Banyuwangi

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas

BANYUWANGI (KoranTransparansi.com) – Layanan pengurusan paspor akan segera hadir di Mal Pelayanan Publik (Mal PP) Kabupaten Banyuwangi dalam waktu dekat. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan jajaran Kementerian Hukum dan HAM terus bekerja mematangkan proses tersebut.

Dalam dua hari terakhir, rapat teknis terkait hal itu digelar di Kantor Bupati pada Selasa (7/8/2018). Sekretaris Jenderal Kementerian Hukum dan HAM Bambang Rantam Sariwanto kemarin telah datang ke Banyuwangi, dan hari ini dilanjutkan Staf Ahli Kemenkumham Asep Kurnia

”Kemenkumham bergerak cepat setelah kami sampaikan usulan melalui surat beberapa waktu lalu. Kami berterima kasih kepada pemerintah pusat yang terus mendukung pemerintah daerah mewujudkan pelayanan publik yang mudah dan nyaman bagi masyarakat,” ujar Anas.

Kolaborasi layanan instansi vertikal dengan pemerintah daerah, sambung Anas, akan sangat membantu masyarakat mendapatkan pelayanan publik yang efisien dan efektif.

”Kami akan fasilitasi tempat dan jaringan. Sistemnya tentu tetap dari Kemenkumham karena paspor memang pakai sistem khusus,” ujarnya.

Saat ini, Mal Pelayanan Publik Banyuwangi telah melayani 173 dokumen/perizinan. Mal pelayanan publik pertama di Indonesia yang dibangun pemerintah kabupaten tersebut resmi beroperasi 6 Oktober 2017 itu.

Staf Ahli Kemenkumham Asep Kurnia mengatakan, timnya langsung bergerak cepat merealisasikan layanan paspor di Mal Pelayanan Publik Banyuwangi.

”Paling lama satu bulan ini, permohonan paspor diintegrasikan dengan layanan lain di Mal Pelayanan Publik Banyuwangi. Hari ini juga kami turun lihat tempat di sana sembari menyiapkan sistem dan alat untuk pengurusan paspor,” ujar Asep.

Hal ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan rombongan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur sehari sebelumnya, Senin (6/8/2018), yang juga diikuti jajaran Kemenkumham.

Pelayanan paspor di Mal Pelayanan Publik tersebut akan melengkapi pelayanan permohonan paspor yang telah ada dan bisa menjadi alternatif bagi warga di Kantor Unit Layanan  Paspor (ULP) Kantor Imigrasi di kawasan Ketapang, Banyuwangi. (def)

Peserta lomba Parade Kebangsaan HUT RI ke 73 di Desa Gintangan, Banyuwangi pada Senin (6/8/2018)

BANYUWANGI (KoranTransparansi.com) – Warga Desa Gintangan Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi melakukan doa dan ucapan belasungkawa atas tragedi gempa bumi di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu Malam (5/8/2018). 

Sebelum menggelar lomba ‘Parade Kebangsaan’ di lingkungan RW 2 Dusun Kedungbaru pada Senin sore (6/8/2018), peserta lomba dan warga setempat menggelar doa untuk keselamatan warga NTB.

“Segenap warga Gintangan turut berbelasungkawa atas gempa di Lombok. Semoga saudara kita di NTB diberi kekuatan dan ketabahan,” ungkap Ketua RW 2 Dusun Kedungbaru, Miftahul Huda.

Gempa berkekuatan 7 Skala Richter tersebut juga terasa di Banyuwangi. “Gempa terasa keras sekali. Warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri,” ungkap warga setempat, Ahmad Saidi.

Sementara itu, Kepala Desa Gintangan, Rusdianah mengajak warga untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan agar diberi kekuatan iman dan keselamatan.

“Semoga saudara-saudara kita di NTB diberi ketabahan dan kekuatan menghadapi musibah ini. Kepada korban yang meninggal dunia semoga diberi tempat yang layak disisiNya,” kata Rusdianah.

