Banyuwangi

Published in Banyuwangi

Antisipasi Aksi Teror, Aparat Gabungan Razia Rumah Kos

May 20, 2018 Publish by 
Antisipasi Aksi Teror, Aparat Gabungan Razia Rumah Kos
Antisipasi Aksi Teror, Aparat Gabungan Razia Rumah Kos ((kt/ari)

BANYUWANGI (KoranTransparansi.com) – Razia kos-kosan dalam rangka antisipasi orang mencurigakan terkait dengan aksi teror digelar petugas gabungan dari Polri, Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemerintah Kecamatan Banyuwangi Kota. Tak satupun orang asing mencurigakan yang terciduk dalam operasi yang digelar selama kurang lebih 4 jam. 

Namun 17 orang diamankan petugas gabungan karena berada di dalam kamar tanpa surat nikah, pesta miras dan tak mengantongi KTP. Para pelanggar ada yang dibawa ke Mapolsek Kota Banyuwangi dan Markas Satpol PP. Razia digelar sekitar pukul 21.00 WIB kemarin.

"Antisipasi kerawanan seperti yang terjadi di Surabaya, kita lakukan razia. Mungkin saja di lokasi kita ada warga yang mencurigakan sedang kos. Sekaligus cipta kondisi saat bulan puasa," jelas Kapolsek Banyuwangi Kota, AKP Ali Masduki..

Para pelaku pesta miras berjumlah 3 orang langsung menjalani pemeriksaan oleh aparat kepolisian. Sedangkan 4 orang tanpa identitas plus 10 muda-mudi yang berada dalam kamar di waktu larut malam digeser ke Markas Satpol PP.

"Kita dapati mereka ada yang kumpul kebo di dalam kamar, ada yang mabuk-mabukan, dan ada juga yang tidak mengantongi identitas. Karena ini bulan puasa agar masyarakat dapat melaksanakan ibadah dengan tenang," ungkapnya. 

Tindakan yang dilakukan petugas pun berbeda. Menurut AKP Ali Masduki, khusus untuk pemuda yang membawa miras akan dijatuhi tindak pidana ringan (Tipiring). Sedangkan yang tanpa identitas maupun kumpul kebo diserahkam ke Satpol PP Banyuwangi. "Yang minum-minumanan keras ada tiga, jadi kita tangani sendiri. Sedang yang tanpa identitas kita bawa ke Satpol PP," katanya.

Di Kantor Satpol PP Banyuwangi, para pemuda pasangan mesum dan  pemuda tanpa identitas tersebut didata. Mereka bahkan dinasehati agar tidak melakukan pelanggaran serupa di lain hari. Apalagi di Bulan Ramadhan yang bagi umat muslim dianggap suci.

"Kita lakukan pendataan terhadap mereka. Khusus untuk pasangan ini kita minta untuk membuat pernyataan di atas materai dan kita panggil orang tua masing-masing," jelas Kabid Penegakan Perda Satpop PP Banyuwangi, Joko Sugeng Raharjo. (ari)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...