Berita Utama

Presiden Joko Widodo

Bogor (KoranTransparansi.com) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Bogor, Rabu malam, meminta adanya pengecekan berkala terhadap kelayakan kapal berpenumpang.

"Saya juga minta ke Kemenhub dan dinas perhubungan di daerah untuk selalu rutin melakukan pengecekan berkala demi keamanan dan keselamatan penumpang," kata Presiden Joko Widodo.

Presiden menyampaikan pernyataan resmi didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Kepala Basarnas Marsekal Madya Muhammad Syaugi.

Kapal Kayu KM Sinar Bangun yang berkapasitas 43 penumpang dilaporkan tenggelam di perairan Danau Toba, antara Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir dengan Desa Tigaras, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara pada Senin (18/6) sekira pukul 17.30 WIB.

"Bagi semua pemilik kapal agar mematuhi semua peraturan yang ada, utamakan keselamatan penumpang dan ikuti petunjuk dan arahan dari BMKG mengenai prakiraan dan potensi adanya cuaca buruk," tambah Presiden.

Menurut Presiden, pemerintah akan memberikan santunan kepada para korban yang sampai saat ini masih terus dicari.

"Pemerintah akan memberikan santuan kepada keluarga korban yang meninggal dunia dan menjadi biaya perawatan untuk mereka yang memerlukan perawatan," ucap Presiden.

Presiden pun meminta agar musibah yang sama tidak terulang kembali. "Saya minta kasus sepeti ini tidak terulang lagi dan saya telah memerintahkan Menhub untuk mengevaluasii seluruh standar keselamatan untuk angkutan penyebarangan," tegas Presiden.

KM Sinar Bangun telah berlayar sekitar 30 menit dari Pelabuhan Simanindo di Kabupaten Samosir menuju Pelabuhan Tigaras di Kabupaten Simalungun saat kejadian.

Ketika itu dilaporkan angin bertiup sangat kencang dan ombak di perairan Danau Toba cukup tinggi, sedangkan kapal mengangkut penumpang yang diperkirakan lebih dari 200 orang termasuk sepeda motor yang cukup banyak.

Hingga saat ini jumlah korban yang ditemukan adalah 21 orang dengan rincian 19 orang ditemukan hidup dan 3 orang telah meninggal.

Namun, tidak ada manifes kapal yang hanya mampu bermuatan 43 penumpang itu, hingga saat ini total diperkirakan ada 192 orang yang berada dalam kapal tersebut.(sam)

Kapal Sina Mas mengalami musibah diterjang ombah dan angn kencang. Kapal tersebut membawa sekiatar 80 orang dan 60 kendaraan roda dua,R-2

SIMALUNGUN, MEDAN (KoranTransparansi.com)  - Kapal Penumpang KM Sinar Bangun dari Pulau Samosir tepatnya Simanindo, Kabupaten Samosir,  menuju Tigaras, Kabupaten Simalungun, Sumut, dikabarkan terbalik, Senin (18/6/2018). 

Berdasarkan informasi kapal  tersebut membawa 80 orang penumpang. Namun Informasi warga menyebut kapal berangkat dari Simanindo pukul 18.00 WIB dan setelah belayar sekitar 15 menit meninggalkan dermaga Simanindo mengalami musibah.

Kapal tenggelam dihantam ombak Danau Toba dan angin. Padahal kapal baru bertolak dari Simanindo dan masih berada di perairan sekitar Pulau Tao, Simanindo. 

Belum diketahui berapa penumpang yang selamat. Selain membawa 80 orang penumpang, Kapal tersebut membawa 60 unit kendaran roda dua,R-2.

Informasi yang berhasil dikumpulkan dari sejumlah penumpang baru 3 orang yang berhasil di evakuasi dengan selamat. Selebihnya masih dalam pencarian.(min)

Kapal KM Sinar Bangun dilaporkan tenggelam di perairan Danau Toba, antara Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir dengan Desa Tigaras, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Senin (18/06/2018), sekitar pukul 17.30 WIB. Tiga korban berhasil diselamatkan dan dibawa ke Puskesmas Sipintuangin

Jakarta (KoranTransparansi.com) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan sekitar 37 korban tenggelam KM Sinar Bangun telah dievakuasi sejumlah kapal perahu di sekitar lokasi terdekat perairan Danau Toba Sumatera Utara.     

