Berita Utama

Deputi RB Kunwas Kementerian PANRB M. Yusuf Ateh dan Deputi bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah BPKP, Gatot Darmanto menandatangani kerjasama pengembangan aplikasi e-performance based budgeting untuk pemerintah daerah di Jakarta

JAKARTA (KoranTrasparnsi.com) - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) bekerjasama dengan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dalam mewujudkan anggaran berbasis kinerja secara elektronik (e-performance base budgeting). 

Sayangnya banyak  Kabupaten/Koata dan Provinsi yang baru menerapkan  e-budgeting sehingga masih banyak bolong-bolong yang berpotensi menimbulkan in efisiensi. Meski begitu ini hal yang angat positif.

Kementerian PANRB mendorong seluruh Pemerintah Daerah (pemda) di Indonesia  untuk menerapkan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Daerah (SIMDA) Perencanaan yang telah dikembangkan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). 

Penerapan aplikasi berbasis teknologi informasi itu bertujuan untuk mewujudkan manajeman perencanaan yang transparan, akuntabel, dan sesuai aturan yang berlaku.

Sestama BPKP Dadang Kurniawan mengatakan, dalam aplikasi SIMDA ada sejumlah sub sistem pendukung, yaitu SIMDA BMD, SIMDA Pendapatan, dan SIMDA Gaji. “Sampai 31 April 2018, aplikasi SIMDA telah diterapkan di 444 pemda. 

Sedangkan untuk aplikasi SIMDA Perencanaan, per 30 April 2018, sudah diimplementasikan oleh 161 pemda,” ujarnya  dalam acara Penandatangan Kerjasama Pengembangan Aplikasi E-Performance Based Budgeting untuk pemerintah daerah dan Penyerahan Laporan Hasil Reviu atas Laporan Kinerja Pemerintah Pusat Tahun 2017, di Kantor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Jakarta, Rabu (16/05).

Selain SIMDA Perencanaan (e-planning), BPKP sudah mengembangkan berbagai aplikasi, antara lain e-musrenbang, dan e-ASB, sebagai bagian grand design sistem tata kelola pemda yang terintegrasi dengan e-budgeting pada aplikasi SIMDA Keuangan. 

“Aplikasi itu sebagai tindak lanjut dari hasil kegiatan Koordinasi Supervisi dan Pencegahan (Korsupgah) Korupsi antara BPKP dengan KPK untuk memfasilitasi pemda dalam menyusun dokumen perencanaan daerah,” imbuhnya.

Penggunan aplikasi ini membantu pemdadalam pelaksanaan pengelolaan keuangan daerah secara efisien, transparan, akuntabel dan auditable. Dadang berharap, pengembangan Aplikasi SIMDA Perencanaan dapat menambah, memperkuat, dan meningkatkan efisiensi pelaksanaann tata kelola pemda, mulai dari perencanaan daerah sampai pelaksanaan tahunan.

Sinergi dengan Kementerian PANRB ini merupakan salah satu kontribusi pemerintah pusat kepada pemda untuk penerapan e-gov terintegrasi, yaitu pengintegrasian fungsi e-planning, e-budgeting sampai dengan e-SAKIP.

Untuk mendukung semua itu dilakukanlah penandatanganan nota kesepahaman antara Menteri PANRB Asman Abnur, Deputi bidang Reformasi Birokrasi, Akuntablilitas Aparatur dan Pengawasan M Yusuf Ateh, dan Sestama BPKP Dadang Kurniawan.

Penandatanganan itu diharapkan dapat menjadi langkah maju untuk terus meningkatkan hubungan kerjasama guna mendorong percepatan terwujudnya tata kelola pemerintah yang bersih. 

“Koordinasi dan sinergi harus terus dilakukan secara berlanjut dalam rarngka pengembangan dan implementasi e-gov terintegrasi pada seluruh pemda,” tegas Dadang. (rom)

Dalam keterangan persnya Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengutuk keras tindakan biadab pengeboman tiga gereja di Surabaya secara serentak yang memakan korban

JAKARTA (KoranTransparansi.com) - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengutuk keras tindakan biadab pengeboman tiga gereja di Surabaya secara serentak yang memakan korban, tidak saja orang dewasa tapi juga anak-anak pada minggu dan Senin.

