Banyuwangi

Published in Banyuwangi

Banyuwangi Giatkan Kunjungan Dokter ke Pasien Miskin Pasca Rawat Inap

Sep 11, 2018 Publish by 
Caption : Bupati Anas menemui Mbah Soni di kediamannya. Nenek 70 tahun ini adalah penerima program Pari Kuning. (Humas Pemkab Banyuwangi)
Caption : Bupati Anas menemui Mbah Soni di kediamannya. Nenek 70 tahun ini adalah penerima program Pari Kuning. (Humas Pemkab Banyuwangi) (kt/def)

BANYUWANGI (KoranTransparansi.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi mengintensifkan program kunjungan ke rumah pasien pasca rawat inap,  terutama bagi warga kurang mampu.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas pada Senin (10/9/2018) menyempatkan diri mengecek warga penerima program Pari Kuning (Pasca-Rawat Inap, Kunjungi Ning Griyo) tersebut di Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu.

”Jadi ini inovasi jemput bola yang merawat pasien di rumah untuk melakukan kontrol kesehatan bagi pasien lanjut usia dan sebatang kara. Dengan segala keterbatasan yang dimiliki pemerintah daerah, tetap kita berikhtiar semaksimal mungkin hadir untuk pasien warga miskin,” ujar Bupati Anas saat mengunjungi Mbah Soni (70).

Nenek yang tinggal sebatang kara tersebut sebelumnya pernah rawat inap karena penyakit darah tinggi. Saat ini, sekali dalam sepekan, Mbah Soni mendapat perawatan dan kunjungan oleh dokter. 

"Alhamdulillah saya ada yang merawat, selama ini hanya sendiri," kata Mbah Soni kepada Bupati Anas.

Selain mendapat layanan kunjungan dokter secara rutin, Mbah Soni juga menerima program bedah rumah melalui Alokasi Dana Desa (ADD). 

Bupati Anas memaparkan, program Pari Kuning dilakukan dua sampai tiga hari setelah pasien pulang dari rawat inap. Kunjungan terus dilakukan secara rutin sampai kondisi pasien normal. 

"Ini untuk mem-follow-up kondisi pasien pasca rawat inap. Program Pari Kuning ini pegawai puskesmas yang terdiri dari dokter dan perawat mendatangi pasien ke rumahnya. Karena pasien lansia dan sebatang kara ini tidak punya kerabat untuk mengantar kontrol ke puskesmas," jelasnya. 

Para pasien tersebut juga diberikan kentongan bambu yang fungsinya sebagai alarm bagi tetangga sekitarnya jika sewaktu-waktu membutuhkan bantuan.

”Jadi ini wujud kearifan lokal. Mbah Soni yang tinggal sendirian ini tidak bisa akses WhatsApp dan Instagram. Kalau butuh pertolongan, bunyikan kentongan, tetangganya yang nanti segera lapor Puskesmas,” papar Anas. 

Sementara itu, Kepala Puskesmas Sempu, Hadi Kusairi menambahkan, saat ini sudah ada 204 pasien yang merasakan langsung manfaat program itu. Sebanyak 53 di antaranya diberikan fasilitas kentongan yang bisa digunakan untuk meminta bantuan dari tetangga terdekat apabila dalam kondisi sakit darurat.

"Tetangga sekitarnya juga sudah kami beri pengertian dan kami bekali nomor telepon petugas yang bisa dihubungi kapan saja," ujar Hadi. 

Pada kesempatan itu, Bupati Anas juga memantau warga Desa Jambewangi penerima program Rantang Kasih. Program pemberian makanan bergizi harian kepada lansia miskin.

"Alhamdulillah pak, setiap hari sudah dikirim sama warung sebelah, bisa buat makan dua kali dalam sehari menu di rantang ini. Tidak pernah absen," ujar Meseni. (def)

 

 
banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...