasnya tanpa menyebut nama televisi saluran kabel itu. 

Terkait konten, tambah wanita yang akrab disapa Elly, sudah ada aturannya. Baik merujuk Undang - Undang Penyiaran dan Undang - Undang Tehnis Kepemiluan iklan kampanye di media penyiaran dibiayai oleh negara melalui KPU. Dan waktu pemuatannya sudah diatur mulai H-14 sebelum masa tenang atau pada 10-23 Juni 2018.

“Karena itu, kami perlu klarifikasi. Apakah itu pelanggaran atau tidak. Jika nanti melanggar apa sanksinya harus melalui rapat pleno seluruh komisioner KPID,” urainya.

Peraturan KPU Nomer 4 Tahun 2017 tentang kampanye Pilgub dan bupati serta walikota dalam pasal 34 ayat 1 tegas diuraikan bahwa penayangan iklan kampanye sebagaimana dimaksud dalam pasal 32 ayat (1) dilaksanakan selama 14 (empat belas) hari sebelum dimulainya masa tenang. Mengenai sanksi dalam aturan KPU itu tidak disebut secara tegas.

Di Banyuwangi ada salah satu televisi yang menayangkan lagu milik salah satu paslon. Dalam video klipnya memuat logo dan foto paslon tertentu. Lagu itu, Rabu (11/4/2018), sekitar pukul 07.00 WIB diputar secara berulang. Masalah ini sedang ditangani KPID Jatim. (ari)

 Jenis Kuliner Khas Banyuwangi Ayam Kesrut

BANYUWANGI (Korantransparansi.com) – Banyuwangi terus menggelar sederet festival keren sepanjang bulan April ini. Agenda yang paling dekat adalah Festival Banyuwangi Kuliner (Bakul) yang bakal digelar pekan ini. Even ini akan digelar bareng dengan Banyuwangi Art Week, di Taman Blambangan mulai 12-15 April.

Pada awal pelaksanaan Festival Bakul, pada Kamis siang (12 April) akan disuguhkan masak bareng oleh ratusan perempuan penghobi masak. Tidak sembarang masakan, namun mereka semua akan masak Ayam Kesrut yang akan dimeriahkan kehadiran koki nasional. Farah Quinn.

"Festival Kuliner Banyuwangi menjadi salah satu cara kami untuk mempromosikan kuliner lokal agar semakin dikenal khalayak luas. Kita ingin kuliner Banyuwangi jadi bagian kuliner nusantara yang disukai banyak orang. Kali ini, kita khusus menampilkan Ayam Kesrut yang segar rasanya," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Ayam Kesrut adalah daging ayam kampung muda yang dimasak dengan kuah segar. Rasa gurih kaldu ayam berpadu dengan rasa pedas dan asamnya belimbing wuluh, membuat makanan ini terasa nikmat saat disantap dan dijamin membuat ketagihan. Makanan ini, biasanya dihidangkan panas-panas bersama dengan nasi dan sepotong tempe tebal yang digoreng garing.

“Lewat festival ini kami ingin kuliner ayam kesrut bisa jadi primadona baru kuliner lokal, baik oleh penjual kuliner maupun wisatawan. Seperti rujak soto dan sego tempong  yang pernah kita angkat sebelumnya, sekarang mulai banyak bermunculan restauran baru yang menjual dua makanan khas yang menjadi buruan utama wisatawan ke Banyuwangi ini,” ujarnya.

Selain ayam kesrut, festival yang digelar kali kelima ini sebelumnya telah mengangkat tema rujak soto, sego tempong, nasi cawuk, dan pecel pitik yang juga merupakan kuliner khas masyarakat Using Banyuwangi.

Festival kuliner ini akan dilangsungkan selama empat hari. Tidak hanya menampilkan ayam kesrut, namun juga di kawasan tersebut akan dimeriahkan pedagang yang menjajakan makanan tradisional Banyuwangi.

“Beragam makanan khas Banyuwangi bisa dinikmati di sekitar Taman Blambangan. Dibuka mulai pukul 11.00 sampai jam 21.00. Jadi, silakan berlibur di Banyuwangi pekan ini untuk menikmati makanan khas Banyuwangi. Wisatawan juga bisa mengintip produk kerajinan Banyuwangi,” ajak Anas.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Banyuwangi, Alief Kartiono menambahkan acara puncak Festival Bakul akan dimulai pukul 08.00 WIB. Para peserta masak bareng akan berlomba menyajikan seporsi ayam kesrut untuk dinilai cita rasa, kreativitas, dan higienitasnya. “Sebelum lomba, peserta akan menyaksikan demo masak Ayam Kesrut oleh Chef Farah Quinn yang diundang khusus sebagai tamu kehormatan,” jelas Alief. 

