Archipelago

Sebagian pemain Wiro Sableng 212 yang akan tayang Agustus 2018 saat Meet and Greet di panggung Pekan Raya Jakarta, Sabtu.

Jakarta (KoranTransparansi.com) - Aktor Vino G Bastian menyebut film Wiro Sableng yang akan tayang pada Agustus 2018 akan berbeda dengan film yang pernah tayang sebelumnya.

“Wiro Sableng ini beda banget sama yang pernah dibuat sebelumnya. Beda tim, kualitas yang beda pula, pokoknya lebih kekinian dan keren,” kata pemeran utama Wiro Sableng ini saat Meet and Greet dengan penggemar di panggung Pekan Raya Jakarta, Sabtu.

Menurut Vino, film yang juga melibatkan istrinya Marsha Timothy, Sherina Munaf, Andi /rif, dan Yayan Ruhian, ini akan mirip dengan cerita yang ada di buku aslinya.

“Kalau teman-teman baca bukunya, itu enggak akan beda jauh sama di buku. Kalau yang sebelumnya kan dari sudut pandang lain, nah kalau ini mirip sama di buku,” lanjut Vino.

Hal senada disampaikan Produser Film, Sheila alias Lala Timothy, karena film yang melegenda tersebut akan disesuaikan dengan situasi saat ini

“Memang kita buat kekinian, meskipun semua tokohnya ya berasal dari buku yang dibuat tahun 1960-an itu. Tujuannya agar anak-anak zaman sekarang juga bisa menikmati film yang kita ambil dari buku ini,” ungkap Lala.

Lala berharap, film yang diproduserinya tersebut dapat diterima dengan baik oleh masyarakat Indonesia, mengingat euforianya semakin meningkat sejak awal diperkenalkan.

“Ya makin lama makin meningkat antusiasmenya. Semoga terus meningkat sampai filmnya tayang nanti,” tukas Lala.(kh)

 Dokumentasi Sejumlah kendaraan pemudik dari arah Jakarta dan sekitarnya terjebak macet hingga 5-6 jam di jalan arteri Karawang, Jawa Barat, menuju jalur Pantura, Jumat

Karawang (KoranTransparansi.com) - Para pemudik yang menggunakan sepeda motor mulai ramai di jalan Arteri Karawang-Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, memasuki H-6 Lebaran atau Sabtu dini hari.

"Sejak Jumat (8/6) malam hingga Sabtu dini hari arus lalu lintas di jalan arteri Karawang sudah mulai ramai," kata Kapolres setempat AKBP Slamet Waloya di Karawang, Sabtu.

Iring-iringan pemudik bersepeda motor dari arah Jakarta dan sekitarnya sudah terlihat sejak di wilayah Tanjungpura atau titik perbatasan Karawang-Bekasi.

Pihak kepolisian dari Polres Karawang sempat menutup jalan menuju perkotaan Karawang, dan mengarahkan kendaraan melintasi jalan Lingkar Luar By Pass Karawang.

Kapolres mengatakan, pengalihan arus lalu lintas yang dilakukan di pertigaan Tanjungpura itu dilakukan agar tidak terjadi kemacetan di jalan wilayah perkotaan.

"Mulai Jumat (8/6) malam, volume kendaraan mulai meningkat. Kami bersama relawan mitra kepolisian mulai sibuk mengatur arus lalu lintas," kata dia.

Sementara itu, pada musim mudik lebaran tahun ini, Polres Karawang membangun 34 pos pengamanan di sepanjang jalur mudik wilayah Karawang.

"Personel kepolisian yang diturunkan sebanyak 2.101 personel. Mereka akan ditempatkan di pos-pos pengamanan serta posko lainnya," kata Kapolres Karawang AKBP Slamet Waloya, di Karawang, Kamis.

Ia mengatakan, personel tersebut baru dari unsur kepolisian. Pada pelaksanaannya, pihak kepolisian akan dibantu jajaran TNI, Dinas Perhubungan Karawang, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) serta Dinas Kesehatan Karawang.

Selain membangun 34 pos pengamanan, selama musim mudik Lebaran tahun ini, Polres Karawang juga akan membangun dua pos pelayanan dan dua pos terpadu.(kh)

STERI-BOTTLE, Botol Susu Sekali Pakai Pertama Di Indonesia

Jakarta (KoranTransparansi.com) - Mencuci dan mensterilkan botol susu bayi saat berada di rumah memang mudah. Namun hal tersebut berubah menjadi kendala ketika kita harus beraktifitas di luar rumah dengan membawa si kecil. Entah itu untuk urusan berlibur, mudik, atau bahkan sekedar berjalan-jalan di mall.

Pasalnya, mau tidak mau orangtua harus membawa lebih banyak botol ekstra  untuk menyusui si kecil selama perjalanan.

Belum lagi harus menenteng mesin sterilizer untuk mensterilkannya kembali setelah digunakan. Alhasil, barang bawaan pun menumpuk sehingga terasa kurang praktis sekaligus merepotkan. 

Tapi kini dengan semakin majunya teknologi, kerepotan tersebut akan segera teratasi dengan hadirnya Steri-Bottle, botol susu sekali pakai pertama di Indonesia.

