Berita Utama

Presiden Jokowi (paling kiri) saat meninjau pembangunan Bendungan Ciawi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (26/12/2018).

Jakarta (KoranTransparansi.com)  - Presiden Joko Widodo menyampaikan ucapan selamat menyambut Tahun Baru 2019 melalui akun twitternya yang diunggah Senin.

Presiden Jokowi melalui akun twitternya @jokowi menanyakan: Akhir tahun ini kalian di mana?  Apa yang baru? Adakah yang seru? 

Kemudian Presiden mengatakan: Saya ingin mendengar dan membaca pengalaman berlibur bersama keluarga dan teman-teman,  renungan akhir tahun, juga resolusi tahun baru dari kalian. 

Di cuitan itu juga dimuat video animasi dengan pembukaan berupa pertanyaan: Liburan naik apa? 

Seanjutnya ada animasi dengan tulisan ada bandara baru, ada kereta baru, ada jalan tol baru, ada dermaga baru. Terakhir Presiden Jokowi menyampaikan ucapan selamat menyambut Tahun Baru 2019.

Sebelumnya saat meninjau pembangunan Bendungan Ciawi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (26/12),  Presiden Jokowi mengungkapkan akan menghabiskan tahun 2018 dan memasuki tahun 2019 di Bogor, Jawa Barat. 

"Di rumah," kata Presiden Jokowi singkat.  Ketika ditanya rumah yang mana,  Jokowi mengatakan kemungkinan di Bogor. (rom)

Petugas Basarnas mengumpulkan jenazah korban tsunami di pesisir Cinangka, Serang, Banten, Minggu (23/12).

Jakarta  (KoranTransparansi.com) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut tak ada korban jiwa dalam tsunami yang menerjang Pantai di Selat Sunda.

"Tidak ada korban warga negara asing. Semua warga Indonesia," kata  Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwonugroho dalam siaran pers yang diterima Antara di Jakarta, Minggu.

Hingga pukul 16.00 WIB, Minggu, korban akibat tsunami Selat Sunda sudah tercatat 222 korban jiwa. Selain itu  843 orang luka-luka dan 28 orang hilang.

Kerusakan material meliputi 556 unit rumah rusak, sembilan unit hotel rusak berat, 60 warung kuliner rusak, 350 kapal dan perahu rusak.

Korban dan kerusakan meliputi empat kabupaten terdampak yaitu di Kabupaten Pandeglang, Serang, Lampung Selatan dan Tanggamus.

Jumlah itu diperkirakan masih akan terus bertambah karena belum semua korban berhasil dievakuasi, belum semua Puskesmas melaporkan korban, dan belum semua lokasi dapat didata keseluruhan. Kondisi ini menyebabkan data akan berubah," katanya.

Dari total korban tersebut ada di Kabupaten Pandeglang tercatat 164 orang meninggal dunia, 624 orang luka-luka, 2 orang hilang.

Kerusakan fisik meliputi 446 rumah rusak, 9 hotel rusak, 60 warung rusak, 350 unit kapal dan perahu rusak, dan 73 kendaraan rusak.

Daerah yang terdampak di 10 kecamatan. Lokasi yang banyak ditemukan korban adalah di Hotel Mutiara Carita Cottage, Hotel Tanjung Lesung dan Kampung Sambolo.

"Kebanyakan korban adalah wisatawan dan masyarakat setempat. Daerah wisata sepanjang pantai dari Pantai Tanjung Lesung, Pantai Sumur, Pantai Teluk Lada, Pantai Panimbang dan Pantai Carita sedang banyak wisatawan berlibur yang kemudian diterjang tsunami," katanya.

Korban di Kabupaten Serang tercatat 11 orang meninggal dunia, 22 orang luka-luka, dan 26 orang hilang. Kerusakan bangunan masih dilakukan pendataan.

Sedangkan korban di Kabupaten Lampung Selatan tercatat 48 orang meninggal dunia, 213 orang luka-luka dan 110 rumah rusak. Di Kabupaten Tanggamus terdapat satu orang meninggal dunia.

Penanganan darurat terus dilakukan. BNPB bersama TNI, Polri, Basarnas, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Kementerian PU Pera, Kementerian ESDM, dan K/L terkait terus mendampingi Pemda dalam penanganan darurat.

Pemda Provinsi dan Pemda Kabupaten terus berkoordinasi dengan berbagai pihak. Posko, pos kesehatan, dapur umum dan pos pengungsian didirikan untuk menangani korban.

Alat berat dikerahkan membantu evakuasi. Saat ini sedang bekerja 5 unit excavator, 2 unit loader, 2 unit dump truck dan 6 unit mobil tangki air. Bantuan alat berat akan ditambah.  "Jumlah pengungsi masih dalam pendataan," katanya. (tim)

 

Foto : Twetter  Kepala Pusat Data Informasi dan Humas  BMKG Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Minggu (23/12/2018).

Jakarta (KoranTransparansi.com) - Dampak dari tsunami yang menerjang pantai di sekitar Selat Sunda, khususnya di Kabupaten Pandenglang, Lampung Selatan dan Serang terus bertambah. Demikian Kepala Pusat Data Informasi dan Humas  BMKG Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Minggu (23/12/2018).

