Berita Utama

Penandatanganan kerjasama antara Mahaka Group dengan tiket.com digelar awal tahun 2019 lalu.(foto/istimewa)

Surabaya (KoranTransparansi) – Penolakan laporan keuangan Garuda Indonesia tahun 2018 oleh dua komisaris, masing-masing Chairal Tanjung dan Dony Oskaria (keduanya dari PT Trans Airways), berbuntut panjang.

Harga saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mengalami penurunan yang signifikan. Di Bursa Efek Indonesia (BEI) per 16 Mei 2019 pukul 14.35 WIB, saham Garuda Indonesia tercatat sebesar Rp414 per lembar.

Kisruh laporan keuangan Garuda Indonesia ini membuat PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melanjutkan pengusutan dengan meminta masukan dari berbagai pihak, salah satunya Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) dan berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK).

Chairal Tanjung dan Dony Oskaria menolak menandatangani laporan keuangan tersebut dan melayangkan surat keberatan kepada perusahaan.

“Merujuk kepada Laporan Tahunan Perseroan Tahun Buku 2018 yang diajukan kepada kami, sesuai dengan Pasal 18 ayat 6 Anggaran Dasar Perseroan, bersama ini kami bersikap untuk tidak menandatangani laporan tahunan tersebut,” tulis keduanya dalam surat yang tersebar di kalangan media.

Keberatan Chairal Tanjung dan Dony Oskaria dipicu laporan keuangan Garuda Indonesia bertentangan dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Negara Nomor 23 lantaran telah mencatatkan pendapatan yang masih berbentuk piutang. Piutang tersebut berasal dari perjanjian kerjasama antara PT Garuda Indonesia Tbk dan PT Mahata Aero Teknologi serta PT Citilink Indonesia yang ditandatangani pada 31 Oktober 2018.

Total piutang tersebut sebesar US$239.940.000 dari PT Mahata Aero Teknologi dengan US$28.000.000 di antaranya merupakan bagi hasil yang seharusnya dibayarkan pihak Mahata kepada PT Sriwijaya Air.

Dari kerja sama itu Garuda Indonesia memiliki piutang sebesar US$239.940.000.

Namun, manajemen sudah mengakuinya sebagai pendapatan meski pihak Mahata belum membayar piutangnya kepada Garuda Indonesia. Hal itu membuat keuangan Garuda Indonesia berubah 180 derajat. Dari yang rugi sebesar US$216.580.000 juta pada 2017 menjadi laba pada 2018 sebesar US$809.840.

Chairal kepada wartawan seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Garuda Indonesia mengatakan pihaknya menolak laporan keuangan Garuda Indonesia karena akan menyesatkan publik dan dapat menimbulkan beban cash flow perseroan.

Dalam sebuah surat kepada OJK tertanggal 4 April 2019 yang ditandatangani oleh Direktur Human Capital Garuda Indonesia Heri Akhyar, pihak Garuda Indonesia membeberkan bahwa transaksi perjanjian dengan Mahata telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Independen Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan BDO.

Kejanggalan ini dimulai dari laporan keuangan Garuda Indonesia tahun 2018 yang membukukan laba bersih US$ 809.846 pada 2018 atau setara Rp 11,49 miliar (kurs Rp 14.200/US$). Padahal jika ditilik lebih detail, perusahaan yang resmi berdiri pada 21 Desember 1949 dengan nama Garuda Indonesia Airways ini semestinya merugi.

CEO tiket.com George Hendrata mengatakan pihaknya menjalin kerja sama dengan Mahata Group, startup yang menyediakan jasa wi-fi gratis di dalam pesawat Garuda Indonesia Group.

Nilai kesepakatan bisnis tersebut diperkirakan mencapai 500 juta dolar AS atau setara Rp7,25 triliun (kurs Rp14.500). Kendati demikian, bentuk dan skema kerjasama tersebut masih belum dipublikasikan, termasuk kapan mulai dijalankan.