“Saya atas nama DPR dan seluruh rakyat Indonesia menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban serangan bom di tiga gereja di Surabaya. Saya juga mengutuk keras aksi keji peledakan bom di tiga gereja yang merenggut korban jiwa. Aksi terorisme seperti ini tidak bisa dibiarkan.

Tidak ada satupun ajaran agama yang memperbolehkan umatnya membunuh orang lain. Aparat keamanan harus menindak tegas pelaku dan jaringan terorisme yang terlibat,” ujar Bamsoet.

Kejadian itu, lanjut Bamsoet, sekaligus menyadarkan kita bahwa para pelaku teror atau teroris itu ada di sekitar kita. Hidup bersama kita. Bisa jadi mereka juga ada di media sosial yang selama ini ikut mengutuk dan mencaci maki aparat yang melakukan penindakan kepada para terduga teroris dengan tuduhan pelanggaran HAM.

Dan kini, pasca tragedi penyanderaan di Mako Brimob beberapa waktu lalu, jaringan atau sel-sel yang selama ini terkesan tidur mulai muncul ke permukaan. Mulai dari aksi penikaman anggota intel polri di Depok hingga aksi peledakan bom di beberapa titik di Surabaya minggu pagi yang memakan korban anak-anak tak berdosa. Kita tidak tahu berapa banyak lagi target mereka.

“Sebagai Ketua DPR RI, saya kehabisan kata-kata untuk mengutuk keras aksi bom bunuh diri yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa di tiga gereja di Surabaya. Kecuali mendorong aparat penegak hukum untuk segera mengungkap jaringan pelaku serta menindak tegas tanpa pandang bulu,” pungkasnya

Atas nama DPR, politisi dari Fraksi Partai Golkar ini meminta tindakan para pelaku harus segera diproses hukum. Sebab, apabila aparat kepolisian tidak bergerak cepat, dikhawatirkan akan ada pihak yang memprovokasi masyarakat sehingga kerukunan dan kedamaian bisa terganggu.

“Saya tegaskan, negara kita tidak memberikan ruang toleransi bagi para pelaku tindakan kekerasan dan terorisme. Apalagi ini bisa mengganggu kerukunan dan keharmonisan dalam masyarakat,” tegas Bamsoet. (sam)

Presiden Jokowidi GKI Surabaya usai ledakan bom teroris

Surabaya - Presiden Joko Widodo menyebut teror bom di 3 gereja di Surabaya sebagai aksi biadab. Jokowi menegaskan negara tidak akan tinggal diam untuk mengusut jaringan pelaku teroris.

"Tindakan terorisme kali ini sungguh biadab dan di luar batas kemanusiaan," kata Jokowi dalam jumpa pers di RS Bhayangkara, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018).

Berikut pernyataan lengkap Presiden Jokowi:

Hari ini telah terjadi aksi teror di 3 lokasi di Surabaya. Tindakan terorisme kali ini sungguh biadab dan di luar batas kemanusiaan yang menimbulkan korban anggota masyarakat, anggota kepolisian dan juga anak-anak yang tidak berdosa.

Termasuk pelaku yang menggunakan dua anak berumur kurang lebih 10 tahun yang digunakan juga untuk pelaku bom bunuh diri.

Terorisme adalah kejahatan terhadap kemanusiaan dan tidak ada kaitannya dengan agama apa pun. Semua ajaran agama menolak terorisme apa pun alasannya.

Tak ada kata yang dapat menggambarkan betapa dalam rasa duka cita kita semuanya atas jatuhnya korban akibat serangan bom bunuh diri di Surabaya ini.

Pagi tadi saya sudah memerintahkan kepada Kapolri untuk mengusut tuntas jaringan-jaringan pelaku dan saya perintahkan untuk membongkar jaringan itu sampai akar- akarnya.

Seluruh aparat tak akan membiarkan tindakan pengecut semacam ini dan mengajak semua anggota masyarakat untuk bersama-sama memerangi terorisme, memerangi radikalisme yang bertentangan dengan nilai-nilai agama nilai nilai luhur kita sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai Ketuhanan dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebinekaan.

