Berita Foto

Ustadz H Chodirot Abdul Rohim saat memberikan tausiyah pada jamaaj masjid syamsul falah perumahan Bhaskara Jaya Surabaya, Ahad (18/3/2018)

SURABAYA (Korantransparnsi.com) - Untuk meningkatkan ketaqwaan jamaahnya masjid syamsu Falah perumahan Bhaskara Jaya Surabaya rutin menyelenggarakan pengajian pada setiap hari Ahad, dengan mengundang Ustadz H Chodirot Abdul Rohim dari Sukodono, Sidoarjo, Ahad (18/3/2018).

Ini kegiatan rutin setiap Ahad ba'da subuh. Meski waktunnya sangat singkat 45 sampai 60 menit mudah mudahan memberikan manfaat dalam rangka peningkatan  keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. "Ustadnya selalu bergantian," tutur Ketua Takmir masjid HM Hafid. 

Kegiatan ini baru bejalan dua tahun dan alhamdulillah jamaahnya makin hari kian ramai.  

Sementara itu Ustadz Chodirot Abdul Rohim dalam tausiyahnya mengingatkan agar umat ini tidak selalu mengeluh meskipun Allah tidak akan menolak keluhan umatnya.

Kata Pak Utadz, setiap manusia  boleh mengeluh. Karena sifat manusia selalu mengeluh. Apalagi pada saat menerima ujian berat. Hanya sayangnya saat menerima kesenangan menjadi pelupa bahwa apa yan mereka terima itu adalah pemberian Allah SWT.

Ustadz Chodirot Abdul Raohim lalu bercerita, suatu ketika ia mendapat keluhan dari seorang bapak yang katanya belakangan keluarganya berantakan karena tidak punya uang. Lalu saya tanya anakmu berapa ? di jawab 3. Apa anak anakmu dan istrimu sehat, di jawab iya sehat semua. 

Lho kenapa masih mengeluh. Kalau tidak punya uang ya harus bekerja. Jangan mengeluh ke saya. mengeluhlah kepada Allah.

Kebiasan kita kalau lagi kena musiba mengeluh terus, apalagi mengeluhnya juga kepada manusia. Boleh mengeluh, tapi mengeluhlah kepada Allah. Juga ketika mendapat rezeki, jangan medit. 

Allah itu suka kepada umatnya yang selalu minta baik pada saat terkena musibah apalagi pada saat senang. 

Solusi menghindari kebiasaan mengeluh tadi, kata Ustadz Chodirot,  hanya dengan shalat yang kusuk. Apalagi shalat pada malam hari. Shalat pada waktu malam "tahajud" itu juga menyehatkan" 

Jadi solat punya pengaruh luar biasa. Al Quran sudah menyebutkan setiap keluh kesah ada jawabnya. Allah tidak memberikan beban diluar kemampuan manusia. Mengeluhlah kepada Allah bukan kepada mnusia. Karena Allah makin senang ketika ummatnya selalu meminta dan Allah selalu memberi. kata  Ustadz Chodirot. (min)

Banjir Situbondo.

Situbondo (Korantransparansi.com) - Puluhan warga korban banjir bandang di Situbondo, Jawa Timur, mengungsi ke mushala karena rumah mereka rusak berat dan digenangi air berlumpur.

"Malam ini tercatat ada sekitar 30 orang korban banjir bandang di Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, yang mengungsi tidur di mushalla yang dinilai lebih aman," kata Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdal Ops) BPBD Situbondo, Puriyono di Situbondo, Kamis malam.

Ia menjelaskan, sekitar 30 orang yang mengungsi di mushala itu rata-rata rumah mereka yang rumahnya rusak total dan berat.

Sedangkan korban banjir bandang lainnya yang hanya rusak ringan, katanya, sebagian juga sudah kembali ke rumahnya setelah sebelumnya warga dibantu anggota TNI/ Polri dan BPBD, Tagana serta perangkat desa setempat membersihkan air bercampur lumpur dari dalam rumah.

"Sebagian lagi korban banjir juga tidur di rumah tetangga atau saudaranya, karena ada beberapa rumah juga jaringan listriknya mati," katanya.

Puriyono menambahkan, malam ini BPBD telah mengirim paket sembako untuk membuka dapur umum bagi warga yang mengungsi di mushala.

"Sesuai permintaan warga yang mengungsi melalui Babinsa meminta sembako untuk memasak malam ini, dan sementara kami membawa lebih dari 20 paket sembako," paparnya.