Kepala Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui situs resmi "www.bnpb.go.id" di Jakarta Senin, menyebutkan kondisi korban yang dievakuasi belum diketahui.   

"Korban sementara sudah berhasil dievakuasi," kata Sutopo sebagaimana ditulis Antara   

Situs resmi BNPB itu mengungkapkan KM Sinar Bangun hendak menyeberang dari Pelabuhan Simanindo Kabupaten Samosir menuju Pelabuhan Tigaras Parapat pada Senin (18/6)    

Sekitar pukul 17.30 WIB, kapal motor yang diperkirakan mengangkut 80 orang itu tenggelam di perairan Danau Toba atau sekitar satu mil dari Pelabuhan Tigaras diduga akibat cuaca buruk.

Sebuah kapal ferry yang melintasi sekitar lokasi kejadian menyelamatkan tiga korban yang dibawa ke Puskesmas Sipintuangin namun korban lainnya belum ditemukan karena jarak tempat kapal tenggelam jauh dari perlintasan kapal ferry    

Petugas gabungan berupaya mencari korban lainnya dengan melibatkan Basarnas, TNI Angkatan Laut dan kepolisian.   

Korban lainnya yang berhasil dievakuasi KMP Sumut 2 sebanyak tiga orang selamat dan KMP Sumut 1 terdiri dari dua orang selamat, serta seorang meninggal dunia berjenis kelamin perempuan dibawa ke Puskesmas Simalungun.

Kapal kayu Sinta Damai juga menyelamatkan 14 orang namun belum diketahui kondisi terakhir dari para korban kapal tenggelam itu. BNPB juga menginformasikan korban selamat yang berada di Simamindo mencapai 15 orang.(kh)

 Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab

Jakarta (KoranTransparansi.com) - Mabes Polri memastikan Polda Metro Jaya menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) dugaan kasus percakapan berkonten pornografi yang menyeret pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

"Penyidik sudah menghentikan penyidikan," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Polisi M Iqbal di Jakarta Minggu.

Brigjen Iqbal menjelaskan awalnya tim pengacara Habib Rizieq mengajukan permohonan penghentian penyidikan terkait dugaan penyebaran pembicaraan konten pornografi melalui telepon selular itu.

Selanjutnya, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menggelar perkara yang ditindaklanjuti SP3.

Iqbal menyatakan penyidik yang berwenang menghentikan penyidikan kasus tersebut karena pengunggah percakapan bermuatan pornografi itu tidak ditemukan.

Iqbal menambahkan polisi juga bisa membuka dugaan kasus pelanggaran Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) tersebut jika menemukan bukti baru maupun menangkap pelaku penyebaran.

Sebelumnya, polisi telah menetapkan tersangka seorang wanita Firza Husein terkait dugaan penyebaran percakapan dan foto vulgar yang melibatkan Habib Rizieq Shihab pada 16 Mei 2017.

Polisi menjerat Firza menjerat dengan Pasal 4 ayat 1 juncto Pasal 29 dan atau Pasal 6 juncto Pasal 32 dan atau Pasal 8 juncto Pasal 34 Undang-Undang RI Nomor 44 Tahun 2008 tentang pornografi ancaman penjara di atas lima tahun.

Selain Firza, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya juga telah menetapkan tersangka terhadap Habib Rizieq terkait kasus yang sama dengan Firza.

Selama proses penyidikan, Habib Rizieq tidak mememuhi panggilan polisi karena lebih memilih berada di Arab Saudi. (sam)

Dokumentasi Tim Basarnas menghentikan pencarian dua remaja korban tenggelam karena angin kencang di Pantai Bayang, Makassar, Sulsel, Senin (6/10/2014). Dua remaja, Ahmad Rivai dan Asril tenggelam saat berlibur Idul Adha pada Minggu (5/10), Keduanya akhirnya ditemukan terapung telah tidak bernyawa setelah pencarian selama 26 jam.

