Archipelago

Ilustrasi Bonek Persebaya.

SURABAYA (KT) - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya dua orang korban tawuran antara suporter Persebaya Bonekmania dengan Perguruan Silat Persaudaraan Setia Hati Teratai di Bundaran Margomulyo-Tandes, Surabaya, Sabtu (30/9) malam.

"Saya atas nama Pemerintah Kota Surabaya dan warga Kota Surabaya mengucapkan permintaan maaf kepada keluarga korban meninggal kemarin (30/90) malam," kata Risma melalui siaran persnya di Surabaya, Minggu.

Untuk selanjutnya, Wali Kota Surabaya akan mengirimkan perwakilan ke rumah korban tawuran tersebut sebagai permintaan maaf. Wali Kota Surabaya juga mengimbau kepada semua pihak untuk tidak saling membalas.

"Saya sudah berkoordinasi dengan Kapolrestabes Surabaya agar masalah ini diusut. Yang salah tetap salah agar tidak ada yang saling balas dendam," ujarnya.

Sementara itu, berdasar perkembangan terkini, perwakilan Pemkot Surabaya bersama perwakilan Polrestabes Surabaya telah mengunjungi rumah kedua korban.

Dua tim dibagi untuk menyampaikan ucapan belasungkawa di rumah korban di daerah Simo Pomahan, Surabaya dan Desa Tlogorejo, Kabupaten Bojonegoro.

Selain menyampaikan ungkapan belasungkawa yang sedalam-dalamnya, utusan dari wali kota Surabaya juga menyampaikan santunan kepada keluarga korban.(yon)

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa .

SIDOARJO (KT) - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa meyebut angka perceraian di Provinsi Jawa Timur tinggi bahkan menempati peringkat tiga besar nasional bersama Jawa Barat dan Jawa Tengah.

"Di Jawa Timur perceraiannya cukup tinggi tapi yang aneh, gugat cerai yang tinggi justru jadi sumber kebahagiaan. Ini yang harus ditelaah bersama apa yang sebetulnya sedang terjadi pada keluarga ini dan harus ada solusi yang kita ambil bersama," kata Khofifah usai menjadi pemateri Workshop "Layana Lembaga Konsultasi Keluarga Maslahah" yang digelar PW Muslimat NU di Sidoarjo, Sabtu.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan tingginya perceraian itu seperti halnya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Dalam posisi seperti itu, Mensos berharap bahwa ketika suatu permasalah keluarga berakhir di pengadilan agama maka kemudian tidak harus keputusan gugat cerai mudah disepakati dan disetujui.

"Marilah kita melihat implikasi dari perceraian itu bisa menimbulkan anak-anak yang menjadi terdampak dan bisa mendapatkan masalah baru seperti suami atau istri kawin lagi sehingga "role model" di keluarga tidak ditemukan," kata Ketua Umum PP Muslimat Nahdlatul Ulama itu.

Dirinya juga mengajak untuk melihat dampak dari perceraian itu bisa mempengaruhi karakter anak, bisa mempengaruhi moralitas dan tak terbangunnya refrensi di keluarga.

Untuk menekan angka perceraian, konsultasi keluarga bisa menjadi harapan agar jika terjadi suatu masalah tidak sedikit-sedikit ke pengadilan agama. Sebab, keluarga-keluarga yang bisa memberikan pertimbangan bagaimana kebaikan terbangun bisa dilakukan.

"Oleh karena itu saya ingin mengajak Muslimat NU menjadi bagian untuk mencari solusi dari berbagai hal yang musti bergandengan tangan untuk menyelesaikannya," kata dia.

Selain itu, di Kementerian Sosial, pihaknya sudah menyiapkan Mobil Anti Galau. "Di mobil itu orang bisa mendengarkan konselor, bisa bersapa psikolog supaya bisa curhat dan mendapatkan solusi. Mereka sudah menyiapkan solusi keluarga maslahat," ujarnya.(ant)

Ketua PWI Jatim, Akhmad Munir (tengah).

SURABAYA (KT) - Wartawan yang kompeten harus benar-benar berintegritas. Ini harus diterapkan dan diejawantahkan saat menjalankan tugas jurnalistik untuk menjaga marwah profesi mulia yang dijalani.

Demikian ditegaskan Ketua PWI Jatim, Akhmad Munir, saat penutupan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan ke-21, Jumat (29/9/2017) sore, di Gedung PWI Jatim, Jalan Taman Apsari, Surabaya.

UKW tersebut terlaksana berkat kerjasama antara PWI Jatim dengan Bank Mayapada, yang memberikan dukungan penuh.

Menurut Munir, dalam program UKW Angkatan ke-21 yang berlangsung selama dua hari, 28-29 September 2017, dari 54 orang peserta, setelah dilakukan uji kompetensi selama dua hari oleh tim penguji, sebanyak 49 orang wartawan dinyatakan kompeten. Sementara lima dinyatakan tidak kompeten.

Dari lima yang tidak kompeten tersebut, satu berasal dari kelas madya dan empat dari kelas muda.

"Khusus kelas muda, satu mengundurkan diri karena ibunya sakit. Sedang tiga lainnya tidak kompeten," ujarnya.

