Berita Utama

Anggaran Sampah Menista Si Miskin

Anggaran untuk membayar operasional pengelolaan sampah di tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo sebesar Rp 96,56 miliar di RAPBD Surabaya Tahun 2017 tak bisa dibendung. Anggaran tersebut melengkapi deret yang sudah ada sejak tahun 2013. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dengan senang hati memberikan duit ke mitra kerjanya, PT Sumber Organik, masing-masing sebesar Rp, 6,06 miliar, Rp 13,44 miliar, Rp 64.64 miliar dan Rp 97,26 miliar mulai tahun 2013 hingga 2016.

Tumpukan sampah di TPA Benowo

Catatan Koran Transparansi tentang Kisah Pengelolaan Sampah Surabaya

Bau busuk sampah tak hanya di kawasan Benowo atau di Keputih, Sukolilo, di masa lalu. Bau itu juga menyengat dari sel-sel struktur belanja barang dan jasa pada APBD 2017. Kisah mesin pembakar sampah di Keputih yang haru biru itu tampaknya terulang di episode gasifikasi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo.

Achmad Soekardi, Sekdaprov Jatim

Pasal 103 Permendagri Nomor 13 Tahun 2006, menugaskan Sekdaprov Jatim, Achmad Soekardi, menginformasikan ke publik tentang RAPBD Jatim Tahun 2017. Perintah tersebut harus dilaksanakan Achmad Soekardi tanpa syarat. Bahkan jauh sebelum dokumen rakuyat tersebut disampaikan ke DPRD Jatim pada awal Oktober 2007 lalu.

Anggaran Belanja Langsung Urusan Kesehatan dan Anggaran Belanja Urusan Ekonomi

Tujuh sasaran utama diperatuhkan Gubernur Jatim Soekarwo dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2017. Implementasinya pada APBD. Namun, sejumlah kalangan meragukannya. Sebab, seberapa banyak rakyat Jatim yang akan menikmati dampak positif belanja senilai Rp 23,82 triliun.

Anang Saifudin Junaidi : Paceklik Dilahan Tandus, Ini Melukai Masyarakat

RAPBD Jatim Tahun 2017 didesain pesimis. Selain minimnya pendapatan, melonjaknya belanja tak bisa ditolak. Walhasil, dana perimbangan bak Dewa Penolong di musim paceklik. ‘’Mestinya tidak perlu seperti itu jika kinerja keuangan Pemrov Jatim solid dan terbangun bagus.

RAPBD Surabaya 2017 : Penanganan Piutang Pajak, Tak Jelas Arah dan Gerangannya

Postur RAPBD Surabaya Tahun 2017, dinilai kalangan pengamat belum realitis. Sektor penerimaan daerah belum tergambarkan realitas penerimaan sesungguhnya, khususnya dari sisi piutang pajak. Pada tahun 2014, nilai pajak yang belum tertagih sekitar Rp 599 miliar lebih. Setahun kemudia, piutang pajak tersebut turun hingga tinggal Rp 579 miliar lebih. Salah satu contoh  pajak restoran bisa nunggak hingga Rp 14,47 miliar di tahun 2014 dan Rp 13,37 miliar? ’’Penanganan piutang-piutang itu tak jelas arah dan gerangannya,”

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...