Berita Utama

Published in Berita Utama

Gempa NTB : Korban Meninggal Capai 82 Orang dan 132 Luka Berat

Aug 06, 2018 Publish by 
Gempa NTB : Korban Meninggal Capai 82 Orang dan 132 Luka Berat

Lombok,NTB (KoranTransparnsi.com) - Gempa berkekuatan 7 skala Richter (SR) di Lombok, Nusa Tenggara Barat berakibat sedikitnya 82 orang meninggal dunia dan 13 orang mengalami luka berat serta ratusan luka ringan. 

Meski belum terdata secara rinci, namun diperirakan ratusan rumah dan gedung gedung hancur akibat dahsyatnya gempa yang terjadi pada Minggu ( 8/8/2018) pagi. Menurut Bupati Lombok Utara Najmal Ahkyar, kerugian belum bisa dihitung. Tapi dipastikan ratusan miliar.

Dijelaskan bahwa Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) NTB semula menetapkan tanggap darurat akan berakhir pada tanggal 5 Agustus atas gempa sebelumnya.

Dengan terjadinya gempa yang lebih besar itu, maka tanggap darurat diperpanjang sampai tujuh hari kedepan.

Gempa terbedar ada di Lomba Utara dan Lomboh barat. Kerusakan berat dan korban meninggal terbanyak ada di Kecamatan Pemenang, Kecamatan Tanjung dan Kecamatan Gangga. 

Di Lombok Utara terdapat 65 orang dan Trawangan. Korban meninggal rata rata akibat tertimbun reruntuhan bangunan gdung dan rumah dan lainya.

RSUD Lombok Utara yang menjadi rujukan para korban meninggal dan luka luka ternyata juga tekena musibah. Beberapa bagian gedung rumah sakit tersebut mengalami retak dan plafon rumah sakit berjatuhan. Ini mengakibatkan kepanikan pasien dan petugas media lainya.

Bupati Lombok Utara Najmal Ahkhyar menjelaskan sejak terjadinya gempa pada Minggu kemarin itu PLN juga padam. Dan sampai pagi dinihari tadi belum menyala. 

Pemerintah NTB terus melakukan koordinasi dengan petugas dilapangan dengan mengevakuasi para korban, memberikan pengobatan dan keperluan lain seperti selimut. Para korban membutuhkan banyak bantuan, termasuk bantuan makan. 

Untuk sementara para korban ditampung di kantor kantor pemerintah. Namun karena karena kepanikan akan terjadinya gempa susulan pengungsi banyak memilih ditempat tempat terbuka. BMKG mencatat sedikitnya telah terjadi sedikitnya 80 kali gempa.

"Berdasarkan laporan BMKG berpotensi  tsunami dengan ketinggian tsunami yang masuk ke daratan 10 cm dan 13 cm, namun terjadi," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho. (ais)

 

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...