Saya juga mengimbau seluruh rakyat di seluruh pelosok tanah air agar semua tetap tenang, menjaga persatuan dan waspada. Hanya dengan upaya bersama seluruh bangsa terorisme dapat kita berantas kita harus bersatu melawan terorisme

Terakhir marilah kita berdoa kepada para korban yang meninggal dunia semoga mereka mendapatka tempat yang terbaik di sisi Allah SWT dan kepada keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan.

Korban-korban yang luka-luka mari kita doakan agar diberi kesembuhan dan negara, pemerintah menjamin semua biaya pengobatan dan perawatan para korban.

Kapolri Jendral Tito Karnavian saat memberikan kegterangan pers menyangkut Bom di Gereja Surabaya, Minggu (13/5/2018)

Surabaya (KoranTrasparansi.com) - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan pelaku bom di tiga gereja di Surabaya, Minggu pagi, diduga kuat adalah satu keluarga.

"Tim sudah bisa diidentifikasi pelaku. Pelaku diduga satu keluarga yang melakukan serangan. Seperti di Gereja Pantekosta di Jalan Arjuno yang menggunakan mobil avanza diduga adalah bapaknya bernama Dita Prianto," kata Kapolri saat merilis peristiwa itu di Rumah Sakit Bhayangkara Mapolda Jatim.

Tito melanjutkan, sebelum melakukan aksi di Gereja Pantekosta, pelaku terlebih dahulu menurunkan istri yang bernama Puji Kuswati dan dua anak perempuan bernama Fadila Sari (12) dan Pamela Riskita (9). Sementara pelaku di Gereja Katolik Santa Maria Tak bercela adalah dua orang laki-laki yang diduga anak Dita.

"Satunya adalah Yusuf Fadil usia 18 tahun dan Firman Halim berusia 16 tahun. Semuanya adalah jenis bom bunuh diri namun jenis bomnya berbeda," ujar Tito.

Dijelaskannya, pelaku bom di Gereja Pantekosta meletakkan di dalam mobilnya. Setelah itu Dita menabrakan mobilnya karena merasa terdesak. Sedangkan di GKI Jalan Diponegoro, tiga bom diletakkan di pinggang. Itu terlihat karena baik ibu dan anak mengalami luka dan rusak di bagian perut. Sementara atas dan bawah masih utuh.

"Kalau di gereja di Ngagel menggunakan bom yang dipangku. Kita belum paham bom apa ini jelasnya. Ini bom pecah dengan efeknya yang besar dibawa dengan sepeda motor," ucapnya.

Sampai saat ini, tim Laboratorium Forensik Polda Jatim masih menyelidiki bahan peledak apa yang dipakai.

"Kelompok tak lepas dari Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) yang merupakan pendukung utama ISIS di Indonesia yang dipimpin oleh Aman abdurahman," kata Tito.

Untuk motifnya, Tito mengemukakan, saat ini ISIS tengah ditekan dan dalam keadaan terpojok. Dalam tekanan itu, ISIS memerintahkan jaringannya menyerang di seluruh dunia termasuk di Indonesia.(den)

Presiden Resmikan Program "Pesantrenpreneur" & Toko Ritel mModern "Ummart"

PASURUAN (KoranTransparansi.com) - Presiden Joko Widodo meresmikan program "Pesantrenpreneur" dan toko ritel modern "Ummart" yang merupakan bentuk usaha di pondok pesantren di Ponpes Bayt Al Hikmah Pasuruan Jawa Timur, Sabtu (12/5/2018).

"Saya mengapresiasi tinggi khusunya HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) Jawa Timur dengan mulai masuk ke pondok pesantren melalui Ummart-nya, dengan `pesantrenpreneurnya` untuk meningkatkan ekonomi yang dimulai dari pengusaha muda kita," kata Presiden Joko Widodo.

"Saya lihat sudah di beberapa pesantren, ada `ummart`, `nummart`, itu harus terus kita kembangkan, pemerintah juga mulai bangun bank wakaf mikro di pondok-pondok pesantren, awalnya 20 ponpes, lalu ditambah jadi 40 ponpes, dikoreksi diperbaiki lagi dan makin banyak, harapan saya seperti itu," ungkap Presiden.