Warga perlu diberi pelatihan menyelamatkan diri

Untuk mengantisipasi jatuhnya korban jiwa, Rusdianah berharap ada pelatihan kepada warga tentang cara menyelamatkan diri saat terjadi peristiwa bencana alam.

“Masyarakat perlu diberi pemahaman bagaimana mereka harus bertindak saat bencana terjadi. Hal ini untuk meminimalisir jatuhnya korban jiwa,” ujar kepala desa perempuan ini.

Untuk itu, sebagai upaya untuk melindungi masyarakat dari berbagai musibah bencana alam yang kerap terjadi di Indonesia, Pemerintah Desa Gintangan akan berkoordinasi dan meminta bantuan dinas terkait untuk memberi pelatihan menyelamatkan diri saat bencana. (def)

 

 Menpan Saat Dialog dengan Masram Didampingi Kapolres Banyuwangi

 

BANYUWANGI (KoranTransparansi.com) - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men-PAN-RB), Dr H Asnan Abrur, SE terkejut melihat seorang kakek bernama Masram (70) warga Desa Bayu, Kecamatan Songgon yang masih mengurus Surat Ijin Mengemudi (SIM) C.

Saat itu, Masram sedang antri di Satuan Pelayanan Satu Atap (Satpas) Polres Banyuwangi untuk mengurus SIM.

“Bapak masih naik motor,” ujar Asman kepada Masram. “Iya pak. Ini ngurus SIM C,” jawab Masram kepada Men-PA-RB yang mengunjungi tempat proses SIM. Sudah lama menunggu,’ tanya Menpan, baru 30 menit. Sebentar lagi sudah dipanggil,” jawab Masram.

Menpan juga menanyai kepada warga yang sedang ngurus di Satpas. “Bagaimana ngurus SIM,” kata Menpan. “Enak, murah dan cepat,” jawab seorang ibu yang sedang antri.

Pernyataan warga tersebut merupakan jawaban atas pertanyaan Menpan yang melakukan kunjungan di Mapolres Banyuwangi, Senin (6/8/2018). Sekitar pukul 08.45 WIB, Menpan yang datang mengecek layanan SIM memang berdialog dengan Masram.

“Benar cepat ya! Bukan karena bilang cepat karena ada Pak Polisi,” tanya Asman Abnur didampingi Kapolres Banyuwangi AKBP Donny Adityawarman SIK.

Menpan pun mendapat penjelasan penegasan dari sang kakek. Tidak ada pungutan tambahan agar proses pengurusan SIM berjalan cepat dan tuntas. Sesuai ketentuan mengurus SIM C cukup membayar Rp 75 ribu. “Benar tadi bayar segitu ya,” tanyanya sekali lagi memastikan.

Menpan datang ke Banyuwangi dalam rangka menyongsong Wilayah Bebas Korupsi (WBK). Karena itu sebelum menyambangi Satpas Polres Banyuwangi terlebih dulu melihat dari dekat pelayanan di mall layanan publik milik Pemda Banyuwangi dekat Ruang Terbuka Hijau (RTH) Sritanjung. 

“Jika Banyuwangi masuk WBK maka tunjangan kinerja aparatur sipil negara (ASN) akan naik satu kali lipat. Apabila masuk Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) maka tunjangan kinernanya bakal naik dua kali lipat lagi,” tandas Asman kepada wartawan. 

Di institusi kepolisian, saat ini tunjangan kinerja bagi anggota biasa sekitar Rp 1,7 juta. Sedangkan untuk anggota yang memiliki jabatan tunjangan kinerjanya Rp 2.150.000. Andai Banyuwangi masuk kategori WBK maka tunjangan kinerja anggota biasa akan naik menjadi Rp 3,4 juta. Sedangkan untuk personil yang punya jabatan berada di kisaran Rp 4,3 juta.

Kini WBK sedang diupayakan. Penilaiannya berada di tangan eksternal masing-masing pengelola pelayanan publik. Eksternal itu salah satunya ada masyarakat. Penilaian itulah yang bakal menentukan apakah layanan publik di Banyuwangi layak masuk kategori WBK.

