Banyuwangi

Published in Banyuwangi

Puluhan Rumah Rusak Diterjang Banjir Bandang Banyuwangi

Jun 23, 2018 Publish by 
Puluhan  Rumah Rusak Diterjang Banjir Bandang Banyuwangi Suasana rumah yang roboh akibat banjir bandang.
Puluhan Rumah Rusak Diterjang Banjir Bandang Banyuwangi Suasana rumah yang roboh akibat banjir bandang. (kt/min)

BANYUWANGI (KoranTransparnsi.com) - Puluhan rumah di Kecamatan Singorujuh dan Songgon, Banyuwangi, Jawa Timur, rusak akibat diterjang banjir bandang yang melanda wilayah tersebut. Banjir bandang terjadi karena hujan ekstrem di kawasan Gunung Raung.

"Banjir bandang di Kecamatan Singojuruh Kabupaten Banyuwangi menyebabkan satu orang hilang, penanganan darurat masih dilakukan," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho melalui akun twitternya @Sutopo_PN, Jumat (22/6). 

Kata Sutopo, banjir bandang di wilayah Banyuwangi juga mengakibatkan jalur antar kabupaten yang menghubungkan Jember-Banyuwangi via Singojuruh, terputus.  "Banjir bandang setinggi 1,5 meter terjang permukiman," katanya.

Saat ini, Tim Tanggap Bencana (Tagana) dan aparat lain masih membantu penanganan darurat di lokasi banjir. "Pendataan masih dilakukan," katanya.

Sementara, Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi Eka Muharam merinci sebanyak 11 rumah roboh akibat banjir itu.

Kata dia, ketinggian lumpur yang menerjang rumah warga setinggi satu meter, serta sejumlah infrastruktur seperti jembatan rusak berat di dua kecamatan.

"Kami masih terus melakukan pendataan terhadap kerusakan yang disebabkan banjir bandang tersebut," kata Eka. Sementara ini, kata dia, tercatat sebanyak 300 kepala keluarga yang terdampak banjir.

BPBD telah memprediksi banjir bandang tersebut karena tingginya curah hujan, sehingga berbagai antisipasi untuk meminimalisir korban dengan memberikan penyuluhan kepada masyarakat sudah dilakukan.

Sementara Camat Songgon Wagianto mengatakan banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Songgon merupakan kedua kalinya dan banjir bandang yang pertama kali terjadi pada 15 Mei 2018.

"Banjir bandang yang menerjang Jumat pagi tadi lebih besar hingga menyebabkan infrastruktur jembatan yang menghubungkan dua desa rusak berat dan saluran irigasi juga rusak," katanya. (min)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...