Sebelumnya, pada Kamis (8/3) siang sekitar pukul 14.00 WIB banjir bandang menerjang ratusan rumah warga di Desa Sumberwaru dan Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih.(ifr)

Politik Kesehatan Harus Berubah Jadi Promotif Preventif

Surabaya  (Korantransparansi.com) - Politik kesehatan harus berubah menjadi promotif preventif. Apalagi politik kesehatan ini sudah dilakukan sejak jaman maraknya penyakit malaria. Namun pada jaman reformasi hingga kini politik kesehatan promotif preventif hilang semua.

Gubernur Jatim Soekarwo saat menghadiri Rakernas Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Seminar Nasional Muhammadiyah Membangun Kesehatan Bangsa di Hotel Santika Premiere Gubeng Surabaya, Rabu (7/3) siang 

Pakde Karwo sapaan lekat Gubernur Jatim menjelaskan, kebijakan kesehatan promotif preventif sangat bermanfaat untuk mengurangi belanja kesehatan yang kuratif. Karena itu, sekarang harus digalakkan lagi policy kesehatan promotif preventif seperti memberikan penyuluhan mengenai gaya hidup sehat bisa kepada masyarakat di desa.

“Jika public policy di kesehatan hanya untuk kuratif maka anggaran kesehatan akan jebol. Kalau pola kuratif dijalankan terus, seberapa besar BPJS pun tidak bisa membiayai. Apalagi public policy ini tidak sinkron dengan pola hidup yang ada,” ujarnya sambil mencontohkan keberhasilan promotif preventif Kota Mojokerto yang sudah sembilan tahun ini tidak ada demam berdarah.

Lebih lanjut disampaikannya, salah satu cara penerapan promotif preventif dapat dilakukan dengan menyisihkan Rp. 100 juta untuk tenaga paramedis dari total anggaran belanja kesehatan sebanyak Rp. 300 juta di Puskesmas. Dengan demikian tenaga paramedis bisa memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai hidup sehat.

Melihat pentingnya promotif preventif, jelas Pakde Karwo, maka Jatim menjadikannya sebagai andalan pembangunan kesehatan, sekaligus menjadi fokus utama penguatan aksesibilitas kesehatan. Dengan mengedepankan pelayanan promotif dan preventif, pelayanan kesehatan di Jatim dapat cepat dalam menangani penyakit yang saat ini sedang dialami oleh masyarakat.

Oleh sebab itu, pihaknya terus membangun berbagai akses kesehatan di seluruh desa/kelurahan dengan membangun Pondok Bersalin Desa (Polindes), Pondok Kesehatan Desa/Ponkesdes, Pustu Gawat Darurat, Puskesmas Rawat Inap Standar, dan Rawat Inap Plus, serta fasilitas-fasilitas kesehatan lainnya.

Pakde Karwo juga menegaskan, bahwa di desa harus ada fungsi paramedis sebanyak dua orang, ditambah satu orang. Di Polindes ditambah dua perawat sebagai langkah promotif preventif.

Di akhir sambutannya, Gubernur Soekarwo mengapresiasi Muhammadiyah telah ikut berperan aktif dalam menangani kesehatan dan pendidikan di Jatim. Bahkan Muhammadiyah telah memiliki 30 rumah sakit yang dapat melayani masyarakat di Jatim.

“Sumbangannya banyak sekali dari Muhammadiyah. Ada 30 rumah sakit di Jatim. Apalagi timnya turun untum menjelaskan kepada masyarakat,” pungkasnya. (min)

Kuliah Umum Said Aqil Shiroj di Institut Agama Islam Trinakti Kediri

Ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Shiroj (tengah) menghadiri Kuliah Umum di Institut Agama Islam Tribakti, Kota Kediri, Jawa Timur, Minggu (4/3). 

Kuliah umum yang dihadiri ratusan peserta itu bertujuan memotifasi mahasiswa dan santri agar bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu agama sebagai modal dasar bermasyarakat dan bernegara.

RSUD BDH akhirnya membantah pemberitaan korantransparansi.com terkait dugaan terlantarnya pasiennya.

Surabaya – Pemberitaan terkait pengakuan salah seorang pasien miskin bernama Tressia Hermin Uneputty yang merasa diterlantarkan oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bhakti Dharma Husada rupanya memantik reaksi keras Reni Astuti S,Si , Anggota Komisi D DPRD Surabaya Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Menurutnya, penelantaran terhadap pasien adalah sebuah pelanggaran serius yang tidak boleh dilakukan pihak rumah sakit, apalagi terhadap pasien miskin. Untuk itu ia berjanji akan menindak lanjuti permasalahan tersebut agar lebih jelas.