Disamping melihat layanan SIM, Menpan juga masuk di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) dan Rupatama. Sekedar di ketahui, Polres Banyuwangi terus membenahi fisik bangunan maupun sistem layanan demi kenyamanan pelayanan publik. 

Kedatangan Menpan ke Banyuwangi sebenarnya hampir mampir sebentar. Sebelum ke Polres, Menpan juga mengunjungi Mal Banyuwangi yang didampingi Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas. Setelah selesai di Mapolres, Menpan langung meluncur ke Situbondo bersama Sekjen MA dan Waka Kajagung. (ari)

Kapolres Saat Menunjukkan Uang Rp 60 Juta Sebagai BB

BANYUWANGI (KoranTransparansi.com) - Tersangka percobaan pembunuah Lurah Penataban, Kecamatan Giri, Banyuwangi, Wilujeng  Esti Utami, S.sos, M.Si, Agus Siswanto (45) dilumpuhkan dengan timas panas. Karena, Agus mencoba melawan petugas yang akan menangkapnya. “Ya, karena melawan, tersangka dilumpuhkan dengan petugas,” tandas Kapolres Banyuwangi, AKBP Donny Adityawarman, Kamis (2/8/2018) petang di Mapolres.

Menurut Kapolres, pengakuan tersangka dalam melakukan percobaan pembunuhan tersebut dilakukan sendiri. “Mulai menjemput lurah di kantor Lurah Penataban hingga menganiaya dan mengikat serta menceburkan korban ke sungai ditangani sendiri,” papar Donny.

Dalam perbuatanya, tersangka dikenakan pasal 340 Jo 53 KUHP dengan ancaman hukuman mati/hukuman 20 tahun penjara subsider pasal 365 ayat (2) 4 E KUHP ancamanya 12 tahun penjara. “Karena perbuatanya, tersangka dijerat pasal itu. Karena, percobaan pembunuhan yang direncanakan dan atau pencurian yang didahului dengan kekerasan,”ungkap Kapolres.

Ditanya kenalnya dimana antara Lurah (korban) dan tersangka, Kapolres menyatakan kalau Agus dikenalkan dengan seseorang teman dengan korban. “Nah, yang dikatakan teman itu masih terus dilakukan pendalaman pemeriksaan lebih lanjut. Jadi, kami sudah melakukan pemeriksaan beberapa saksi,” bebernya.

Dilakukan rekontruksi, kata Kapolres, untuk menguatkan bukti-bukti yang ada dan ternyata, apa yang dikatakan tersangka sudah sesuai dengan yang dilakukan tersangka dalam melakukan kejahatanya. “Jadi, tadi sudah di rekontruksi, dan hasilnya sesuai yang dilakukan tersangka dalam percobaan pembunuhan itu,” jelas Kapolres.

Seperti diketahui, Wilujeng, Lurah Penataban mengalami percobaan pembunuhan yang dilakukan Agus Siswanto (Agus Welek). Bahkan, Selasa (31/7/2018) dijemput Agus dengan mnengendarai Hyundai. Menurut Agus kepada korban, korban akan dibawa menemui KH Ali Maki Zaini (Gus Maki) Ketua PCNU Banyuwangi. Kata tersangka, Gus Maki  akan meminjam sejumlah uang. Jumlah uang itu disepakati bu Wilujeng Rp 60 juta. 

“Menurut keduanya menuju ke blokagung membawa uang yang disiapkan oleh bu lurah. Sesampai di daerah Tegalsari, ternyata tidak langsung ke Tegalsari, melainkan mengarah ke Gumitir. Sampai Gumitir dan lain sebagainya, dalam perjalanan bu lurah dianiaya dan dipukul dengan palu maupun ditodong pistol (seperti pistol, tapi mainan),” ujarnya.

Namun, masih diperjalanan, bu Lurah dipaksa untuk melempar uangnya dijok belakang sambil dipukuli dengan tangan kosong. Saat dipinggir sungai di daerah Bangorejo, lurah dikeluarkan dari mobil dalam kondisi badanya diikat, kemudian tubuhnya dibuang ke aliran sungai.