Terhadap yang telah dinyatakan kompeten, Munir minta wartawan tersebut benar-benar dapat menjaga komitmen, mempertanggungjawabkan dan menjaga marwah sertifikasi yang telah disandangnya.

Caranya, dengan selalu memegang teguh tiga hal penting yang ada di Pakta Integritas yang telah ditandatangani oleh si wartawan diatas materai, sebelum ikut UKW.

"Pakta integritas bermaterai tersebut sudah mulai kita berlakukan sejak pelaksanaan UKW angkatan ke-17. Sementara untuk angkatan 11 sampai 16, saat mengambil kartu UKW dan sertifikat, mereka juga harus meneken pakta integritas tersebut," jelasnya.

Tiga komitmen yang ada di pakta integritas adalah, pertama menjadi anggota PWI dan senantiasa menjaga nama baik organisasi. Kedua, sanggup menjalankan tugas-tugas jurnalistik dengan memegang teguh dan patuh kepada Kode Etik Jurnalistik.

"
Disinilah wartawan kompeten yang berintegritas harus bebas dari persoalan dan terhindar dari sengketa pers," tegasnya.

Ketiga, bersedia tidak ikut organisasi profesi kewartawanan sejenis selain PWI.

Jika di kemudian hari terbukti salah satu dari poin pakta integritas tersebut di langgar, maka wartawan yang telah dinyatakan kompeten setelah lulus ikut UKW, harus mengembalikan kartu PWI dan kartu UKW beserta sertifikatnya ke PWI Jatim.



"Itu sebagai tanda, bahwa dia sudah tidak lagi menjadi anggota PWI dan pemegang kartu UKW," tandas pria yang juga Kepala LKBN Antara Biro Jatim ini.

Selain itu, pentingnya komitmen dan pakta integritas, karena pihaknya, kata Munir ingin membangun organisasi profesi wartawan yang solid dan pers yang sehat di Jatim.

"Luar biasanya, pakta integritas yang diterapkan oleh PWI Jatim ini mendapat apresiasi luar biasa dari PWI Pusat dan akan dijadikan sebagai role model nasional," bebernya.

Komisi Pendidikan PWI Pusat Hendro Basuki memberikan apreasisi luar biasa terhadap program UKW yang digelar oleh PWI Jatim dan jumlahnya paling banyak dibandingkan provinsi lain di Indonesia.

"Terima kasih untuk PWI Jatim. PWI yang paling keren se-Indonesia," tegasnya.

Menurutnya, dengan seringnya PWI Jatim menggelar UKW, bahkan saat ini sudah sampai angkatan ke-21, wartawan yang kompeten di Jatim jumlahnya semakin banyak dan terus bertambah.

Terhadap wartawan yang sudah kompeten, Hendro minta benar-benar menjaga profesionalitas dan etika, serta senantiasa terus belajar.

"Kalau wartawan tidak profesional, kalah dengan tukang batu dan bidan," katanya.

Selain itu, mereka yang tidak profesional dan tak punya etika, tidak layak bernaung di organisasi profesi
PWI.

"Makanya keberadaan pakta integritas sangat penting," tandas Hendro.

Namun, kata Hendro, yang jauh lebih penting lagi adalah, adanya standar yang lebih tinggi, yakni berkomitmen pada diri sendiri. Baik kaitannya dengan kontrak sosial maupun diri pribadi atau secara personal. (yon)

Ilustrasi

LONDON (KT) - Kedutaan Besar Indonesia di Kopenhagen bekerjasama dengan Kotamadya Gentofte Kopenhagen ikut berpartisipasi dalam Culture Night Festival Gentofte 2017, yang digelar di halaman Kedutaan Besar Indonesia di Kopenhagen, dihadiri ratusan masyarakat Denmark dan Diaspora Indonesia di Denmark.

"Kegiatan budaya ini juga menyajikan sejumlah makanan dan minuman jajanan pasar khas Indonesia yang dijual dengan harga terjangkau, sekitar 20-45 kroner Denmark atau sekitar Rp40.000-Rp80.000 rupiah per porsi," kata Koordinator Penerangan dan Sosial Budaya Kedutaan Besar Indonesia di Kopenhagen, Sabtu.

Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Denmark, Muhammad Ibnu Said , menyampaikan, ini partisipasi perdana Indonesia dalam Festival Gentofte dan diharapkan masyarakat Denmark dapat menikmati sajian makanan khas Indonesia dan hiburan yang disajikan.(ant/yon)

Laksamana (Purn) Tedjo Edy, prihatin, terjadi dekadensi etika dan moral  yang luar biasa

SURABAYA (KT) – Mantan Meteri Hukum dan HAM Laksamana (Purn) Tedjo Edy  mengatakan saat ini tengah terjadi dekadensi etika dan  moral yang sangat luar biasa. Lebih parah lagi tenyata pelajaran di sekolah maupun mahasiswa, mata kuliah etika dan moral tidak diajarkan.

MUI : jadikan 1 Muharam untuk kebangkitan spiritual

Jakarta (KT) - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Saadi mengajak umat Islam untuk menjadikan Tahun Baru 1 Muharam 1439 Hijriyah sebagai momentum kebangkitan spiritual.

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...