Banyuwangi

Published in Banyuwangi

Dikriminalisasi Ketua PN Banyuwangi, Amrullah Lapor KY

Jun 05, 2018 Publish by 
Amrullah dan Kuasa Hukumnya, Moh Iqbal
Amrullah dan Kuasa Hukumnya, Moh Iqbal (kt/ari)

 

BANYUWANGI (KoranTransparansi.com) - Merasa dikriminalisasi Ketua Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi, Purnomo  Amin Tjahjo, SH, MH,  Mohammad Amrullah, SH, M.Hum, warga Desa Pondoknongko, Kecamatan Kabat, Banyuwangi melaporkannya ke Komisi Yudisial (KY), Senin (4/6/2018). Amrulllah meminta kepada KY untuk menindak tegas Ketua PN tersebut.

“Saya merasa dikriminalisasi oleh Ketua PN Banyuwangi. Masak dalam putusan Majelis Hakim PN Banyuwangi saya tidak ditahan, eh surat memori banding ke PT justru pak Ketua PN meminta Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya agar menahan saya. Inilah bentuk kriminalisasi ke saya. Makanya saya laporkan ke KY,” tandas Amrullah kepada wartawan, Selasa (5/6/2018) di Banyuwangi. 

Amrullah menyoal surat PN Banyuwangi, tertanggal 04 Mei 2018, Nomor : W14-U.16/61/HK.01/05/2018.623. Perihal : Laporan Permohonan Banding Perkara Nomor : 688/Pid.Sus/2017/PN Byw.an. Terdakwa : Mohammad Amrullah, SH. M.Hum Bin Taufik. Menurut Amrullah pada surat yang dilayangkan ke Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Timur, di bagian penutup meminta kepada PT Jawa Timur agar melakukan penahanan terdakwa.

Akibat arogansi PN Banyuwangi ini, Amrullah langsung melayangkan surat ke Komisi Yudisial dan Komnas HAM  "Ini bentuk arogansi dan kesewenang-wenangan PN Banyuwangi, dan saya langsung melaporkan kasus ini ke KY dan Komnas HAM," jelas Amrullah.

Amrullah memaparkan sesuai amar putusan PN Banyuwangi, tertanggal 2 Mei 2018 terkait perkara Nomor : 688/Pid.Sus/PN Byw tersebut, dengan pokok putusan, 6 (enam bulan) dan denda Rp.6.500.00,- dan tidak ditahan. "Dalam putusan itu sudah jelas, saya diputus enam bulan dan denda Rp.6,5 juta, dan tidak ditahan,"paparnya.

Karena merasa dirugikan, Mohammad Amrullah akan melakukan perlawanan, dan dirinya melaporkan kasus ini ke KY dan Komnas HAM  "Sore ini, saya berangkat ke Jakarta, untuk melaporkan kasus ini, agar kejadian ini tidak terjadi lagi,"tegasnya.

Sementara, Kepala PN Banyuwangi, Purnomo Amin Tjahjo melalui Bagian Hukum PN Banyuwangi, Heru Setijadi mengatakan, untuk surat itu, pihaknya sudah mengklarifikasi surat tersebut. Dan ini human eror saja. "Surat itu sudah saya tindak lanjuti, dan menyalin surat itu, intinya pada point penutup itu sudah dihilangkan," tegas Heru Setijadi di PN Banyuwangi.

Dan yang harus diketahui, kata  Heru pihaknya tidak pernah melakukan kriminalisasi kepada siapapun, apalagi, sejak Amrullah ditetapkan menjadi tersangka oleh Polres Banyuwangi hingga dilimpahkan di Kejaksaan Negeri Banyuwangi tidak pernah dilakukan penahanan. "Intinya sesuai dengan putusan PN Banyuwangi itu, dan tidak ada kriminalisasi terhadap Amrullah, dan surat itu sudah direvisi," kilah Heru. (ari)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...