Berita Foto

Dhimam Abror paling kiri ( foto / kt / min )

SURABAYA (KoranTransparansi) - Gubernur Jawa Timur Dr H Soekarwo dan Bude Hj Nina Soekarwo menghadiri resepsi pernikahan   Zidny Ilman, putra pertama  pasangan  H Dhimam Abror - Hj Harimurti Jani, dengan mempersunting Elida Dwicahyani, putri kedua dari pasangan R Edy Tistomo - Yulia Damayanti  di Hotel Empire Palace Surabaya, Minggu (17/12/2017) malam. 

Sedangkan akad nikah telah berlangsung pada Jumat 8 Desember lalu di dirumah mempelai putri di Jakarta. 

Dalam resepsi malam itu selain Gubernur Jawa Timur Pakde Karwo dan Hj Nina Soekarwo, juga hadir mantan Gubernur Jawa Timur H Imam Utomo didampingi Ir Edy  Endrajana dan Asisten ekonomi Pemprov Jawa Timur Dr Fatah Yasin,  Kepala Biro Pemerintahan Anom Surahno, Ketua KONI Jawa Timur Erlangga Satriagung, Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Iskandar dan Dr Soenarjo serta  beberapa pengurus partai.

Resepsi berlangsung sangat meriah selain ratusan undangan termasuk puluhan pemain sepakbola profesional dan wartawan. Acara resepsi itu semakin meriah dengan tampilnya Jadi Galajapo, sang pelawah  sekaligus pamandu acara dakwah disebuah televisi swasta yang tampil bersama MC kondang Azza, penyiar televisi sekaligus mantan mahasiswinya Dhimam Abror di Stikosa AWS. 

Dhimam Abror yang juga jagoan menyanyi itupun tak lupa menghadiahi sebuah lagu untuk tementen yang sedang berbahagia berjudul I Don't Wanna Talk About It. Lagu ini biasanya dinyanyikan oleh Rod Steward dan sangat populer  dengan iringan band " Berry Project Orchestra dari Surabaya. "Kami mohon maaf atas sambutan kami yang mungkin kurang maksimal," kata Abror singkat. (min)

   

 

Massa aksi saat mendirikan salat Subuh berjamaah di Istiqlal

 JAKARTA (KT) - Massa 1712 yang akan beraksi membela Palestina selesai menggelar salat subuh berjamaah di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. Massa kini mulai bergerak ke Monas untuk menggelar aksi.

Pantauan di Masjid Istiqlal, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Minggu (17/12/2017), massa selesai salat subuh sekitar pukul 04.50 WIB. Mereka perlahan meninggalkan Istiqlal. 

Massa lalu bergerak menuju pintu keluar Istiqlal yang berada di Jalan Katedral. Mereka mengarah ke Monas melalui Jalan Perwira.

Peserta aksi tak diam saja saat bergerak Ke Monas. Mereka mengibarkan panji Palestina dan beberapa bendera Ormas. Ada pula yang jalan sembari mengabadikan momen aksi menggunakan smartphone masing-masing. (detik/jn))

 

Akibat angin kencang di Bondowoso Jawa Timur banyak rumah roboh. Pemkab Bondowo telah mendata untuk mendapatkan bantuan . (ktroh)

BONDOWOSO (KT) - Puluhan rumah warga di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, rusak akibat diterjang angin puting beliung yang juga menyebabkan sejumlah pohon besar tumbang.

"Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Bondowoso sejak pukul 14.30 WIB dan sekitar satu jam kemudian tiba-tiba angin puting beliung juga datang bersamaan," kata Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso Winarto di Bondowoso, Kamis malam.

Angin puting beliung tersebut, lanjut dia, mengakibatkan puluhan rumah semi permanen milik warga rusak berat dan sejumlah pohon berukuran besar juga tumbang, bahkan ada rumah warga rusak berat karena tertimpa pohon.

Karena bencana alam angin puting beliung ini masalah bersama, katanya, maka hal itu diselesaikan bersama-sama, baik Polri maupun TNI yang terlihat sigap membantu masyarakat setempat.

"Kami (BPBD) dibantu oleh anggota Polri dan TNI, termasuk masyarakat, sekitar untuk segera membersihkan material pohon maupun puing-puing bangunan rumah yang rusak berat akibat puting beliung ini," ujarnya.

Menurut Winarto, akibat puting beliung puluhan rumah warga di Desa Kejawan, Kecamatan Grujugan dan Desa Grujugan Lor, Kecamatan Jambesari rusak berat. dan salah satu pohon besar di Desa Kejawan menimpa rumah warga hingga rusak berat.

"Untuk jumlah pastinya rumah warga terdampak angin putting beliung hari ini  masih dalam pendataan. Akan tetapi yang pasti jumlahnya puluhan rumah," ujarnya.

