KEDIRI (KoranTransparansi.com) - Menjelang bulan suci Ramadhan, Tiga Pilar yang melibatkan TNI,Polisi dan Satpol PP Kediri, Selasa (24/4/2018) malam, kembali melakukan operasi dilokasi yang ditenggarai menjual miras.Dan, tempat remang-remang yang sering dipergunakan pasangan sejoli melakukan perbuatan mesum,juga menjadi sasaran petugas.

Kegiatan itu dilakukan, guna mengurangi aktivitas dadi pergaulan bebas, agar tercipta kondisi yang aman dan kondusif.

Untuk, operasi kali ini menyisir di berbagai tempat di antaranya, dermaga dan juga sejumlah kafe serta warung remang-remang wilayah Kota Kediri

Menurut, Nur khamid, Kabid Tramtibum Kota Kediri,  bahwa operasi ini akan terus dilakukan secara berkala menjelang Bulan Ramadhan.

" Operasi malam ini bertujuan membrantas peredaran miras oplosan dan juga pergaulan bebas” ungkapnya, saat dilokasi.

Menurutnya, dalam giat operasi malam ini berhasil diamankan pemandu lagu yang tidak memiliki kartu identitas atau (KTP). Untuk kepentingan pendataan, mereka yang tidak memiliki kartu identitas di bawa ke kantor Satpol PP Kota Kediri.

" Mereka yang terjaring dalam giat operasi akan kami data,lalu kita bina. Kegiatan seperti ini bertujuan, supaya Kota Kediri aman dan kondusif dari peredaran miras oplosan dan juga pergaulan bebas" pungkasnya.(bud)

KEDIRI (KoranTransparansi.com) - Paska debat publik Pilwali Kediri pertama yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kediri, yang menuai kendala, Selasa (24/4/2018), melakukan evaluasi. Hal ini dilakukan, usai muncul protes dari salah satu Paslon, akan kecenderungan salah satu TV swasta lokal terhadap satu Paslon, saat menayangkan secara live 

Ketua Komisi Pemilihan Umum Kota Kediri, Agus Rofik menjelaskan, bahwa kejadian ini murni human eror dari cameramen yang tidak cermat melihat situasi.

“Ada kesalahan teknis yang bagian nyorot, mereka kurang cermat melihat situasi hingga tidak menyadari hasil shotingannya itu melebihkan antara yang satu dengan yang lain. Dan setelah kita ingatkan akhirnya mereka bisa membenahi kesalahan tersebut,” kata Agus Rofik.

Menurutnya, dari serangkaian kejadian itu, pihaknya akan lebih berhati- hati dan cermat. Terlebih lagi, melakukan evaluasi terhadap Event Organizer ( EO) atau pihak ketiga, selaku pemenang lelang, menjadi hal utama.

" Pastinya, evaluasi secara total akam kami lakukan. Dan, salah satu TV Swasta lokal yang kerjasama sebelumnya, secara otomatis tidak akan dipakai lagi pada debat publik Pilwali kedua, pada 2 Juni 2018, mendatang" tutupnya.

Sekedar diketahui, debat Publik calon Walikota dan Wakil Walikota Kediri sempat berhenti sejenak lantaran massa pendukung paslon nomor 3 Samsul-Teguh tidak terima, 

lantaran salah satu stasiun TV lokal dianggap tidak adil dalam menayangkan siaran live.

Massa mengangap gambar yang diambil hanyalah pendukung Paslon lainya dan tidak begitu memperhatikan massa sedangkan nomor urut 3.

“Matikan saja siaran live ini atau acara kita mulai dari awal,” teriak Ahmad Qodiron salah satu Timses Nomor urut 3 yang tersulut emosinya, Senin (23/4/2018) malam,lalu.(bud)

 

Sumenep (KoranTransparansi.com) - Pesepeda asal Jakarta bernama Tarmizi (65) kini sudah sampai Sumenep Jawa Timur setelah sejak 29 Desember lalu mengelana dengan mengelilingi Nusanatara. 

Pria berumur itu istirahat di Masjid Agung Sumenep menjelang subuh, Senin (24/4/2018). Tarmidzi asal Desa Wijaya Kusuma, kecamatan Grogol Petamburan itu mengaku setelah mengambil start dari Jakarta, lalu menuju Medan Sumatra, Bogor, Semarang. Rencananya, dia akan melanjutkan perjalanan menuju Bali.

Pantauan media ini, Tirmizi mengelilingi Nusantara ini menggunakan sepeda ontel yang dilengkapi papan dibelakang sepedanya dengan bertuliskan keliling Nusantara beserta kain sang saka merah putih yang terus berkibar. 