Tsunami terjadi pada 22/12/2018 sekitar pukul 21.27 WIB. Faktor penyebab tsunami masih dilakukan penyelidikan oleh BMKG untuk mengetahui secara  pasti. 

Kemungkinan disebabkan longsor bawah laut akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dan gelombang pasang akibat bulan purnama. Dua kombinasi tersebut menyebabkan tsunami yang terjadi tiba-tiba yang menerjang pantai. BMKG masih berkoordinasi dengan Badan Geologi untuk memastikan faktor penyebabnya.

Sementara itu dampak tsunami menyebabkan korban jiwa dan kerusakan. Data sementara hingga 23/12/2018 pukul 04.30 WIB tercatat 20 orang meninggal dunia, 165 orang luka-luka, 2 orang hilang dan puluhan bangunan rusak. Data korban kemungkinan masih akan terus bertambah mengingat belum semua daerah terdampak di data.

Menurut Sutopo dari 20 orang meninggal dunia, 165 orang luka dan 2 orang hilang terdapat di 3 wilayah yaitu di Kabupaten Padenglang, Lampung Selatan dan Serang. 

Di Kabupaten Pandeglang daerah yang terdampak terdapat di Kecamatan Carita, Panimbang dan Sumur. Data sementara tercatat 14 orang meninggal dunia, 150 orang luka-luka, 43 rumah rusak berat, 9 unit hotel rusak berat dan puluhan kendaraan rusak. Daerah yang terdampak parah adalah permukiman dan wisata di Pantai Tanjung Lesung, Pantai Sumur, Pantai Teluk Lada, Pantai Panimbang, dan Pantai Carita.

Di Kabupaten Lampung Selatan terdapat 3 orang meninggal dunia dan 11 orang luka-luka. Sedangkan di Kabupaten Serang terdapat  3 orang meninggal dunia, 4 orang luka dan 2 orang hilang. Daerah yang terdampak di Kecamatan Cinangka.

Penanganan darurat masih terus dilakukan oleh BPBD bersama TNI, Polri, Basarnas, SKPD, Tagana, PMI, relawan dan masyarakat. Bantuan logistik disalurkan. Sementara itu Jalan Raya penghubung Serang-Pandeglang putus akibat tsunami.

Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu-isu yang menyesatkan. Update penanganan darurat akan terus disampaikan.(sam)

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati saat jumpa pers di Gedung C Kantor BMKG, Jakarta pada Minggu dini hari (23/12/2018).

Jakarta (KoranTransparansi.com) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat yang tinggal di dekat kawasan Selat Sunda, baik Provinsi Banten dan Provinsi Lampung, untuk mewaspadai kondisi gelombang lautan.

 

"Yang paling penting bagi masyarakat diharapkan tetap tenang, namun mohon jangan berada di pantai di Selat Sunda baik di wilayah Lampung, maupun Banten," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam jumpa pers di Kantor BMKG, Jakarta pada Minggu dini hari.

 

Menurut Dwikorita, masyarakat diharapkan tidak mendekati kawasan pantai untuk sementara waktu.

 

Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang sedang erupsi juga berpotensi dapat menyebabkan tsunami.

 

Erupsi gunung berapi dapat menyebabkan gelombang tsunami jika terjadi longsor material vulkanis di dalam laut atau adanya energi yang mendorong kondisi air laut

 

Sementara itu, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BKMG Rahmat Triyono menambahkan gelombang tsunami itu dapat menjadi lebih besar karena keadaan gelombang pasang laut yang sedang tinggi diakibatkan gejala atmosferik, yakni bulan purnama.

 

"Walaupun tsunaminya hanya kecil, tetapi karena bersamaan ada gelombang tinggi membuat gelombang tsunami masuk ke daratan," ujar Rahmat.(kh)

  

Ribuan warga Kabupaten Bandung Barat senam sehat bersama dengan Presiden Joko Widodo di Lapangan Walini, Kecamatan Cikalong Wetan, Bandung Barat

Bogor (KoranTransparansi.com) - Presiden Joko Widodo melakukan Senam Tera Indonesia bersama 20 ribu peserta dari 26 provinsi di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Minggu.

 

Kegiatan itu dalam rangka Hari Tera Indonesia (HATERA) ke-33, berhasil memecahkan record Original Indonesia untuk kategori Senam Tera Terbanyak Seluruh Indonesia.

Presiden mengucapkan kebanggaannya karena bisa bergabung bersama para Terawan dan Terawati untuk Senam Tera bersama.

"Saya sangat bangga dan bahagia bisa bergabung dalam Senam Tera Indonesia, yang terpenting tetap sehat," kata presiden

Presiden mengucapkan selamat melakukan Senam Tera dan tetap menjaga kesehatan baik jasmani maupun rohani.

"Dengan mengucap bismillahirohmanirohim saya buka Senam Tera Indonesia," kata presiden saat membuka Senam Tera Indonesia.

