Archipelago

STERI-BOTTLE, Botol Susu Sekali Pakai Pertama Di Indonesia

Jakarta (KoranTransparansi.com) - Mencuci dan mensterilkan botol susu bayi saat berada di rumah memang mudah. Namun hal tersebut berubah menjadi kendala ketika kita harus beraktifitas di luar rumah dengan membawa si kecil. Entah itu untuk urusan berlibur, mudik, atau bahkan sekedar berjalan-jalan di mall.

Pasalnya, mau tidak mau orangtua harus membawa lebih banyak botol ekstra  untuk menyusui si kecil selama perjalanan.

Belum lagi harus menenteng mesin sterilizer untuk mensterilkannya kembali setelah digunakan. Alhasil, barang bawaan pun menumpuk sehingga terasa kurang praktis sekaligus merepotkan. 

Tapi kini dengan semakin majunya teknologi, kerepotan tersebut akan segera teratasi dengan hadirnya Steri-Bottle, botol susu sekali pakai pertama di Indonesia.

Alat ini diproduksi secara apsetik di Eropa, Steri-Bottle dapat langsung digunakan tanpa perlu proses sterilisasi lagi. Usai digunakan, Strei Bottle juga dapat langsung dibuang tanpa perlu merasa cemas merusak lingkungan, karena 100% bahannya bisa di daur ulang.

Cindy Tianadi, selaku distributor Streri-Bottle di Indonesia megatakan : “Di Eropa, terutama di Inggris, Steri Bottle memang sudah sangat terkenal dan biasa digunakan oleh ibu-ibu disana.

Tidak hanya untuk travelling, tapi juga untuk menyusui sehari-hari di rumah.Sebab  dengan menggunakan STERI-BOTTLE, ibu-ibu jadi bisa punya banyak waktu lebih, bahkan untuk me time. Karena tahu sendiri kan, di Inggris, setiap keluarga biasanya tidak mempunyai asisten rumah tangga atau suster, sehingga bagi mereka waktu dan kepraktisan sangat berharga.”

Lebih lanjut Cindy juga menjelaskan bahwa karena diproduksi di Eropa, maka standard kualitas, keamanan dan kenyamanan STERI-BOTTLE juga dipastikan mengikuti standard Eropa yang terkenal sangat ketat.

Tak heran jika untuk bahan plastiknya pun STERI-BOTTLE menggunakan yang BPA Free. Sementara untuk desainnya, STERI-BOTTLE sengaja dibuat kuat dan kokoh sehingga dijamin tidak akan bocor saat mengalami tekanan.  

STERI-BOTTLE juga sengaja dibuat dengan botol leher yang lebar agar memudahkannya untuk di isi. Ukuran botolnya 250 ml dengan dot yang sifatnya universal alias nyaman digunakan oleh bayi usia berapapun. Botol susu sekali pakai ini juga bisa disimpan dalam keadaan beku dan sangat aman dipanaskan di microwave.

Baik botol maupun dot dan tutupnya, terbungkus dalam plastik yang tersegel sehingga sudah pasti steril dan bisa langsung digunakan. Sangat praktis dan cocok digunakan oleh orangtua yang tetap ingin memberikan yang terbaik untuk buah hatinya meski dalam kondisi sibuk sekalipun,” papar Cindy lagi.  

Mengamini hal tersebut, Jovanzka, ibu dari selebgram cilik, Annabelle Josephine Santoso mengatakan bahwa dirinya sangat senang dan merasa terbantu dengan hadirnya STERI-BOTTLE di Indonesia. Sebab dengan menggunakan STERI-BOTTLE, ia jadi tak perlu selalu repot mencuci dan mensterilkan botol susu. Alhasil, ia pun dapat memberikan perhatian lebih sekaligus yang terbaik untuk buah hatinya.

“Belum lama ini kan Annabell punya adik, otomatis saya semakin sibuk. Nah, kesibukan itu kalau tidak segera diatasi bukan tidak mungkin akan membuat saya tertekan. Untunglah sekarang ada STERI-BOTTLE.

Dengan sesekali menggunakan STERI-BOTTLE, saya tidak perlu repot-repot lagi mencuci dan mensterilkan botol susu. Itu artinya saya juga jadi masih punya waktu untuk melakukan me time. Patut di catat ya, menurut para ahli, me time untuk ibu dengan 2 anak balita seperti saya itu perlu lho.