Jayapura (KoranTransparansi.com) - Dua warga negara Papua Nugini (PNG), Sabtu (16/6) ditemukan nelayan saat terapung menggunakan jerigen dan ember di sekitar perairan Tanah Merah, Kabupaten Jayapura.

Direktur Polair Polda Papua Kombes Julius Bambang Karyanto kepada Antara mengatakan, kedua WN PNG itu ditemukan sekitar 57 mil laut dari kota Jayapura sedang terapung di laut.

Kedua WN PNG itu adalah Ori Naug (27 th) mahasiswa pendidikan guru dan Grikel (19 th/perempuan) dan keduanya beralamat di Pulau Coil Prov. East Sepik PNG, ditemukan dua nelayan yakni Sukri (27 th) dan Muh Rio (24 th) yang tinggal di kawasan Mandala Pantai, Dok V Bawah, Kota Jayapura.

Saat ditemukan oleh kedua nelayan, yang mengira hanya bentangan kayu, kondisi mereka sudah lemah, kata Kombes Bambang.

Dikatakan, dari keterangan kedua korban yang saat ini masih dirawat di RS Bhayangkara terungkap keduanya yang penduduk pulau Coil hendak ke pulau Wokio, Province East Sepik dengan menggunakan perahu motor bermesin 40 pk dengan membawa 15 liter bensin.

Kedua WN PNG itu berangkat Sabtu (9/6) lalu namun diperjalanan kehabisan bahan bakar sehingga sempat terombang ambing di laut sebelum memutuskan untuk berenang mencari pulau terdekat dengan menggunakan jerigen.

Kedua nelayan langsung memberikan makanan dan minuman yang dibawa dan membawa korban pulang ke rumah mereka di Dok V Bawah serta melaporkannya ke pos Polair.

Dari keterangan mereka, keduanya sudah terombang ambing selama 15 hari dan kini masih dirawat di RS Bhayangkara sambil menunggu proses pemulangan yang dilakukan Konsulat PNG di Jayapura, kata Kombes Julius Bambang.(guh)

    Sekjen Kemenag Nur Syam.

JAKARTA (KoranTransparansi.com) - Sekjen Kemenag Nur Syam mengapresiasi pesan yang disampaikan khatib saat khutbah Idulfitri. Nur Syam menunaikan Salat Idulfitri di Masjid Istiqlal bersama Wapres Jusuf Kalla serta ribuan muslim Jakarta dan sekitarnya.

Sebagai khatib,  mubaligh kondang,  Ust Abdullag Gymnastiar atau yang biasa disebut AA Gym. Dalam ceramahnya,  Pengasuh Pesantren Darut-Tauhid ini mengupas tentang pentingnya akhlak. 

"Materi khutbah yang disajikan dalam shalat ied terkait pesan kedamaian, toleransi, dan juga pesan tentang bagaimana kita membangun moderasi agama," terang Nur Syam saat gelar open house di rumah dinasnya,  Jakarta,  Jumat (15/06).

“Itu saya rasa satu hal yang sangat positif bagi kita, tentu kita berharap momentum hari raya dapat dijadikan salah satu instrumen memperkuat terhadap keberagamaan kita di tengah masyarakat yang berbhinneka ini,” sambungnya.

Hal ini sejalan dengan pesan Ketua MUI KH Ma’ruf Amin dan harapan Menteri Agama. Para khatib diimbau dapat memberikan dan menyajikan materi khutbah terkait akhlak dan moderasi agama.

Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya ini, berharap Hari Raya Idulfitri menjadi medium memperkuat ukhwah Islamiyah, dan bahkan ukhwah basyariah dan ukhwah insaniyah.

“Kita mengapresiasi, di hari raya semacam ini, saudara-saudara dari agama lain juga mengucapkan selamat hari raya. Tidak hanya itu, kita saling bersilaturahmi antar umat beragama. Itu adalah salah satu hal positif bagi kita bersama. Mudah-mudahan hal seperti ini terus berlangsung agar kita dapat membangun bangsa dengan baik,” tutup Nur Syam. (ROM)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...