Banyuwangi

Published in Banyuwangi

Dishub Banyuwangi terapkan tindakan represif agar sadar tertib lalin

Jan 11, 2018 Publish by 
Dinas Perhubungan (Dishub) Banyuwangi terpaksa melakukan tinakan represif agar mayarkat jera dan tidak sembarangan perkir.
Dinas Perhubungan (Dishub) Banyuwangi terpaksa melakukan tinakan represif agar mayarkat jera dan tidak sembarangan perkir. (kt/ifr)

BANYUWANGI (Koran Transparansi) – Dinas Perhubungan Banyuwangi terpaksa harus menerapkan tindakan tegas menyusul makin maraknya parkir liar. Padahal Dishub sudah memasang rambu rambu lalulintas. 

Sosialiasi tehadap parkir ini sudah tak henti hentinya dilakukn mulai mobil keliling  woro woro, pemasangan rambu rambu larangan berhenti atau larangan parkir, juga lewat iklan iklan baik itu media cetak, one line, radio dan televisi.

Kepala Dina Pehubungan Banyuwangi Kusiayadi mengatakan pihaknya akan melakukan penggebmbosan terhadap mobil mobil yang melanggar. Tak terkecuali mobil dinas. Langkah represif ini sudah waktunya dilakukan. Sebab kalau tidak parkir akan seenaknya. Banyuwangi sudah menjadi tujuan wisata sehingga masyarakatnya harus tertib.

Kusiayadi mengaku banyak menemukan sopir parkir semaunya. Tanda larangan parkir sudah didepan. Malah terkadang petugas juga ada disitu, tapi mereka seolah tidak tahu. ucap Kusiayadi ambil geleng geleng .   

Dishub Banyuwangi kata Kusiayadi, akan menerjunkan tim kusus yang beranggotkan tiga pesonil untuk langsung mlakukan penggebosan. Kalau perlu dikunci. “Sudah waktunya Banyuwangi menjadi wilayah tertib lalin sepanjang 24 jam,” tandasnya. (ifr)

banner