Kata Tirmizi tujuan untuk keliling nusantara ini hanyalah demi mencari pengalaman saja, "hanya cari pengalaman saja" tuturnya sederhana dengan logat khas jakarta.

"Saya sangat senang melakukan ini semua, dan berharapan bisa berjumpa dengan masyarakat seluruh nusantara" imbuhnya.

Ia menambahkan, ternyata nusantara itu indah, masyarakatnya baik dan ramah dan ketika ditanya tentang suka dukanya selama keliling nusantara ini, ia mengatakan bahwa banyak orang yang dijumpai memberikan sikap yang baik sekali.

"Tak sedikit orang-orang yang memberi bantuan kepada saya, seperti ngasik uang, makanan bahkan tempat tinggal sementara untuk istirahat" ceritanya pada korantransparansi.com.

Tetapi yang menjadi kekhawatirannya ketika ban sepedanya bocor dan cuaca tidak mendukung, seperti ketika hujan.

"Tetapi semua itu saya tetap jalani dengan sabar dan penuh semangat " kata Tirmizi.  Pantauan media ini diwajahnya terpancar semangat yang berkobar. Dan Tarmizi tetap akan melanjutkan kembali mengelilingi nusantara ini (fidz).

 

 

BANYUWANGI (KoranTransparansi.com) - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memaparkan pengembangan pariwisata Banyuwangi di forum kolaborasi pelaku wisata yang difasilitasi Traveloka, perusahaan penyedia akomodasi dan atraksi pariwisata berbasis online, di Jakarta, Selasa (24/4/2018).

Forum kolaborasi itu diikuti sejumlah komunitas dan pelaku pariwisata, seperti Backpacker Indonesia, Other Side Bike Trip, Wanderlust Indonesia, Tamasyeah, 7 Summit Indonesia, Gofaraway, dan Infonesia Trip. Selain itu, ada Wisata Sekolah, Travacello, Eskepis, Whatever Indonesia, Indogenous, dan masih banyak lagi.

“Momen seperti ini menjadi kesempatan bagi Banyuwangi untuk mendapat perhatian dari komunitas dan para pelaku pariwisata. Bisa muncul kolaborasi-kolaborasi, sehingga terbentuk ekosistem yang baik untuk semakin mengembangkan pariwisata daerah,” ujar Anas.

Anas menambahkan, pemasaran pariwisata yang tersegmentasi ke komunitas sangat efektif untuk mendongkrak kunjungan wisatawan. Pemasaran berbasis komunitas menjadi pilihan yang tepat di tengah maraknya persaingan antardaerah dalam mendatangkan wisatawan.

“Dengan ini kita sekaligus mengajak anggota-anggota komunitas itu untuk berlibur ke Banyuwangi. Seperti Backpacker Indonesia yang punya jejaring kuat ke kalangan backpacker, saya sampaikan bagaimana homestay-homestay di Banyuwangi yang sesuai dengan segmen komunitas itu,” paparnya.

Dikatakan Anas, Banyuwangi senang bisa terlibat di forum kolaborasi pelaku wisata yang digagas Traveloka. “Forum kolaborasi seperti ini adalah jawaban bagi peningkatan kinerja sektor pariwisata Indonesia, semua bahu-membahu dan berbagi ide. Inilah kaki-kaki bagi terwujudnya Indonesia Incorporated di sektor wisata sebagaimana sukses dibangun oleh Menteri Pariwisata Pak Arief Yahya,” ungkap Anas.

Dalam kesempatan itu, selain memaparkan beragam destinasi dan atraksi pariwisata di Banyuwangi, Anas juga menyampaikan sejumlah konsep pengembangan wisata. Di antaranya pelibatan berbagai komunitas lokal dalam menggarap festival seni-budaya dan penciptaan destinasi wisata baru. “Bagi Banyuwangi, pariwisata bukan cuma urusan mendatangkan wisatawan dan menggerakkan ekonomi lokal, tapi juga bagian dari konsolidasi pembangunan infrastruktur dan penguatan budaya,” urainya.

Menurut Bupati Anas, ekonomi Banyuwangi terus bergeliat antara lain ditopang oleh pariwisata. Kemiskinan berhasil diturunkan ke level 8,6 persen dari sebelumnya selalu di atas dua digit. Pendapatan per kapita warga juga melonjak menjadi Rp41,46 juta per orang per tahun dibanding awalnya Rp20,8 juta.

Adapun jumlah penumpang di Bandara Banyuwangi sendiri terus meningkat tiap tahunnya. Pada 2017 jumlahnya mencapai 188.949 orang, atau melonjak 67 persen dibandingkan 2016 sebanyak 113.153 penumpang. Dalam periode Januari-Maret 2018, jumlah penumpang melonjak 143 persen dibanding periode Januari-Maret 2017. (ari)

 

Page 1 of 1531
banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...