Data diperoleh, selama memasuki musim hujan tahun ini tercatat sudah ada sekitar 80 rumah yang rusak akibat angin puting beliung dan puluhan rumah tersebut tersebar di Desa Petung,  Kecamatan Pakem dan Desa Banyuwuluh,  Jatisari dan Ardisaeng Kecamatan Wringin. (roh)

 Polisi berjaga di depan gang Jalan Ampel Kembang Surabaya saat petugas Densus 88 Polri menggeledah rumah terduga teroris di kampung setempat, Sabtu (9/12). .( foto/kt/rin )

SURABAYA (KT) - Tim Antiteror Detasemen Khusus (Densus) 88 Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menemukan sebanyak dua koper dokumen yang diduga terkait dengan gerakan Negara Islam Irak dan Suriah atau "Islamic State of Iraq and Syria" (ISIS) di Surabaya.

Dua koper dokumen itu dibawa Tim Densus 88 Polri setelah menggeledah rumah terduga teroris berinisial MM alias Dn alias F di Jalan Ampel Kembang Nomor 25 Surabaya, Sabtu petang.

"Istri MM terbilang kooperatif. Jadi semua dokumen yang kami butuhkan langsung diberikan," ujar Kepala Kepolisian Resor (Polres) Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Ajun Komisaris Besar Polisi Ronny Suseno kepada wartawan, usai mendampingi Tim Densus 88 Polri melakukan penggeledahan di rumah MM.     

MM ditangkap Tim Densus 88 Polri di rumah kontrakannya itu pada sekitar pukul 07:30 WIB tadi pagi.   

Ronny mengatakan MM ditangkap karena diduga terlibat dalam gerakan terorisme kelompok ISIS di bawah kendali Abu Jandal, setelah mengendus yang bersangkutan pernah berangkat ke Suriah selama setahun pada 2013.   

Sepulang dari Suriah, MM menempati rumah di Jalan Ampel Kembang nomor 25 Surabaya bersama seorang istri dan tiga anak yang semuanya masih kecil.    

"Ada indikasi selama tinggal di Jalan Ampel Kembang Surabaya, MM melakukan upaya perekrutan anggota baru untuk gerakan ISIS," ujarnya.      

Apakah selama tinggal di Surabaya sudah berhasil merekrut anggota baru, Ronny menandaskan, nanti akan dijelaskan lebih detail oleh perwira yang lebih berwenang di Markas Besar (Mabes) Polri.    

Saat ini MM masih menjalani pemeriksaan intensif oleh Tim Densus 88 Polri dengan meminjam tempat di salah satu ruangan Markas Kepolisian Daerah Jawa Timur di Surabaya.      

Sebanyak dua koper dokumen yang diamankan dari kediaman MM, lanjut Ronny, selanjutnya akan dipelajari oleh Tim Densus 88 Polri. ( rin )

Telepon umum berubah jadi tong sampah

SURABAYA (KT)   - Tidak ada rotan akarpun jadi. Barangkali inilah perumpamaan yang tepat untuk sebuah telepon umum yang sudah ditinggal pelanggan setianya .

Telepon umum milik PT Telkom Indonesia ini memang sudah tidak lagi berfungsi sejak beberapa tahun terakhir menyusul hadirnya telepon genggam. Tapi yang membuat "ngenes" telepon umum yang berdiri kokoh di Jalan Nanas, Depan Stadion Gelora 10 Nopember Tambaksari Surabaya itu telah berubah menjadi tong sampah.

Beruntung tim Adipra tingkat nasional tidak pernah mampir Jalan Nanas yang letaknya juga tidak jauh dari rumah wafat WR Supratman" Warga Surabaya memang sangat kreativ,". Telepon umm itu di jepret korantransparansi.com, Sabtu (9/12/2017)   ( foto /fir )

 

 

Anak Difabel Jangan Disembunyikan

 

ANAK difabel atau berkebutuhan khusus jangan disembunyikan. Seperti Syauqi ini down syndrome, namun terbukti memiliki potensi. Begitu juga dengan difabel-difabel yang lainnya memiliki potensi untuk dikembangkan.

Hal tersebut disampaikan Istri Wakil Gubernur Jatim Dra. Hj. Fatma Saifullah Yusuf saat Pagelaran Gatot Koco Rindu Sosok di Aula Soetandyo Gedung C FISIP Unair Surabaya, Rabu (29/11) malam. 

Jika ada lagu ciptaan AT. Mahmud “Ambilkan Bulan Bu”, maka ijinkan mereka mengambil cahaya bulan itu. 

“Biarkan mereka nggayuh lintang, berkembang, bahkan mengalami gemblengan seperti Gatotkaca yang masuk Candra Dimuka. Berproses, kadang terantuk sana-sini. Namun begitu keluar, jadi satria tangguh dan perkasa,” imbuh Ketua Umum Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Jawa Timur sambil berbincang dengan Syauqi dan menyanyikan lagu Bunda bersama-sama.

 

banner