Banyuwangi

Published in Banyuwangi

Ketua PWI: Aparat Kepolisian Tidak Perlu Takut Hadapi Teror

May 16, 2018 Publish by 
Anggota PWI Saat Bertemu Kapolres
Anggota PWI Saat Bertemu Kapolres (kt/ari)

BANYUWANGI (KoranTransparansi.com) – Pernyataan sikap Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Banyuwangi terhadap maraknya teror  membuat PWI Banyuwangi langkah tegas terhadap jajaran Polri.

Bahkan,  Kapolres Banyuwangi, AKBP Donny Adityawarnan hingga merinding atas pernyataan sikap PWI yang dibacakan Ketua PWI Banyuwangi, Syafuddin Mahmud dihadapan Kapolres langsung.

“Wah saya sampai merinding atas pernyataan sikap PWI Banyuwangi ini. Terimakasih terimakasih atas dukunganya. Ini lihat tangan saya,” tandas AKBP Donny usai menerima rombongan PWI Banyuwangi, Selasa (15/5/2018) di Mapolres Banyuwangi.

Pernyataan sikap dari PWI Banyuwangi itu guna  menyemangati aparat kepolisian Banyuwangi agar tidak takut menghadapi pelaku teror meskipun menjadi target. Dorongan semangat  tersebut dilontarkan dalam lima butir pernyataan sikap resmi PWI yang dibacakan oleh Ketua PWI Banyuwangi Saifudin Mahmud.

Lima poin itu berisi tentang bela sungkawa para wartawan atas para korban aksi pengeboman di tiga gereja dan Mapolrestabes Surabaya. PWI juga mendukung penuh TNI – Polri dalam melakukan pengusutan dan penindakkan pelaku teror.

Ketiga, Polri terus disemangati agar tidak gentar memberantas rangkaian aksi teror meskipun menjadi target teroris. Para pemburu berita bahkan meminta kepada masyarakat agar tidak memposting berita hoax, foto dan video sarkasme terkait aksi terorisme maupun korban pengeboman. Terakhir, PWI Banyuwangi mendesak DPR RI segera mengesahkan RUU Anti Terorisme.

“Postingan berita hoax, foto dan video pengeboman justru membuat pelaku teror senang. Media dalam urusan itu sangat hati-hati agar berita yang ditulis dan foto yang dimuat tidak membuat korban yang selamat dan keluarganya traumatik. Sebab itu PWI sepakat untuk tidak memuat dan menyebar gambar sarkasme terkait terorisme,” ungkap Ketua PWI us$$ai memimpin orasi damai di dalam Mapolres Banyuwangi.

Aksi damai para pemburu berita ini digelar di bawah joglo Mapolres Banyuwangi yang diawali dengan orasi. Secara bergantian, Firdaus dari Radio Vis FM dan Muhammad Hujaini dari Banyuwangitimes menyuarakan kecamannya terhadap aksi pelaku teror di Surabaya.

Menurut keduanya, pengeboman justru membuat rakyat kian berani melawan teror dan pasang badan membela aparat kepolisian. “Hidup Polri, Hidup PWI, lawan teroris. Kami tidak takut pada teroris,” ujar keduanya secara bergantian.

Pekik dukungan yang dilontarkan likuran anggota PWI Banyuwangi ini membuat haru Kapolres AKBP Donny Adityawarman SIK. Di bawah kawalan Kasat Sabhara AKP Basori Alwi dan Kasubag Humas AKP Bahrul Anam plus penjagaan personil Satsabhara, pejabat tertinggi di Polres Banyuwangi mengajak para wartawan turut mencegah perkembangan sel terorisme.

“Informasikan segala kegiatan radikalisme, terorisme maupun kekerasan dalam bentuk lain kepada aparat agar segera ditindak. Apabila bisa diatasi lewat nasehat lisan rekan-rekan media, silahkan. Bila tidak segera laporkan kepada kami,” pintanya.

Kapolres meminta warga Banyuwangi tidak perlu takut menyikapi aksi teror. Masyarakat dipersilahkan melakukan aktivitas seperti biasa. Sementara aparat akan terus melakukan penebalan pengamanan untuk memberi jaminan rasa aman.

“Pintu masuk menuju Banyuwangi dari Situbondo, Jember, Bali melalui jalur darat, laut dan udara kita perketat dengan menggelar razia sepanjang siang dan malam hari,” bebernya. (ari).

Aksi damai kalangan wartawan ini ditutup dengan penggunaan rompi anti peluru kepada AKBP Donny Adityawarman dan AKP Basori Alwi. Simbol ini sebagai nasehat dari jurnalis agar aparat kepolisian tetap mawas diri dalam melakukan pengamanan dari aksi teror agar tak menjadi korban. (ari)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...