Mahata Group mendapat kesempatan menjadi operator penyedia wi-fi di dalam pesawat yang dioperasikan Citilink Indonesia. Direktur Eksekutif Mahata Group Iwan Setiawan mengatakan kerja sama ini diharapkan mampu membantu Citilink menciptakan ekosistem digital yang terintegrasi dengan baik.

“Kami akan melakukannya dengan perusahaan digital platform kami serta partner resmi kami tiket.com,” ucapnya kepada wartawan tanpa menjelaskan mengapa memilih berpartner dengan tiket.com

Layanan wi-fi tersebut akan diterapkan pada 50 pesawat milik Citilink sehingga penumpang tetap bisa mengakses internet di ketinggian 35.000 kaki. Sumber Citilink menyebut investasi tersebut mencapai US$40 juta.

Wi-fi gratis di pesawat Citiink tersebut akan diterapkan secara bertahap, yakni 20 pesawat hingga akhir 2019 dan 30 pesawat sisanya akan ditarget selesai pada tahun 2020.

Langkah ini selaras dengan visi Garuda Group yang ingin menjadi maskapai digital. Layanan wi-fi gratis ini nanti juga akan tersedia di 227 pesawat milik Garuda Group, termasuk maskapai Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air.

Direktur Niaga Citilink Indonesia, Benny Rustanto percaya, kerja sama yang telah dijalin dengan Mahata Group dan tiket.com makin meningkatkan pelayanan maskapai kepada pelangganya.

“Kami sangat bangga melihat keberanian startup lokal seperti Mahata Group dan Tiket.com dalam menjawab tantangan untuk meningkatkan standar kualitas dari penerbangan nasional” kata Benny. (mat)

 

Ilustrasi rekaman getaran gempa. (Megapolitan.Antaranews.Com/Foto: Internet/Ilustrasi).

Jakarta (KoranTransparansi) - Gempa bumi dengan kekuatan 4,5 Skala Richter melanda wilayah Tuapejat, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Minggu dini hari pukul 00.20 WIB.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, gempa terjadi pada kedalaman 21 kilometer (km) pada titik koordinat 1,84 LS dan 99,88 BT.

Pusat gempa berada di laut 38 km Timur Laut Tuapejat dan guncangan gempa dapat dirasakan di wilayah Tuapejat (skala II-III MMI), Painan (II-III), Padang (II-III), Pariaman (I-II), Padang Panjang (I-II).(kh)

Desy Ratnasari. (Foto: Instagram/Desy Ratnasari Fansclub)

 

Jakarta - Nama-nama populer dari Jawa Barat diprediksi memenangkan Pileg 2019 dan lolos ke DPR RI di antaranya Adian Napitupulu, Rieke Diah Pitaloka, Fadli Zon. Berlatar belakang artis di antaranya Desy Ratnasari, Rachel Maryam, Mulan Jameela. 

Hal tersebut terlihat dalam data sementara yang dikeluarkan Perhimpunan Sang Gerilyawan Nusantara atau Perhimpunan Sangga Nusantara yang Ketua Umumnya adalah Indra J Piliang.

Berikut ini daftar nama 56 caleg Jabar lolos ke DPR RI.

1. Adian Napitupulu Jabar 5 DARI PDIP

 

2. Diah Pitaloka Jabar 3 dari PDIP

 

3. Jalaludin Rakhmat Jabar 2 dari PDIP

 

4. Junico Siahaan Jabar 1 dari PDIP

 

5. Ono Surono Jabar 8 dari PDIP

 

6. Ribka Tjiptaning Proletariyati Jabar 4 dari PDIP

 

7. Rieke Diah Pitaloka Jabar 7 dari PDIP

 

8. Sutrisno Jabar 9 dari PDIP

 

9. TB Hasanuddin Jabar 9 dari PDIP

 

10. Yoseph Umar Hadi Jabar 9 dari PDIP

 