Dengan me time 30 menit saja, pikiran dan fisik saya jadi lebih sehat dan bugar sehingga bisa memberikan yang lebih baik lagi untuk Annabell dan adiknya, Emma. Jadi buat saya pribadi, hadirnya STERI-BOTTLE ini memang sangat membantu sekali, tidak hanya untuk travelling tapi juga untuk menciptakan me time,” kata Jovanzka yang sengaja hadir di peluncuran resmi STERI-BOTTLE pada 2 Juni 2018 ini.  (adv)

 

 

 

 

 

Calon bupati petahana Pilkada Tegal Enthus Susmono meninggal dunia

 

Slawi (KoranTransparansi.com) - Calon petahana dalam pilkada Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Ki Enthus Susmono, meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soeselo, Slawi, Senin sekitar pukul 19.10 WIB.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab meninggalnya calon Bupati Slawi Ki Enthus Susmono belum diketahui pers. Kendati demikian diduga Ki Enthus Susmono meninggal karena mengidap gula darah.

Kepala Sub Bagian Pemberitaan dan Dokumentasi Kabupaten Tegal, Hari Nugroho mengatakan bahwa Bupati Tegal Ki Enthus yang sedang menjalani masa cuti untuk mengikuti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 itu meninggal pada usia 52 tahun.

"Benar (meninggal dunia, red.) di Rumah Sakit Soeselo Slawi. Semoga khusnul khotimah," katanya.

Jenazh Ki Enthus Susmono dipulangkan ke rumah duka Jalan Projo Sumarto 2 Nomor 11, Bengle, Kecamatan Talang dari RSUD Soeselo pada Senin sekitar pukul 20.30 WIB.

Rencananya, jenazah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelurahan Dampyak, Kecamatan Kramat, Selasa (15/5).

Pria yang dikenal sebagai dalang kondang itu sebelum mengembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Soeselo, Slawi dalam perjalanan untuk menghadiri pengajian di Desa Argatawang, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal pada Senin sore.

"Saat di perjalanan, beliau tak sadarkan diri. Kemungkinan capek dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Soeselo Slawi Kabupaten Tegal tetapi jiwanya tidak tertolong lagi," katanya.

Wakil Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Tegal Fatkhuri Nurzein mengatakan saat itu Ki Enthus Susmono setelah mengisi acara imtihan di Desa Sumbarang Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal.

Setelah selesai dan istirahat sebentar, kata dia, masih di sekitar lokasi tetapi kemudian Ki Enthus muntah-muntah dan sempat dibawa ke Puskemas setempat untuk pertolongan pertama, kemudian langsung dibawa ke RS Soeselo Slawi.

"Baru sebentar di RS, jiwanya tidak tertolong dan meninggal dunia di rumah sakit," katanya. (ant/guh)

Ditemani Angin dan Ombak, Jazz Pantai Banyuwangi Satukan Lintas Generasi

BANYUWANGI (KoranTransparansi.com) - Jaz Pantai Banyuwangi sukses memberikan pengalaman bermusik  yang membahagiakan bagi para penontonnya. Pergelaran musik jazz yang berlangsung di tepi Pantai Boom Banyuwangi, Sabtu (12/5) malam, ini menampilkan Kla Project, Yura Yunita, dan Jaz Hayat.

Jazz Pantai Banyuwangi kali ini menghadirkan line up lintas generasi. Jaz Hayat dan Yura Yunita yang merupakan penyanyi generasi milenial tampil sepanggung dengan Kla Project yang telah 30 tahun mewarnai pentas musik Indonesia. Masing-masing memberikan nuansa yang berbeda, namun dengan totalitas yang sama.

Ditambah tata panggung yang megah membuat penonton puas mendapatkan pertunjukan yang berkualitas. “Situasi pantai dengan angin kencang dan suara deburan ombak membuat kita mendapatkan pengalaman menikmati musik dalam suasana yang unik,” ujar Yura Yunita.

Ajang itu dawali penampilan penyanyi muda pendatang baru Jaz Hayat atau yang lebih populer dengan panggilanJaz. Suasana festival dibuat hangat saat penyanyi asal Brunei Darussalam itu membawakan single hitnya yang bernuansa melankolis seperti Teman Bahagia, Kasmaran, dan Matamu. Jaz juga membawakan medley lagu lagu melow milik penyanyi populer seperti Chrisye, Marchel Shiahaan, dan Raisha.