Sebelumnya, Ketua Umum HIPMI Jawa Timur Mufti Anam mengatakan bahwa Ummart awalnya menjadi proyek percontohan di Ponpes Bayt Al-Hikmah namun dikembangkan di 10 ponpes lainnya dengan asisten dari ritel-ritel modern lainnya.

Padahal menurut Mufti, ada 30 ribu ponpes di seluruh Indonesia dengan 5 juta santri dan berdampak pada 10 juta umat.

"Saya lihat sudah di beberapa pesantren, ada `ummart`, `nummart`, itu harus terus kita kembangkan, pemerintah juga mulai bangun bank wakaf mikro di pondok-pondok pesantren, awalnya 20 ponpes, lalu ditambah jadi 40 ponpes, dikoreksi diperbaiki lagi dan makin banyak, harapan saya seperti itu," ungkap Presiden.

"Di ponpes memang ada warung dan koperasi tapi tidak mampu untuk berkompetisi dengan ritel yang ada, maka HIPMI bersinergi dengan Aprindo mengembangkan `Ummart` untuk berkompetisi dengan ritel yang ada," kata Mufti.

"Di ponpes memang ada warung dan koperasi tapi tidak mampu untuk berkompetisi dengan ritel yang ada, maka HIPMI bersinergi dengan Aprindo mengembangkan `Ummart` untuk berkompetisi dengan ritel yang ada," kata Ketua HIPMI Jawa Timur Mufti.

Ummart pun menjadi inkubator bisnis karena 3 bulan sekali pengurus Ummart dan ponpes akan digilir dari satu ponpes ke ponpes lain. (guh)

 

 Anggota Komisi III DPR RI Didik Mukrianto.

JAKARTA (KoranTransparansi.com) - Anggota Komisi III DPR RI Didik Mukrianto meminta jajaran Polri mengusutuntas insiden penyanderaan yang terjadi di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok pada Selasa malam (8/5/2018) hingga Kamis pagi (10/5/2018). Didik juga meminta Mabes Polri membuka fakta terkait kerusuhan yang berlangsung selama 40 jam tersebut.

“Kepolisian harus menjelaskan seterang-terangnya sesuai fakta yang ada kepada masyarakat agar tidak ada berita yang simpang siur dan bisa menyesatkan,” ungkap Didik dalam keterangan persnya yang diterima Parlementaria, Kamis (10/5/2018).

Didik mengatakan insiden tersebut merupakan peristiwa yang terjadi di luar dugaan dan memprihatinkan, karenanya ia beharap Kepolisian segera mengendalikan keadaan dan melakukan investigasi menyeluruh.

 “Segera setelah didapatkan informasi dan fakta yang sebenarnya, kami Komisi III meminta Polri segera melakukan langkah-langkah strategis yang tepat, instropeksi dan evaluasi secara menyeluruh agar tak terjadi hal-hal seperti ini lagi,” tegas Didik.

Politisi F-Demokrat ini juga menyampaikan keprihatinannya serta kedukaan yang mendalam atas gugurnya 5 anggota Polri dalam insiden penyanderaan di Rutan Mako Brimob. Mereka adalah Iptu Luar Biasa Anumerta Yudi Respuji Siswanto, Aipda Luar Biasa Anumerta Benny Setiadi, Brigadir Polisi Luar Biasa Anumerta Sandi Setyo Nugroho, Briptu Luar Biasa Anumerta Syukron Fadhli dan Briptu Luar Biasa Anumerta Wahyu Catur Pamungkas.

Diduga korban mengalami penyiksaan sadis, berdasarkan hasil forensik sebagian besar korban tewas dengan sejumlah luka di sekujur tubuhnya. “Menjadi keprihatinan dan kedukaan yang mendalam bagi kita atas gugurnya anggota Polri dalam kerusuhan di Rutan Mako Brimob tersebut,” imbuhnya

Selain anggota Kepolisian, diketahui satu napi juga tewas dalam insiden tersebut, yakni Abu Ibrahim alias Beny Syamsu asal Pekanbaru. Sementara, 155 napi teroris yang terlibat dalam kericuhan langsung dipindahkan ke Lapas Nusakambangan, Cilacap pada kamis pagi. (sam)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...