Banyuwangi Art Week sendiri memamerkan beragam produk UMKM daerah yang terdiri atas  kerajinan dan produk unggulan khas Banyuwangi. (ari)

 

 

Wabup Yusuf Saat Melihat Siswi Tuna Netra pada UNBK 2018

BANYUWANGI –(Korantransparansi.com) - Hari ini seluruh siswa SLTA di Banyuwangi melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Pada tahun ini, pelaksanaan UNBK di Banyuwangi seluruhnya sudah menggunakan komputer.

Memastikan pelaksanaannya berjalan lancar, Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko meninjau langsung ke sejumlah sekolah di Banyuwangi, Senin (9/4). Antara lain, SMAN I Giri, SMAN I Glagah dan SMAN I Banyuwangi.

Pada tahun ini, UNBK tingkat SLTA diikuti 5.868 siswa dari 51 SMA/MA Negeri/Swasta se-Banyuwangi. UNBK digelar selama empat hari, yang dimulai hari ini Senin (9/4) hingga Kamis (12/4). Jadwalnya, hari pertama Bahasa Indonesia, kedua Matematika, ketiga Bahasa Inggris dan hari keempat satu mata pelajaran sesuai jurusan.

Tiba di SMAN 1 Giri, Wabup langsung menuju lab komputer tempat pelaksanaan ujian. Wabup pun memastikan tidak ada kendala, terutama terkait jaringan internet.  

“Tidak ada kendala ya. Jaringannya intenet lancar kan, semoga lancar terus tidak ada kendala. Nanti kalau ada masalah, silakan beri tahu kami mungkin ada yang bsia kami bantu. Yang penting, UNBK siswa jangan sampai terganggu,” kata Wabup kepada pengawas ruangan.

Dikatakan Wabup, kedatangannya untuk memantau situasi dan kondisi ujian di sejumlah sekolah. Mengingat mulai tahun ini, seluruh sekolah di Banyuwangi sudah melaksanakan ujian nasional berbasis komputer.

“Alhamdulilah Banyuwangi sudah 100 persen ujiannya menggunakan komputer. Meskipun masih harus dibagi dalam beberapa sesi ujian,” kata Wabup.

Sejumlah sekolah di Banyuwangi membagi pelaksanaan ujian dalam sejumlah sesi menyesuaikan komputer yang ada di sekolah. Seperti SMAN 1 Glagah terbagi menjadi tiga sesi dalam sehari, SMAN I Giri empat sesi.

“Meski demkian, tidak perlu khawatir ada kebocoran soal. Karena, di setiap sesi soalnya berbeda. Dan ini sudah sesuai dengan peraturan dari pusat,” ujar Mujiono, Kepala SMAN I Glagah.

Dalam kesempatan itu, Wabup juga sempat menyambangi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) siswa SMAN I Glagah, Fitri Ayu Wulandari. Fitri, siswi tuna netra saat itu tengah mengerjakan soal tertulis dengan huruf braile.

Ditambahkan Mujiono, UNBK bukanlah menjadi penentu utama kelulusan. Namun, UNBK adalah salah satu komponen penilaian karena bisa menambah bobot penentu kelulusan siswa, selain rapor siswa.

“UNBK dan ujian lainnya porsinya 40 persen, sementara rapor siswa dari semeter satu s/d lima bobotnya 60 persen. Perpaduan kedua nilai itulah yang menentukan kelulusan siswa,” ungkapnya. (ari)

 

 

Dampak dari Erusi dan Tanah longsor gunug raung Banyuwangi enyebabkan suangai dan tanam perswahan di sana menjadi kering.

Banyuwangi (Korantransparansi.com) - Erupsi tanah longsor di wilayah kaki gunung Raung yang terjadi beberapa waktu kini mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat. Terutama penduduk Desa Parangharjo Kecamatan Songgon, Banyuwangi.

Setidaknya sungai dan perairan di area persawahan menjadi keruh dan kotor karena bercampur dengan lumpur dan pasir. Hal ini terjadi sekitar 4 bulan lamanya, yang mengakibatkan tanaman di area persawahan rusak dan kurang subur. 

Dari informasi yang dihimpun koran ini, tanaman milik petani di wilayah Kecamatan Songgon tidak bisa berkembang dan tumbuh normal karena  air irigasi persawahan bercampur dengan lumpur dan pasir, sehingga pada saat terkena matahari tanah menjadi mengeras dan merusak tanaman. 

" Tanah di sawah menjadi keras dan tanaman tidak bisa tumbuh berkembamg alias kerdil," ujar Subiyanto salah satu petani setempat.