“Apapun alasannya tetap tidak diperbolehkan. Namun demikian nanti akan saya chek kebenarannya ke rumah sakit sekaligus pasiennya untuk mengetahui kejelasan kronologinya,” kata Reni.

Sementara itu Tressia Hermin Uneputty yang dikonfirmasi Koran Transparansi di tempat kosnya di Jalan Sememi Jaya 1C mengaku tidak diberi makan dan gizi yang baik oleh pihak RS BDH karena tidak mampu membayar biaya persalinan sebesar Rp12 juta.

Surat Keterangan Tanda Miskin yang telah diurusnya bahkan ditolak oleh manajemen RS BDH. "Saya tidak diberi makan dan gizi yang baik oleh pihak RS BDH dengan alasan untuk menekan ongkos biaya persalinan lantaran saya tidak mampu bayar," katanya.

Lanjut Tressia, dirinya memang sudah menjadi peserta BPJS tapi memiliki tunggakan sebesar Rp3.315.000. Dia berusaha membayarnya akan tetapi pihak BPJS memintanya agar melunasi seluruh tunggakannya terlebih dulu.

"Dari mana uang sebanyak itu mas, untuk makan dan sewa kos saja kami sudah kesulitan," kata perempuan yang masih tercatat sebagai warga Candi Lontar Kulon 3 Nomor 24 tersebut.

menanggapi hal itu, Direktur RS BDH, dr Maya Syaria Saleh melalui bagian Prom Kes Diklat, Arif kepada wartawan membantah keras pernyataan Tressia seperti dalam pemberitaan Wartatransparansi.com.

Pihak manajemen RSUD BDH juga sudah melakukan rapat membahas hal tersebut guna meluruskan informasi yang sebenarnya. "Kami sudah merapatkan permasalahan ini. Apa yang sudah dikatakan Tressia itu tidak benar," ujar Arif.

Pihak RSUD BDH, lanjut Arif, telah melakukan penanganan terhadap Tressia sesuai Standart Prosedur Operasional (SOP).

Pihak RSUD BDH sebelumnya melakukan maturasi dan pencegahan infeksi termasuk melakukan operasi SC kepada Tressia.

Dua hari berselang, Tressia diperbolehkan pulang namun bayinya tetap di rumah sakit karena mulai terjangkit ikterus. Saat itu Tressia memohon untuk dapat menemani bayinya tersebut.

"Fasilitas ruang yang digunakan untuk melakukan perawatan kepada bayi Tressia adalah ruang perawatan gratis tanpa dikenakan biaya akomodasi. Jadi pihak kita bukan menahan bayinya," ujarnya.

Setelah selesai perawatan dan diperbolehkan pulang, Tressia diarahkan ke bagian kasir untuk menyelesaikan administrasinya. Sayang Tressia tidak memiliki uang sama sekali.

"Kita memberinya kesempatan 3x24 jam untuk mengurus SKTM dan surat penting lainnya agar pasien tidak terbebani. Akan tetapi sampai waktu yang ditentukan belum melengkapi berkas maka pasien dianggap masuk jalur umum dengan pembiayaan penuh," ujarnya. (den)

   Arsip Foto. Raja Maroko Mohammed VI saat bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow pada 15 Maret 2016. (Kremlin)
 
 
 
Arsip Foto. Raja Maroko Mohammed VI saat bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow pada 15 Maret 2016. (Kremlin)
 
Rabat - Raja Maroko Mohammed VI menjalani operasi jantung di sebuah klinik di Paris pada Senin waktu setempat karena detak jantung yang tidak beraturan menurut tim medisnya.
 
Para dokter dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa raja berusia 54 tahun itu merasakan gejalanya pada 20 Januari. "Ablasi radiofrekuensi aritmia" telah berhasil menormalkan detak jantungnya.
 
Raja Mohammed, yang akan melanjutkan aktivitas normalnya setelah periode istirahat yang diperintahkan dokternya, berkuasa di Maroko sejak kematian ayahnya Hassan pada Juli 1999.
 
Dia menjalani operasi mata di ibu kota Prancis pada September tahun lalu, demikian menurut siaran kantor berita AFP.(min)
banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...