“Ini pertama kalinya saya ke Banyuwangi  dan jadi momen yang sangat memorable. Sebuah kehormatan bisa tampil di panggung ini,” kata Jaz.

Jazz Pantai ini semakin asyik saat Yura Yunita menghentak panggung dengan lagu-lagu jazz yang enerjik. Gayanya yang atraktif membuat penonton asyik larut dalam setiap setiap lagu yang dinyanyikannya. 

Harus Bahagia, Cinta dan Rahasia, Intuisi, juga satu lagu berbahasa Sunda berjudul Kataji meluncur merdu dari Yura dengan kualitas vokalnya yang jernih dan aransemen musik yang memikat.

Kla Project menjadi band yang paling ditunggu-tunggu oleh penonton generasi muda tahun 70-90 an malam itu. Kla mengajak penonton bernostalgia dengan lagu-lagu andalannya yang banyak berisi lirik puitis.

“Di ulang tahun ke-30, Kla akhirnya tampil di Banyuwangi. Banyuwangi adalah daerah yang luar biasa. Semoga Banyuwangi berjaya dan menjadi contoh untuk semua daerah di Indonesia,“ ujar Katon di sela nyanyiannya.

Kla membawakan 11 lagu hits yang dimulai dengan lagu berjudul Hey, Menjemput Impian, Terpuruk, Tak Bisa ke Lain Hati, Yogyakarta. Dan lagu Tentang Kita yang merupakan single pertama yang dirilis Kla, menjadi pamungkas di festival musik yang digelar kali ketujuh.

"Saya sengaja datang ke Banyuwangi untuk nonton Kla Project. Ingin tahu bagaimana ajang musik digelar tepat di bibir pantai. Terhibur sekali," ujar Wimar, penonton asal Jakarta. 

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, Jazz Pantai Banyuwangi dihadirkan untuk memberikan warna pada agenda Banyuwangi Festival yang berisi 77 atraksi wisata sepanjang 2018.

“Kami sadar harus membuat sesuatu yang beda di tengah ketatnya persaingan di industri pariwisata. Semua daerah sekarang berlomba menggelar festival. Banyuwangi, sebagai daerah yang termasuk paling awal mengemas wisata dalam balutan festival, harus pandai-pandai mengatur strategi pembeda dengan daerah lain. Jazz Pantai ini menjadi salah satu pembeda yang tidak bisa ditemui di daerah lain,” papar Anas.(ifr)

JFME Dimeriahkan 40 Stand Produk Perikanan

SURABAYA (KoranTransparansi.com) -  Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Jatim, Heru Tjahjono mengatakan, event JFME yang berlangsung di Parkir Timur Plaza Surabaya sedikitnya melibatkan diikuti 40 stand pameran dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kab/Kota se-Jatim dan para pelaku usaha perikanan, seperti  produk perikanan dan budidaya ikan hias dan aquascape.

“Event ini merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 4-6 Mei 2018,” ujarnya.

Kegiatan  juga dimeriahkan oleh berbagai kegiatan, seperti lomba kreasi masakan berbahan baku ikan nila, demo masak oleh master cheft, band performance Orange Band dan Famequistik, sosialisai perijinan usaha, pengolahan dan pemasaran, bimtek pengembangan produk bernilai tambah.

Lomba kreasi masakan berbahan baku ikan nila,  diikuti oleh pelajar tingkat SMA dan mahasiswa di seluruh Jatim, dengan pemenang diberikan trophy dan uang pembinaan. Rinciannya, juara I mendapat Rp. 6 Juta,- Juara II menerima Rp. 5 Juta, Juara III menerima Rp. 4 Juta, Juara Harapan I menerima Rp. 3 Juta,- dan Juara Harapan II Rp. 2,5 Juta.

“Tujuan diselenggarakannya acara ini adalah untuk mempromosikan produk-produk perikanan dan kelautan sekaligus membukan akses pasar secara lebih luas kepada para pelaku usaha yang bergerak di bidang Kelautan dan Perikanan” jelasnya. 

Melalui acara ini, lanjut Heru, diharapkan masyarakat lebih paham ragam produk perikanan sehingga dapat lebih menerima ikan sebagai komoditas pangan yang sehat dan bernilai tambah. Event ini juga sebagai wujud kreativitas masyarakat Jatim dalam rangka meningkatkan konsumsi ikan dan diversifikasi produk olahan berbahan baku ikan. 