“Alhamdulilah ibu lurah bisa bertahan dalam kondisi badanya terikat dan itu hampir satu jam berhasil diselamatkan warga dan anggota polisi yang ada di Bangorejo. Dari hasil tersebut kita lakukan tindak lanjut untuk terduga tersangka maupun untuk penyelesaian masalah ini. Tadi subuh tidak sampai dua jam kita sudah bisa mengamankan orang yang diduga bernama Agus tersebut dan potonya tersebut kita sampaikan ke bu lurah,” papar Kapolres.

Awalnya, kata Kapolres, Agus tidak mengaku. Tapi berdasarkan keterangan-keterangan orang yang ada dikelurahan pada waktu itu kalau bu lurah keluar dari kantor. Kemudian pembantu rumah tangga yang ada dirumah Agus sendiri memang betul Agus memiliki mobil yundai warna silver dan orang yang ada di kelurahan menyampaikan hal yang sama. Jadi, semuanya jelas.

“Dari hasil keterangan tersebut kita lakukan pengembangan ternyata benar bahwa uang Rp 60 juta masih ada dengan bungkusnya dari Bank mandiri ditemukan dirumah pengasuh anaknya Agus yang ada Desa Kebaman, Kecamatan Srono, tidak ditaruh rumah Agus. Sedangkan tas rangsel yang digunakan bu lurah dibuang di daerah Tegalsari. “Sementara HP masih kita cari dididuga masih disekitar Bangorejo dan mobil disimpan di Bangorejo disalah satu kerabatnya,” bebernya. 

Polres juga menyita beberapa kantong plastik warna hitam (untuk mengikat menjadi tali), sebuah pakaian korban,  uang senilai Rp 60 juta, tas warna hitam dan HP Merk Samsung warna putih.

Sementara itu, tersangka Agus Siswanto kepada wartawan mengaku menyesal atas perbuatanya. Dia juga mengaku kenal dengan Lurah, karena temanya bernama Sujiono. “Yang jelas saya menyesal atas perbuatan itu, Dan, saya kenal lurah dikenalkan Sujiono,” ujar Agus yang mengaku dari LSM Lembaga Peduli Rakyat Indonesia (LPRI). (ari)

 

Gus Maki

BANYUWANGI (KoranTransparansi.com) - Ketua PCNU Banyuwangi, KH Ali Maki (Gus Maki) membantah keras atas pencatutanya namanya yang dikait-kaitkan dengan dugaan percobaan pembunuhan yang dilakukan Agus Siswanto (40) terhadap Lurah Penataban, Kecamatan Giri, Wilujeng, Selasa (31 Juli 2018). 

Dengan merebaknya kabar percobaan pembunuhan terhadap Lurah Penataban,  Sri Wilujeng melalui grup WA, yang mencatut nama Gus Makki. Saya, H.Muhamad Ali Makki tidak pernah kenal dengan nama Agus Siswanto, Sri wilujeng dan Jion atau Sujiono dan nama nama yang disebutkan dalam perkara tersebut. 

“Apalagi dalam kronologis peristiwa disebutkan jika alamat saya berada di Blokagung, Kecamatan Tegalsari, sementara alamat rumah saya di Dusun Rayud, Desa Parijatah Kulon,  Kecamatan Srono. Bisa jadi nama Gus Makki yang disebutkan dalam perkara tersebut bukan Saya, melainkan ada  Gus Makki lain,” ujarnya, Rabu (1/8/2018)..

Apalagi, hari Selasa (31/7) dirinya menghadiri undangan acara pengajian Halal Bihalal bersama dengan guru-guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) se Kecamatan Bangorejo. Sehingga dengan beredarnya kabar yang mencatut nama Gus Makki tersebut. “Saya tegaskan, jika yang dicatut bukan nama H. M. Ali Makki (Ketua PCNU Banyuwangi). Saya bilang, siapapun orang yang mengatasnamakan saya minta proyek dan minta-minta yang lainya, itu tidak benar,” papar Gus Maki di Kantor PCNU Banyuwangi. 

