Banyuwangi

Published in Banyuwangi

Di Tengah Kota, SDN Temengungan Banyuwangi Kondisinya Memperihatinkan

Feb 08, 2018 Publish by 
SDN Temenggungan Banyuwngi ini berada di tengah Kota. Namunkondisinya sangat memperihatinkan. Jumlah siswanya mulai jelas satu sampai kelas enam ahanya 60 anak. Padahal anggaran APBD dari tahun ke tahun terus meningkat. (foto/ifr)
SDN Temenggungan Banyuwngi ini berada di tengah Kota. Namunkondisinya sangat memperihatinkan. Jumlah siswanya mulai jelas satu sampai kelas enam ahanya 60 anak. Padahal anggaran APBD dari tahun ke tahun terus meningkat. (foto/ifr)

Banyuwangi (Koran Transparansi) – Terus melonjaknya anggaran pendikan Kabupaten Banyuwangi ternyata tidak diimbangi dengan peningkatan faslitas pendidikan yang memadai.

Ini terbukti, akibat minimnya perhatian pemangku keputusan di Banyuwangi  menyebabkan keberadaan SDN (Sekolah Dasar  Negeri) Temenggungan di jalan Jokopati no 49 Banyuwangi ini makin memperihatinkan . Padahal SDN Temenggungan berada di tengah kota. 

Bukan saja  kondisi gedung SDN tersebut yang memperihatinkan, namun jumlah guru sangat terbatas. Itu yang menyebebkan warga sekitarnya enggan untuk menyekolahkan  putra-putrinya ke SDN Temenggungan. 

Alahasil, pada tahun pendaftaran penerimaan siswa didik baru tahun  2018 lalu, sekolah SDN Temenenggungan hanya kebagian 12 siswa. Sedangkan jumlah siswa mulai kelas l sampai kelas 6 hanya 60 siswa. 

Kepala Sekolah SDN Temenggungan Rahayu Tri Hastuti  ketika ditemui wartawan koran ini hanya mengatakan, ya mau apalagi. Saya tidak bisa berbuat apa apa, ujar Yayuh panggilan akarapnya setengah pasrah. 

SDN Temenggungan memiliki tenaga SDM 8 orang ( 4 PNS termasuk Kepseknya), lainya THL (tenaga harian lepas),  jumlah siswa seluruhnya 60 anak dengan 7 rungan

Ia menceritakan sekolah ini tidak mempunyai lapangan untuk olahraga, tidak ada fasilitas Laptop, halaman sekolah juga tidak ada, kondisi toiletnya tidak layak, fasilitas untuk guru seperti seperangkat komputer, LED juga tidak ada. Belum lagi jalan  masuknya sangat sempit.

Pihaknya juga tidak bisa berfikir lagi bagaimana menghadapi Unas yang sudah mengunakan kurikulum 13 (K-13). 

“Saya ndak bisa berfikir lagi.Kami sangat berharap Pemerintah lebih bisa memperhatikan sekolah kami yang butuh bantuan. “ tambah Yayuk . (ifr)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...