Hadir dalam kesempatan ini, Ketua DPRD Prov. Jatim, Ketua dan Anggota Komis B DPRD Prov Jatim, Ketua Komisi C DPRD Prov Jatim, Komaritim Kawasan Timur AL, Dirut POLAIRUD, dan Ketua Forikan Kab/ Kota se Jatim (den)

 

Karwo : Sentra Kerajinan Batik Tenun Gedog Tuban Capai 1.234 Unit

 

TUBAN (KoranTransparansi.com) - Sentra kerajinan batik tenun khas Tuban atau dikenal sebagai Batik Gedog telah mencapai 1.234 unit. Besarnya unit tersebut mampu menampung 1.701 tenaga kerja yang terdapat di beberapa wilayah pedesaan. 

Hal tersebut disampaikan Ketua Dekranasda Prov. Jatim Dra. Hj. Nina Soekarwo, M.Si saat Sinergi Program Kegiatan Kementerian Koperasi dan UKM dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) dan TP PKK di Pendopo Krido Manunggal Kab. Tuban, Kamis (3/5) pagi.

Bude Karwo sapaan akrab Ketua Dekranasda Prov. Jatim yakin hal tersebut terdukung oleh keunikan dari Batik Gedog itu sendiri. Bahkan perajin batik di Tuban pun secara turun temurun membatik pada kain tenun.

Lebih lanjut disampaikannya, keunikan yang bisa dijumpai seperti pada proses pembuatan Batik Gedog membutuhkan wakgu sekitar tiga bulan. Sebab perajin batik harus melewati proses panjang seperti memintal benang, menenun, membatik dan melakukan pewarnaan dengan bahan alami.

“Batik Tenun Gedog Tuban adalah satu jenis batik Indonesia yang memiliki keunikan sendiri. Gedog berasal dari bunyi dog-dog yang berasal dari alat menenun batik,” jelasnya.

Untuk itu, Bude Karwo mengapresiasi kepada Ketua Umum Dekranas melalui program sinergi program kegiatan Kementerian Koperasi dan UKM drngan Dekranas dan TP PKK yang telah membantu pembinaan dan pengembangan perajin Batik Tenun Gedog yang ada di Kabupaten Tuban.

Diharapkan, melalui program tersebut mampu memberikan inspirasi dan semangat bagi pelestarian dan pengembangan Batik Tenun Gedog.

Pada kesempatan yang sama, Bude Karwo memaparkan, Dekranasda Prov. Jatim terus melakukan fasilitasi terhadap UKM di Jatim. Adapun kegiatan yang dilakukan terkait fasilitasi selama tahun 2017 antara lain bimbingan teknis kepada 520 UKM kerajinan seperti pelatihan mutu batik tulis warna alam, peningkatan mutu produk kulit dan alas kaki, peningkatan mutu dan desain bordir.

Selain itu, juga dilakukan pengembangan usaha kepada 170 perajin melalui pengembangan kewirausahaan perajin kualitas produk sulam, handycraft, perajin batik tenun gedog. Fasilitasi ISO, SNI, HAKI, dan Batik Mark juga diberikan kepada 847 UKM.

Jatim khususnya pada produk batik, bordir, aksesoris dan kerajinan kulit pada Pameran Jatim Fair 2017, Batik Bordir dan Aksesoris 2017, Pameran International Jewellery Fair 2017, Surabaya International Jewellery Fair 2017, dan Festival Indonesia 2017 di Moscow Rusia.

Sementara itu, Ketua Umum Dekranas Hj. Mufidah Jusuf Kalla mengatakan, pengembangan batik tenun gedog Tuban merupakan salah satu pelaksanaan program prioritas Dekranas. Program prioritas yang dimaksud adalah pengembangan tenun di enam daerah antara lain Tuban, Bangka Belitung, Donggala, Sintang, Sabu NTT, dan Kalimantan Timur.

Lebih lanjut disampaikannya, Dekranas menganggap sangat penting melakukan pembinaan dan pengembangan batik tenun gedog Tuban karena keunggulannya menggunakan bahan pewarna alam dan kekhasan motif. 

Namun masih disayangkan pemanfaatan batik tenun gedog masih terbatas pada dekorasi interior. Untuk itu, berbagai pembinaan telah dilakukan Dekranas untuk peluasan pengunaan Batik Tenun Tuban.