Presiden menggenakan jaket warna hitam dan celana hitam, sepatu sneaker, berbaur bersama puluhan ribu peserta Senam Tera Indonesia yang datang dari 26 provinsi di Indonesia di lapangan Astrid Kebun Raya Bogor.

Provinsi Jawa Barat menjadi tuan rumah Senam Tera Indonesia ke-33 dan Kota Bogor sebagai tempat penyelengara, dan pada 2020 HATERA akan digelar di Jawa Tengah.

Senam Tera Indonesia merupakan latihan phisik dan mental, memadukan gerakan bagian-bagian tubuh dengan teknik dan irama pernapasan melalui pemusatan pemikiran yang dilaksanakan secara teratur, serasi, benar dan berkesinambungan.

Senam ini bersumber dari senam pernapasan Tai Chi yaitu senam yang mepunyai dasar pernapasan dipadukan seni bela diri, yang di Indonesia dikombinasikan dengan gerak peregangan dan persendian jadilah sebagai olah raga kesehatan.

"Tera" berasal dari kata "terapi" yang mempunyai arti penyembuhan atau pengobatan. Dalam praktek Senam Tera bukan saja mempunyai manfaat pengobataan (kuratif) tetapi bersifat pencegahan (preventif) dan mempunyai sifat penyembuhan sakit.

Senam ini dimulai dari pukul 07.45 WIB diawali dengan pelepasan balon ke udara oleh Presiden Joko Widodo

Seluruh peserta senam yang disebut Terawan kompak memakai pakaian koas merah dan celana putih. Suasana Kebun Raya Bogor berubah merah putih. (sam)

Foto : Gubernur Jatim Pakde Karwo menerima cinderamata dari Staf Ahli Jaksa Agung Feri Wibisono

Surabaya (KoranTransparansi.com) - Gubernur Jawa Timur Soekarwo menyambut baik pelaksanaan Seminar Nasional dengan tema "Otoritas Pusat di Kejaksaan sebagai Suatu Kebutuhan pada Sistem Peradilan Pidana dalam Menghadapi Kejahatan Transnasional" di Surabaya, Jum'at (16/11).

Menurut gubernur adanya seminar ini diharapkan dapat memberikan solusi terhadap masalah central authority atau otoritas pusat di Indonesia. Central authority adalah otoritas pusat yang berfungsi ketika ada hubungan timbal balik dalam penegakan hukum antara Indonesia dengan negara lain.

Institusi yang mewakili kewenangan central authority akan mewakili negara dalam penegakan hukum antar negara.

Menurutnya, otoritas pusat dalam sistem peradilan pidana memegang peranan penting terkait upaya mencegah terjadinya kejahatan transnasional  sekaligus menanggulangi dampak negatif apabila kejahatan lintas negara terjadi.

Oleh karena itu, melalui seminar yang digagas oleh Biro Hukum dan Hubungan Luar Negeri Kejaksaan RI bekerjasama dengan Persatuan Jaksa Indonesia dan Kejaksaan Tinggi Jatim ini diharapkan dapat terbangunnya penyelesaian hukum bilateral antara negara yang satu dengan lainnya.

“Jadi selain seminar, juga harus ada usul yang konkret untuk melakukan langkah perubahan disitu. Jadi hukum yang memfasilitasi proses dalam kepastian dan keadilan,” katanya.

Terkait dengan persoalan hukum agar mampu memberikan rasa kepastian dan keadilan, Pakde Karwo berharap agar terdapat restrukturisasi kelembagaan. Ia mengusulkan pada dekan Fakultas Hukum untuk merefleksi hukum mau dibawa kemana.

“Masihkah kita mau membangun hukum yang tidak memfasilitasi proses ini dengan cepat. Diskusi ini penting agar proses pelayanan pada masyarakat lebih cepat tidak muter-muter (berputar-putar),” katanya.

Sementara itu, Staf Ahli Jaksa Agung bidang Pembinaan, Ferry Wibisono, SH, MH.CN mengatakan, sejak tiga dasawarsa yang lalu kejahatan tidak lagi dibatasi oleh teritorial. Banyak kejahatan yang dilakukan oleh pelaku secara bersama sama dalam wilayah berbeda. Beberapa kasus yang ditangani tidak terselesaikan karena kadaluwarsa dan kesulitan mengumpulkan bukti.

Menurutnya, kompleksitas transnasional dalam tindak pidana memerlukan kepentingan pembuktian yang harus dicari. Dokumen yang dibutuhkan biasanya perlu me-locating orang atau saksi kemudian barang bukti, proceed of crime yg dialihkan di beberapa negara, sehingga letter of rogatory seperti dokuman pengadilan yang disidangkan disana untuk penanganan perkara disini.

Permasalahannya adalah setiap negara memiliki aturan yang berbeda-beda

“Ada beberapa negara bisa pakai diplomatic channel ada pula yang melalui persetujuan pengadilan sana melalui gugatan. Sehingga sebagian besar negara yang jadi central authority adalah kejaksaan.,” katanya. (min)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...

 
Edisi 24 |18-31 Januari 2018

10 BERITA TERPOPULER