Berita Utama

Ilustrasi

Haji Djami’an tak bisa berkata-kata. Perasaannya campur aduk antara senang, berharap, cemas, marah dan kecewa. Wakil Ketua Yayasan Tunas Bangsa ini mengaku hingga kini belum menerima dana hibah untuk yayasan dan sekolah-sekolah yang dinaunginya dari APBD Perubahan Tahun 2015.

Dari Yang Fiktif hingga Berdomisili Luar Kota

PEMBERIAN dana hibah senilai Rp 428,34 miliar untuk 1.839 institusi masyarakat dan pemerintahan mengundang kontroversi. Di antara ribuan penerima uang hibah tersebut terdapat sejumlah lembaga yang meragukan, diduga fiktif, berdomisili di luar Surabaya dan menerima lebih dari satu kali. Berikut catatan hukum Ardy S Zuhri, Peneliti pada Pusat Studi Akutansi Keuangan Negara, yang ditemui dikantornya pekan lalu.

Novi Amirul Fatah, Sekretaris LHKP PDM Surabaya

Pencantumansejumlah lembaga Muhammadiyah sebagai penerima hibah dari APBD Perubahan Tahun 2015 dinilai Sekretaris Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik Pimpinan Daerah Muhammadiyah (LHKP PDM) Surabaya, Novi Amirul Fatah, merugikan persyarikatan yang didirikan KH Mochammad Dahlan. Selain diduga tidak prosedural juga terdapat nama-nama tidak dikenal di organisasi Muhammadiyah.

Ilustrasi

Membengkak dan terus membengkak. Dana hibah yang dikucurkan Pemkot Surabaya meninggi dari tahun ke tahun.  Potret itu tersuguhkan pada APBD Surabaya 2013 hingga 2015.

Pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kota Surabaya Tahun anggaran 2017, akhirnya disahkan tepat waktu oleh DPRD kota Surabaya melalui rapat Paripurna, Rabu (30/11).

Terhitung tahun 2013-2015, Walikota Surabaya Tri Rismaharini menaikan porsi dana hibah dari APBD. Beberapa lembaga negara mendapat dana hibah gedhe-gedhean. Tidak terkecuali lembaga penegak hukum. Yang ‘’kecil-kecil’’ untuk masyarakat. Sejumlah kalangan menilai, selain rentan tindak korupsi, hukum dijinakkan dengan cara memfasilitasi nikmatnya fulus hibah kepada kepolisian dan kejaksaan.

Ketua PWI Jatim, Akhmad Munir menyerahkan penghargaan kepada tokoh pers Dahlan Iskan di kediaman Dahlan bersama pengurus PWI Jatim

Awal kegiatan panitia Hari Pers Nasional 2017 Persatuan Wartawan Indonesia Provinsi Jawa Timur atau 32 tahun sejak pertama kali, hari bersejarah bagi pers diberi hadiah sebagai hari nasional oleh mantan Presiden Soeharto pada tahun 1985, pengurus PWI Jatim dan panitia HPN Jatim melakukan kegiatan silaturrahmi dengan motto ’’Anjangsana ke wartawan senior pengabdi di dunia pers’’, Sabtu (17/2) lalu

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...