Kepada aparat kepolisian dan pihak berwajib silakan tetap melaksanakan tugas sebagaimana mestinya sesuai aturan perundang - undangan yang berlaku. Yang lebih khusus, kepada seluruh warga jam'iyah Nahdlatul Ulama (NU)  untuk tetap tenang dan jangan sampai terprovokasi hingga melakukan hal-hal yang tidak patut. “Pasrahkan tugas dan wewenang sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.Yang jelas, itu fitnah,” tegas Gus Maki. (ari)

 

Korban Usai Diperiksa Dimapolres

 

BANYUWANGI (KoranTransparnsi.com) - Kasus dugaan  percobaan pembunuhan  lagi viral. Korbanya adalah Lurah Penataban, Kecamatan Giri, Banyuwangi, Wilujeng. Lurah ini menjadi korban dugaan percobaan pembunuhan. Tubuh wanita ini ditemukan warga dalam kondisi kedua tangan terikat dan terendam dalam sungai.

Namun, nyawa pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Banyuwangi ini selamat setelah teriakan minta tolongnya didengar masyarakat yang tinggal di sekitar Sungai Sere Dusun Sendangrejo, Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo, sekitar pukul 21.30 WIB, Selasa (31/7/2018). Wilujeng kemudian dientaskan dari sungai dan dilarikan ke Puskesmas Bangorejo.

Hal itu dibenarkan Kapolsek Bangorejo AKP Watiyo. Menurut Watiyo, ditubuh korban ada luka di bagian kepala korban. Luka itu akibat sejumlah pukulan yang diduga melibatkan pria berinisial AS (40), asal Desa Sumber Beras, Kecamatan Muncar dan DN (40), tinggal di Kota Banyuwangi. Lokasi penganiayaan versi korban terjadi di dekat sebuah pondok pesantren di Dusun Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari.

“Posisi kedua tangan terikat kantong plastik. Pemukulan berlangsung di dalam mobil. Dikira Bu Lurah sudah meninggal lalu tubuhnya dibuang ke sungai. Ternyata beliau masih hidup dan sempat berteriak minta tolong dan didengar warga. Untuk peran keduanya sedang didalami,” ujarnya, Rabu (1/8/2018).

Peristiwa ini berawal di Kantor Kelurahan Penataban. Wilujeng mengaku dihubungi oleh pelaku dengan dalih hendak dipertemukan dengan Gus Maki (KH Ali Makki Zaini), ketua PCNU Banyuwangi di Dusun Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari. Malam itu korban dijemput menggunakan mobil Merek Hyundai. “Korban mengiyakan ajakkan itu karena merasa kenal dengan pelaku. Malah sebelumnya Bu Wilujeng sempat meminjamkan uang Rp 40 juta kepada SN,” ungkap AKP Watiyo. (ari)

Jarak antara Banyuwangi - Tegalsari sekitar 55 kilometer. Ternyata laju kendaraan yang ditumpangi korban tidak langsung meluncur menuju Blokagung. Mobil keluaran Korea itu justru berputar-putar kearah Kalibaru, Genteng dan Muncar. Kendaraan baru mengarah menuju Blokagung setelah malam kian larut.

“Mendekati ponpes yang ada di Blokagung korban dipukuli sampai terluka. Di malam nahas itu Lurah Penataban tersebut membawa 2 unit HP plus uang Rp 60 juta. Lha barang berharga milik korban ini raib dibawa pelaku,” imbuh mantan Kasat Narkoba Polres Banyuwangi.

Usai membuang tubuh korban di sungai pelaku langsung meninggalkan lokasi. Kemana arahnya Wilujeng tidak tahu secara pasti. Tapi aparat Polsek Bangorejo sedang melakukan upaya pengungkapan dengan meminta bantuan Resmob Polres Banyuwangi. 

“Korban dalam kondisi sadar dan menceritakan kasusnya kepada petugas. Tas kresek yang digunakan untuk mengikat tangan korban kita jadikan alat bukti,” jelasnya. 

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...