Banyuwangi

Published in Banyuwangi

Bolak Balik Ditahan, Tidak Kapok, Bu Retno Kembali Ditangkap.Kasus Penggandaan Uang

Feb 01, 2018 Publish by 
Bu Retno, Tersangka Penggandaan Uang
Bu Retno, Tersangka Penggandaan Uang (kt/ari)

BANYUWANGI (Koran Transparansi) –Waginah (45) warga Dusun Bayu Lor, Desa Bayu, Kecamatan Songgon masih saja tidak kapok. Sudah 3 kali ini wanita yang biasa dipanggil Bu Retno terkait masalah penggandaan uang dan juga dipenjara. Tapi, yang ke 4 ini masih melakukan hal yang serupa dan masuk sel Polres lagi.

Apalagi, tidak pernah berhenti menekuni dunia klenik yang berkaitan dengan penggandaan uang. Ironisnya, ibu beranak satu ini ditangkap aparat lantaran kasus serupa, diduga melakukan kasus penipuan berkedok penggandaan uang. Dia ditangkap aparat Satreskrim Polres Banyuwangi di Kamar 15 Hotel Pancoran, Desa Karangbendo, Kecamatan Rogojampi, pada Senin (30/01) lalu.

Kasatreskrim Polres Banyuwangi melalui Kaurbinops (KBO) Iptu Hadi Waluyo menjelaskan, pertama kali pelaku berurusan dengan polisi tahun 2009. Setelah melalui proses persidangan akhirnya wanita yang terkenal dengan panggilan Bu Retno ini divonis 6 bulan.

“Kita tangkap lagi tahun 2010 dan 2015. Lha kok lama tak terdengar tertangkap lagi dengan kasus yang sama. Jadi empat kali ini ditahan polisi,” tandas Hadi,  Kamis (01/02).

Menurut Iptu Hadi Waluyo, peringai tersangka memang agak kasar. Sorot matanya seperti menunjukkan ketidaksukaan kepada orang yang diajak bicara. Dulu, saat dirinya memerika tersangka sempat mendapat intimidasi. “Seperti ada tekanan mistis. Tapi kami terus menyidik dia sampai berkas lengkap dan diserahkan ke Kejaksaan Negeri Banyuwangi,” bebernya.

Waginah kembali ditangkap aparat setelah dilaporkan M. Wiyono (33), warga Dusun Tembelang, Desa Bareng, Kecamatan Kabat. Korban membawa kasus ini ke ranah hukum karena merasa tertipu. Tersangka yang semula mengaku memiliki kemampuan menarik uang dari alam ghaib ternyata tak bisa membuktikan janjinya. Padahal uang mahar telah diserahkan.

“Tersangka sempat minta uang Rp 8,5 juta kepada korban dan seorang saksi bernama Saiful. Uang itu akan diganti setelah tersangka melakukan transaksi penjualan lempengan yang katanya emas senilai Rp 2,7 miliar dengan calon pembeli yang akan datang di Hotel Pancoran,” papar Hadi..

Namun uang miliaran rupiah yang ditunggu tak jadi cair. Soalnya pembeli lempengan yang versi tersangka hasil penarikan perewangan halusnya tidak jadi datang. Sementara korban dan saksi telah semalaman menunggu di hotel. Akhirnya Wiyono mengadukan kasus ini kepada aparat kepolisian.

Dukun pengganda uang ini mengaku sudah jera keluar masuk penjara dan disidik polisi. Bahkan saat duduk di ruang Tindak Pidana Ekonomi Tertentu (Tipiter), wanita berperawakan tinggi ramping itu mengeluh pusing.

“Sebetulnya sudah kapok. Lha kok pas meditasi di Gua Pawon Songgon korban minta bantuan. Mulanya suruh membantu mencarikan petunjuk Hp-nya yang hilang. Kemudian datang lagi minta nomer togel dengan alasan banyak hutang. Saya disuruh gerandong,” jelas tersangka.

Pertemuan yang inten selama tiga hari itu akhirnya mengarah ke penggandaan uang setelah pelaku menceritakan kemampuannya kepada korban dan saksi. Keyakinan korban kian kuat setelah menunjukkan kemampuan kleniknya dengan menarik lempengan dari alam alam lain yang kemudian hendak dijual kepada pembeli di Hotel Pancoran. (ari)

 

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...