Tuban kembali menjadi kabupaten tempat sinergitas program antara Kementrian Koperasi dan UKM bersama Dekranas dalam pelatihan peningkatan SDM perajin. Ini setelah tahun lalu, Tuban juga menjadi kabupaten pertama di Indonesia sebagai lokasi sinergitas.

Berbagai bentuk sinergi program kegiatan Kementerian Koperasi dan UKM dengan Dekranas dan TP PKK antara lain sosialisasi kredit usaha rakyat, konsultasi dan pemberkasan hak cipta produk KUMKM, pelatihan kewirausahaan bagi GKN, pelatihan nilai dasar dan jati diri koperasi, pelatihan SDM KUMKM melalui SKKNI bidang UKM ekspor, pelatihan vokasional keterampilan teknis bagi SDM KUMKM, dan temu mitra KUMKM produk unggulan daerah. (min)

 Wandra

BANYUWANGI (KoranTransparansi.com) - Artis Banyuwangi yang satu ini namanya sudah populer dimana-mana. Albumnya juga banyak. Penyanyi dan musisi ini tergolong masih muda. Wandra tidak hanya sebagai penyanyi, tapi juga pencipta lagu-lagu daerah Banyuwangi atau lagu-lahu Using.

Penyanyi yang memiliki nama lengkap Ainur Rofik Wandra Restusiyan itu terus ingin berkiprah didunia hiburan. Pemuda kelahiran Banyuwangi, 15 Juni 1995 itu tidak ingin masuk dunia politik. Wandra juga tidak menolak kalau diundang partai politik manapun. Tapi, posisinya harus netral.

Baru-baru ini, Wandra diundang PAN ketika Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasann(Bang Zul) datang di Banyuwangi. Tapi sebatas diberi penghargaan. Begitu pula ketika kedatangan Puti Guntur Soekarno sebagai Bacawagub Jatim, Wandra juga disebut-sebut sebagai contoh generasi melineal. Pernag juga mendapat penghargaan dari PWI Banyuwangi dalam rangka PWI Award tahun 2018 sebagai musisi muda.

“Kalau saya ke politik saya rasa tidak, karena banyak berbagai partai politik mengajak saya banyak sekali. Saya berpikiran sebagai publik figur, mempunyai pikiran lebih baik nggak. Saya berusaha bersikap netral, diundang partai ini, oke,” ujar Wandra ketika ditemui di Hotel Illira, Banyuwangi, Jumat (27/4/2018) lalu.

Undangan partai politik, bagi Wandra adalah hal yang penting bersifat positif dan tidak ada masalah. Tapi, tidak ada keinginan untuk masuk sebagai caleg. “ Meskipun ada parpol yang menggaet saya, saya nggak mau. Saya masih harus netral. Sebagai musisi obsesi saya ke depan, saya ingin lagu Banyuwangi bisa dikenal secara nasional lagi. Dan perlu dukungan pemerintah,” beber anak kedua pasangan pasutri, H Tusiana dan Hj Indriyati itu.

Untuk lagu terbaru tetap lagu-lagu Banyuwangi. Setelah menciptakan lagu kelangan yang begitu hit, kini ada lagu-lagi baru, yakni Ulas Rasia dan Sawangen.  Sedangkan di luar Banyuwangi, Wandra akan tampil di salah satu TV nasional, yakni di Pekalongan.

“Insya allah nanti malam, 29 April saya tampil di Pekalongan dan diundang salah satu stasiun televisi nasional. Harapan saya ada perhatian dari pemerintah  Banyuwangi selalu mensuport seperti tiga bulan atau empat bulan sekali ada pertemuan, kita sharing. Mungkin ada pernghargaan, in lagu tervavorit bulan ini, jadi ada motivasi dalam berkarya, tidak hanya bisnis,” papar artis yang juga mahasiswa Untag Banyuwngi jurusan ekonomi managemen itu.

Menurutnya, pastikan seorang seniman tujuannya memang bisnis. Selama ini masih belum ada. Padahal lewat lagu kita sudah bisa mengembangkan. Sudah berapa banyak fans dari luar kota, tapi penghargaan pemerintah Banyuwangi terhadap seniman Banyuwangi sendiri masih kurang. Sementara pemerintah Jember menjadikan saya sebagai motivasi bagi remaja Jember dan Lumajang. (ari)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...