Menurut Subiyanto, keadaan seperti ini berlangsung kurang lebih 4 bulan lamanya semenjak adanya erupsi tanah longsor hingga  membuat perairan di sungai dan irigasi persawahan kurang normal dan kotor.  

" Hingga saat ini masih belum ada solusi mengatasi air keruh yang mengairi area persawahan, semua tanaman milik petani pertumbuhanya tidak normal," ujar Subiyanto. 

Sementara itu, beberapa informasi dari para warga penyebab air sungai keruh dan merusak tanaman, karena aliran sungai yang berada dibawah kaki gunung Raung tertutup oleh pohon pohon yang tumbang, hingga terbentuk bendungan yang pada akhirnya megerus tanah disebelahnya dan membuat air tidak bisa mengalir satu arah. 

Tidak tangung tangung genangan air yang menyerupai bendungan diperkirakan mencapai 3 ha dengan kedalaman kurang lebih sekitar 25 meter karena lokasinya berada di tebing. "Ini membahayakan jika nantinya bendungan ini jebol bisa terjadi banjir bandang," ujar Musidi salah satu warga sekitar. 

Tanah yang tergerus air tersebut mengalir melalui sungai yang pada akhirnya sungai menjadi dangkal karena tertutup pasir dan lumpur hingga mengalir ke irigasi persawahan. 

" Sungai dan irigasi persawahan banyak pasir dan lumpurnya ini yang akhirnya merusak tanaman," tambah mursidi. (Ifr)

Polres Saat Melakukan Sosialisasi Penerimaan Pendaftaran Polri

BANYUWANGI (KOrantransparansi.com) - Kamu pelajar SMA atau sederajat yang hendak lulus dan bingung mau melanjutkan pendidikan kemana? Catat yah! Ini info penting dari jajaran Polres Banyuwangi. Saat ini sedang dibuka penerimaan Polri. Pendaftarannya akan ditutup pada 11 April 2018.

Bagi yang berminat silahkan mendatangi Mapolres Banyuwangi. Tentunya sambil membawa kelengkapan berkas untuk diserahkan kepada panitia pendaftaran. Jadi daftarnya cukup di Banyuwangi, tak usah jauh-jauh ke Polda Jatim di Surabaya.

Kabar baik bagi kalangan muda terpelajar ini diungkapkan sendiri oleh Kapolres Banyuwangi AKBP Donny Adityawarman SIK, saat kampanye penerimaan Polri di Taman Blambangan Banyuwangi, Minggu (8/4/2018), pukul 06.10 WIB. Untuk pelajar yang ingin menjadi abdi negara segera saja mendaftar.

“Penerimaan yang dibuka adalah bintara tugas umum, bintara kompetensi khusus, tehnologi informatika, musik, pelayaran dan perkapalan, penerbangan serta kimia. Pendaftaran sejatinya berlangsung sejak 26 Maret 2018 lalu. Masih ada sisa waktu tiga hari silahkan dimanfaatkan bagi yang ingin menjadi polisi,” papar perwira menengah asli Surabaya.

Untuk pendaftar akan langsung menjalani tes tinggi badan. Kemudian panitia akan menyeleksi data administrasi peserta. Apabila pendaftar dinyatakan lolos seleksi pengukuran tinggi badan dan administrasi awal akan dikirim ke Polda Jatim untuk mengikuti seleksi lanjutan di Surabaya.

“Pendaftaran juga dilakukan secara online melalui www.penerimaan.polri.go.id sebelum pukul 24.00 WIB, 11 April 2018. Itu merupakan batas terakhir pendaftaran,” tambah Kapolres.

Penerimaan Polri tahun ini tidak hanya di jenjang bintara. Polri juga membuka pendaftaran taruna akpol dan tamtama Polri. Semua jenjang itu dapat mendaftar di Mapolres Banyuwangi sebagai seleksi lokal. 

Kampanye Penerimaan Polri di Taman Blambangan tersebut sangat diminati para pelajar. Tercatat kurang lebih 1000 remaja terdidik dari sejumlah sekolah SMA dan sederajat di wilayah Banyuwangi memadati lokasi acara. Kegiatan itu terus dilanjutkan dengan senam pagi bersama agar para peserta lebih bugar dan layak diterima sebagai calon anggota polisi.

Tidak biasanya Polres Banyuwangi menggelar kampanye penerimaan Polri secara terbuka. Umumnya Bagian Sumberdaya Manusia (Bagsumda) Polres Banyuwangi bersama jajaran polsek mengadakan sosialisasi ke sejumlah sekolah. Ditambah lagi pemasangan sepanduk dan barner tentang penerimaan Polri di sejumlah lokasi strategis dan depan masing-masing mapolsek. (ari)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...