Berita Utama

Published in Berita Utama

Pakde Karwo : Istighotsah Wujud Syukur atas Capaian Tahun 2017

Jan 01, 2018 Publish by 
Gubernur Jawa Timur Pakde Karwo (paling kiri) dengan khususk berdoa menjalng pergantian tahun di Jalan Pahlawan Surabaya, Minggu (31/12/2017) malam
Gubernur Jawa Timur Pakde Karwo (paling kiri) dengan khususk berdoa menjalng pergantian tahun di Jalan Pahlawan Surabaya, Minggu (31/12/2017) malam (kt/guh)

SURABAYA (Koran Transparansi) - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar istighotsah dan dzikir bersama saat merayakan malam pergantian tahun baru 2018. Kegiatan ini merupakan wujud syukur atas berbagai capaian positif, dan situasi dan kondisi yang relatif kondusif di Jatim pada 2017 lalu, serta berharap Tahun 2018 bisa menjadi lebih baik.

“Ini wujud rasa syukur kita kepadaNya, karena kita telah diberikan nikmat sepanjang Tahun 2017 ini, dan mari kita berdoa agar Tahun 2018 menjadi lebih baik” kata Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo saat "Dzikir dan Doa Bersama Menyongsong Tahun 2018" di depan kantor Gubernur Jatim, Jl. Pahlawan 110 Surabaya, Minggu (31/12) malam.

Pakde Karwo, sapaan akrabnya mengatakan, Tahun 2017 telah dilalui dengan baik oleh Jatim, bahkan berbagai penghargaan tingkat nasional berhasil diraih. Capaian itu karena situasi dan kondisi di Jatim kondusif. Imbasnya, pembangunan berjalan dengan lancar, sehingga kesejahteraan masyarakat bisa meningkat. 

“Kita tidak bisa membangun jika tidak aman, kita juga tidak bisa meningkatkan kesejahteraan jika tidak ada pembangunan. Jadi segitiga besi (aman,nyaman-membangun-sejahtera) ini harus kita jaga”  katanya.

Menyongsong Tahun 2018, Pakde Karwo berkomitmen untuk terus memelihara dan meningkatkan kesolidan segitiga besi tersebut, tujuannya agar masyarakat semakin sejahtera. Caranya, dengan membangun provinsi Jawa Timur berbasis etika, moral, dan spiritual.

“Kami akan memperbanyak para penghapal Al-Qur’an, hafidz dan hafidzah untuk membantu Jatim tetap aman dan tentram, menggandeng seluruh pihak, baik Polri, TNI, pengusaha, kaum intelektual, tokoh agama dan masyarakat. Mari kita bangun Jatim berbasis etika moral dan akhlak” tegasnya. (guh)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...