11. Ahmad Riza Patria Jabar 3 dari Gerindra

 

12. Anggawira Jabar 9 dari Gerindra

 

13. Ardhya Pratiwi Jabar 10 dari Gerindra

 

14. Endang Setyawati Thohari Jabar dari Gerindra

 

15. Fadli Zon Jabar 5 dari Gerindra

 

16. Heri Gunawan Jabar 4 dari Gerindra

 

17. Jeffry Mondonni Jabar 9 dari Gerindra

 

18. Mulan Jameela Jabar XI dari Gerindra

 

19. Mulyadi Jabar 5 dari Gerindra

 

20. Rachel Maryam Jabar 2 dari Gerindra

 

21. Desy Ratnasari Jabar 4 dari PAN

 

22. Eddy Soeparno Jabar 3 dari PAN

 

23. Farah Putri Nahlia Jabar 9 PAN

 

24. Primus Yustisio Jabar 5 dari PAN

 

25. Nining Indra Saleh Jabar 8 dari Nasdem

 

26. Nurul Qomar Jabar 8 dari Nasdem

 

27. Olla Ramlan Jabar 4 dari Nasdem

 

28. Ace Hasan Syadzily Jabar 2 dari Golkar

 

29. Agun Gunandjar Sudarsa Jabar 10 dari Golkar

 

30. Budhy Setiawan Jabar 3 dari Golkar

 

31. Dave Akbarshah Fikarno Jabar 8 dari Golkar

 

32. Dedi Mulyadi Jabar 7 dari Golkar

 

33. Dewi Asmara Jabar 4 dari Golkar

 

34. Ichsan Firdaus Jabar 5 dari Golkar

 

35. Itje Siti Dewi Kuraesin Jabar 9 dari Golkar

 

36. Daniel Muttaqien Jabar 8 dari Golkar

 

37. Putri Komaruddin Jabar 7 dari Golkar

 

38. Ravindra Airlangga Jabar 5 dari Golkar

 

39. Dede Yusuf Jabar 2 dari Demokrat

 

40. Didi Irawadi Jabar 10 dari Demokrat

 

41. Herman Khaeron Jabar 8 dari Demokrat

 

42. Linda Megawati Jabar 9 dari Demokrat

 

43. Mohammad Muraz Jabar 4 dari Demokrat

 

44. Sjarifuddin Hasan Jabar 3 dari Demokrat

 

45. Ecky Awal Mucharam Jabar 3 dari PKS

 

46. Fahmi Alaydroes Jabar 5 dari PKS

 

47. Netty Prasetiyani Jabar 9 dari PKS

 

48. Nurhasan Zaidi Jabar 9 dari PKS

 

49. Slamet Jabar 4 dari PKS

 

50. Surahman Jabar 10 dari PKS

 

51. Ade Wardana Jabar 5 dari PKB

 

52. Didi Wahidi Jabar 9 dari PKB

 

53. M Hanif Dhakiri Jabar 6 dari PKB

 

54. Maman Imanul Haq Jabar 9 dari PKB

 

55. Neng E M Zulfa Hiz Jabar 3 dari PKB

 

56. Yanuar Prihatin Jabar 10 dari PKB

 

Pertemuan Joko Widodo bersama AHY

 

Jakarta (KoranTransparansi)  - Manuver Partai Demokrat (PD) setelah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) selalu mengejutkan. Terlebih, manuver Partai Demokrat justru tertuju ke capres Prabowo Subianto.

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menilai manuver PD itu bukan karena pertemuan AHY dengan Jokowi. BPN sendiri berpegangan dengan pernyataan yang menurut mereka terlontar dari pengurus PD.

"Kalau menurut saya sih nggak ya (manuver PD bukan karena pertemuan AHY-Jokowi). Justru mereka sendiri yang menyangkal kalau pertemuan itu tak akan merenggangkan hubungan di internal BPN. Kan bolak-balik itu disampaikan," kata juru debat BPN, Saleh Partaonan Daulay kepada wartawan, Senin (6/5/2019).

