Berita Foto

Gus Ipul, Ustdaz Yusuf Mansur dan Mahfud MD Deklarasikan Pilpres Ceria

Surabaya (KoranTransparansi.com) - Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (kiri) bersama Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD (kedua kiri) dan ekonom Faisal Basri (kanan) serta ustaz Yusuf Mansur (kedua kanan) mengenakan kaos yang bertuliskan #2019PILPRESCERIA di sela-sela seminar Pilpres 2019 Ceria di Surabaya, Jawa Timur, Senin (17/9/2018). Dalam seminar tersebut mereka menyerukan agar masyarakat memilih pemimpin yang baik dan menjadikan Pemilihan Presiden 2019 ceria dan bahagia. (med)

Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo menyerahkan sebuah penghargaan kepada Gubernur Jawa Timrur Soekarwo di Surabaya, Jumat (14/9/2018) malam

Surabaya (KoranTransparansi.com) - Gubernur Jatim, Dr Soekarwo menerima penghargaan Indonesia’s Attractiveness Award (IAA) 2018. Penghargaan ini diraih karena Provinsi Jawa Timur dinobatkan sebagai provinsi terbaik di bidang pelayanan publik dengan peringkat platinum.

Penghargaan diserahkan oleh Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo yang didampingi Direktur Utama PT. Tempo Inti Media Tbk, Toriq Hadad dan CEO Frontier Consulting Group, Handi Irawan, saat malam penganugerahan IAA 2018 di Hotel JW Marriot Jakarta, Jum’at (14/9) malam.

Menjawab pertanyaan wartawan usai menerima penghargaan ini, Pakde Karwo mengatakan bila suatu pemerintahan ingin meningkatkan kesejahteraan rakyatnya, syaratnya adalah dengan memberikan pelayanan publik yang baik. Proses ini diukur dari tiga hal, yakni biayanya murah, waktu pelayanannya cepat dan syaratnya sederhana.

"Selain syarat tadi, yang juga tidak kalah penting adalah semua harus transparan dan terukur," katanya.

Pemprov Jawa Timur, lanjutnya, terus mendorong peningkatan pelayanan publik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan melakukan reformasi birokrasi.

Secara empirik reformasi birokrasi ini bisa dilakukan dengan syarat regulasi yang ada harus melayani masyarakat atau melakukan re-regulasi, yakni merubah regulasi yang menghambat menjadi regulasi yang melayani. Syarat lainnya adalah kepemimpinan atau leadership, serta didukung dengan sistem teknologi informasi atau IT.

"Kami juga melibatkan media sebagai tim pengawasan. Ini pilar keempat dalam demokrasi diletakkan disini," katanya

Selain media, lanjut Pakde Karwo, masyarakat juga dilibatkan dalam pengawasan dan perumusan kebijakan, atau yang biasa disebut dengan partisipatoris. "Semua proses ini sudah dilakukan secara terukur, jadi bila ada kasus pungli seperti kemarin itu bukan masalah sistem, tapi soal integritas," katanya.

Kemudahan pelayanan publik di Jatim, lanjutnya, membawa provinsi ini meraih berbagai penghargaan. Salah satunya dari Asia Competitiveness Institute (ACI) pada tahun 2017 yang menobatkan Jatim sebagai provinsi dengan tingkat kemudahan berbisnis nomor satu di Indonesia. Hasil ini berdasarkan tiga kategori penilaian yakni daya tarik investor, keramahan bisnis, dan kebijakan yang kompetitif

Ditambahkannya, untuk meningkatkan pelayanan publik di Jatim ini, Pakde Karwo terus meningkatkan kapasitas SDM. Proses pembibitan SDM ini dilakukan sejak awal kepada anak-anak muda yang ada di Pemprov Jatim.

 “Karena anak-anak muda ini masih memiliki pikiran jernih dan inovatif, dari awal saya memimpin, saya terus mendorong mereka untuk maju salah satunya dengan meraih gelar doktor,” jelas orang nomor satu di Jatim ini.  (min)

Ratusan Tumpeng Meriahkan Gebyar Suro

Wonosari, Malang  - Memasuki Tahun Baru Islam 1 Muharram 1440 H, Selasa (11/9) siang Bupati Malang Dr. H. Rendra Kresna kembali menghadiri Gebyar Ritual 1 Suro Pesarean Gunung Kawi yang dikemas dalam sebuah kirab sesaji yang diikuti seluruh masyarakat Kecamatan Wonosari.Mereka masing-masing peserta membawa tumpeng yang diletakkan pada jolen (tempat tumpeng yang dibentuk dan dihias). 