"Para pengurus PD menyatakan bahwa AHY bertemu Jokowi murni silaturahim. Untuk mendinginkan suasana pada tingkat grassroot. Pertemuan tersebut dinilai sangat penting," imbuhnya.

Manuver PD dimaksud salah satunya soal 'setan gundul', di mana, politikus PD Andi Arief menyebut Prabowo dipengaruhi setan gundul. Menurut Saleh, manuver PD dilatarbelakangi oleh masalah penghitungan suara Pilpres 2019 yang tak kunjung selesai, dikutip dari detiknews.

"Paling-paling mungkin... Ya ini kan persoalan mungkin penghitungan suara yang agak lambat sebetulnya. Kan banyak pertanyaan apakah betul bahwa yang menang itu adalah 01 atau justru sebaliknya 02. Kedua belah pihak ini kan sama-sama mengklaim," terangnya.

Sebelumnya diberitakan, AHY, yang merupakan Komandan Komando Tugas Bersama (Kogasma) PD, bertemu dengan Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (2/5). Pertemuan itu diikuti kontroversi perihal posisi Partai Demokrat.

PD sendiri dinyatakan tetap berada di koalisi pro-Prabowo-Sandi. Namun manuver politikusnya selalu mengejutkan!

Selain soal setan gundul, salah satu politikus PD juga sempat menyebut Prabowo ngambek. Adalah Sekjen PD Rachland Nashidik yang menilai Prabowo ngambek karena batal bertemu Ibu AHY, Ani Yudhoyono, yang dirawat di National University Hospital (kh).

Real count KPU kini 66%

Perhitungan perolehan suara Pemilu 2019 oleh KPU hingga Sabtu, 4 Mei 2019, pukul 18.00 WIB.

 Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo

Jakarta (KoranTransparansi) - Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) mengkonfirmasi, pada Sabtu siang, Detasmen Khusus (Densus 88) telah melakukan penangkapan pada tiga orang pelaku tindak pidana terorisme dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

"Telah dilaksanakan upaya paksa terhadap pelaku tindak pidana terorisme pada hari Sabtu ini, tanggal 04 Mei 2019, dan telah dilakukan penangkapan terhadap tiga orang," kata Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi Antara di Jakarta, Sabtu malam.

Mereka yang ditangkap, Dedi merinci, adalah SL (34) yang sitangkap di Jalan Pondok Ungu Permai Sektor V, Bahagia, Babelan, Bekasi sekitar pukul 04:34 WIB.

 AN (20) yang ditangkap di Jalan Keramat Kedongdong, Kelurahan Mangun Jaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, sekitar pukul 08:49 WIB.

Dan yang ketiga adalah MC (28) yang ditangkap di Jalan Waringin, Gang 13 Nomor 27 RT 004 RW 004 Kelurahan Mintaragen Kecamatan Tegal Timur, sekitar pukul 14:30 WIB.

"Semuanya memiliki keterlibatan dengan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Lampung yang diketahui berafiliasi dengan ISIS," ucap Dedi.

Kesemua yang ditangkap Densus 88 pada Sabtu ini, tambah Dedi memiliki peran masing-masing.

"SL merupakan DPO JAD Lampung, sedangkan AN dan MC menyembunyikan DPO JAD Lampung," ucap Dedi menambahkan.

Sebelumnya, Anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror dikabarkan menembak mati terduga teroris di sebuah rumah toko Kampung Pangkalan RT 11/04, Desa Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu subuh.

an, Deni Mulyadi saat dikonfirmasi pada Sabtu petang membenarkan kejadian itu. Menurut dia, ada salah satu pelaku yang tewas ditembak polisi saat penggerebekan itu.

"Iya benar ada penggerebekan teroris. Informasinya satu yang tewas. Jenazah terduga teroris yang belum diketahui identitasnya itu dibawa ke RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur," katanya.(rom)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...