Gubernur Soekarwo Siap Dukung LATSITARDA 2019 di Jatim

Surabaya (KoranTransparansi.com) - Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo siap mendukung pelaksanaan Latihan Integrasi Taruna Wreda/LATSITARDA XXXIX Tahun 2019 yang rencananya akan dilaksanakan di beberapa kabupaten di Jatim. Hal tersebut disampaikannya saat menerima audiensi Danjen Akademi TNI di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (9/8).

Pakde Karwo, sapaan lekat Gubernur Jatim ini mengatakan, pelaksanaan LATSITARDA ini diharapkan dapat memperkuat persatuan dan kesatuan. Selain itu, dengan melihat para taruna taruni yang terjun langsung ke masyarakat, diharapkan dapat mendorong motivasi dan semangat anak-anak muda di daerah untuk masuk TNI/Polri dan memperkuat rasa nasionalisme.

“Ini sekaligus menggambarkan bahwa masyarakat Indonesia Bhinneka Tunggal Ika, yang kuncinya adalah persatuan dan kesatuan,” katanya.

Menurut Pakde Karwo, kegiatan LATSITARDA ini juga menjadi bagian dari pendidikan mendasar para taruna tingkat akhir baik dari Akademi Militer (Akmil), Akademi Angkatan Udara (AAU), Akademi Angkatan Laut (AAL), Akademi Kepolisian (Akpol) dan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dalam terjun langsung membantu masyarakat di daerah.

“Ini penting sebagai bagian dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.

Kegiatan ini, lanjutnya, juga menjadi bagian dalam mendidik para calon pemimpin masa depan untuk memahami betul kultur yang ada di masyarakat, termasuk soal leadership. Dimana di Jatim terdapat empat kultur atau budaya, yakni Mataraman sebanyak 45 persen, Madura sebanyak 30 persen, Arek sebanyak 20 persen dan Osing sebanyak lima persen.

“Masyarakat di setiap kultur ini berbeda-beda, termasuk tokoh panutannya seperti Mataraman yang tokoh panutannya lebih ke birokrasi kemudian tokoh agama dan tokoh masyarakat,” jelasnya.

erkait pelaksanaan LATSITARDA, Pakde Karwo meminta para bupati yang kabupatennya akan dijadikan lokasi LATSITARDA untuk memberikan dukungan. Tidak hanya soal kesiapan pemda, tapi juga lokasi, akomodasi serta dukungan masyarakat.

Nantinya, setiap Bupati akan berkoordinasi dengan jajarannya termasuk dengan Dandim setempat terkait program apa saja yang bisa disinergikan dengan program LATSITARDA. Baik soal pembangunan infrastruktur, kegiatan sosial atau kemasyarakatan.  

 “Bila nanti ada masalah, dari dandim bisa dikomunikasikan dengan pangdam dan bupati bisa dikomunikasikan dengan gubernur, sehingga dapat dicari langkah-langkah solusinya,” kata Pakde Karwo. (ais)

Ditengah kesibukannya yang padat Presiden Jokowi bertemu dengan para korban gempa di NTB pada Senin (6/8/2018)

Presiden Joko Widodo meninjau lokasi terdampak gempa Lombok di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Senin (30/7/2018). Ia berbincang banyak dengan masyarakat yang menjadi korban gempa Lombok.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman brsama GUbrnur Soekarwo di Surabaya, Selasa (7/8/2018) malam

Surabaya (KoranTransparansi.com) - Menteri Pertanian RI  Amran Sulaiman mengatakan, Rakornas program tahun 2018 yang mengambil tema Bersinergi Mengentaskan Kemiskinan  adalah program untuk mengatasi penanggulangan kemiskinan. 

Ketika berada di Surabaya Selasa malam , Menteri Amran menegaskan sasaran lokasi program bekerja tahun 2018 tersebar di sepuluh provinsi meliputi Jatim, Sumatra Utara, Jateng, Jabar, Banten,Sumatra Selatan, Lampung, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan dan NTB.

Sementara untuk target Rumah Tangga Miskin (RTM) sebanyak 200.000 di 21 kabupaten, 60 kecamatan dan 807 desa. 

Program #Bekerja lanjutnya, hadir untuk meningkatkan aset produktif sehingga meningkatkan pendapatan keluarganya. Dengan ditambah dukungan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), maka pengeluaran rumah tangga untuk pemenuhan kebutuhan lauk pauk bisa dikurangi, sehingga pendapatan dan status gizi keluarga dapat meningkat. 

 "Bantuan berupa ayam, itik, atau kambing serta bibit sayuran, buah buahan dan tanaman perkebunan menjadikan masyarakat miskin memiliki aset produktif. Aset produktif tersebut akan menjadi sumber penghasilan baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang," ujarnya. 

Turut mendampingi Gubernur antara lain Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Jatim, Kadis Pertanian, Kadis Peternakan, Kadis Perkebunan Prov Jatim dan Karo Umum Setdaprov Jatim.  (ais)

 

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...