Alat ini diproduksi secara apsetik di Eropa, Steri-Bottle dapat langsung digunakan tanpa perlu proses sterilisasi lagi. Usai digunakan, Strei Bottle juga dapat langsung dibuang tanpa perlu merasa cemas merusak lingkungan, karena 100% bahannya bisa di daur ulang.

Cindy Tianadi, selaku distributor Streri-Bottle di Indonesia megatakan : “Di Eropa, terutama di Inggris, Steri Bottle memang sudah sangat terkenal dan biasa digunakan oleh ibu-ibu disana.

Tidak hanya untuk travelling, tapi juga untuk menyusui sehari-hari di rumah.Sebab  dengan menggunakan STERI-BOTTLE, ibu-ibu jadi bisa punya banyak waktu lebih, bahkan untuk me time. Karena tahu sendiri kan, di Inggris, setiap keluarga biasanya tidak mempunyai asisten rumah tangga atau suster, sehingga bagi mereka waktu dan kepraktisan sangat berharga.”

Lebih lanjut Cindy juga menjelaskan bahwa karena diproduksi di Eropa, maka standard kualitas, keamanan dan kenyamanan STERI-BOTTLE juga dipastikan mengikuti standard Eropa yang terkenal sangat ketat.

Tak heran jika untuk bahan plastiknya pun STERI-BOTTLE menggunakan yang BPA Free. Sementara untuk desainnya, STERI-BOTTLE sengaja dibuat kuat dan kokoh sehingga dijamin tidak akan bocor saat mengalami tekanan.  

STERI-BOTTLE juga sengaja dibuat dengan botol leher yang lebar agar memudahkannya untuk di isi. Ukuran botolnya 250 ml dengan dot yang sifatnya universal alias nyaman digunakan oleh bayi usia berapapun. Botol susu sekali pakai ini juga bisa disimpan dalam keadaan beku dan sangat aman dipanaskan di microwave.

Baik botol maupun dot dan tutupnya, terbungkus dalam plastik yang tersegel sehingga sudah pasti steril dan bisa langsung digunakan. Sangat praktis dan cocok digunakan oleh orangtua yang tetap ingin memberikan yang terbaik untuk buah hatinya meski dalam kondisi sibuk sekalipun,” papar Cindy lagi.  

Mengamini hal tersebut, Jovanzka, ibu dari selebgram cilik, Annabelle Josephine Santoso mengatakan bahwa dirinya sangat senang dan merasa terbantu dengan hadirnya STERI-BOTTLE di Indonesia. Sebab dengan menggunakan STERI-BOTTLE, ia jadi tak perlu selalu repot mencuci dan mensterilkan botol susu. Alhasil, ia pun dapat memberikan perhatian lebih sekaligus yang terbaik untuk buah hatinya.

“Belum lama ini kan Annabell punya adik, otomatis saya semakin sibuk. Nah, kesibukan itu kalau tidak segera diatasi bukan tidak mungkin akan membuat saya tertekan. Untunglah sekarang ada STERI-BOTTLE.

Dengan sesekali menggunakan STERI-BOTTLE, saya tidak perlu repot-repot lagi mencuci dan mensterilkan botol susu. Itu artinya saya juga jadi masih punya waktu untuk melakukan me time. Patut di catat ya, menurut para ahli, me time untuk ibu dengan 2 anak balita seperti saya itu perlu lho.

Dengan me time 30 menit saja, pikiran dan fisik saya jadi lebih sehat dan bugar sehingga bisa memberikan yang lebih baik lagi untuk Annabell dan adiknya, Emma. Jadi buat saya pribadi, hadirnya STERI-BOTTLE ini memang sangat membantu sekali, tidak hanya untuk travelling tapi juga untuk menciptakan me time,” kata Jovanzka yang sengaja hadir di peluncuran resmi STERI-BOTTLE pada 2 Juni 2018 ini.  (adv)

 

 

 

 

 

Calon bupati petahana Pilkada Tegal Enthus Susmono meninggal dunia

 

Slawi (KoranTransparansi.com) - Calon petahana dalam pilkada Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Ki Enthus Susmono, meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soeselo, Slawi, Senin sekitar pukul 19.10 WIB.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab meninggalnya calon Bupati Slawi Ki Enthus Susmono belum diketahui pers. Kendati demikian diduga Ki Enthus Susmono meninggal karena mengidap gula darah.

Kepala Sub Bagian Pemberitaan dan Dokumentasi Kabupaten Tegal, Hari Nugroho mengatakan bahwa Bupati Tegal Ki Enthus yang sedang menjalani masa cuti untuk mengikuti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 itu meninggal pada usia 52 tahun.

"Benar (meninggal dunia, red.) di Rumah Sakit Soeselo Slawi. Semoga khusnul khotimah," katanya.

Jenazh Ki Enthus Susmono dipulangkan ke rumah duka Jalan Projo Sumarto 2 Nomor 11, Bengle, Kecamatan Talang dari RSUD Soeselo pada Senin sekitar pukul 20.30 WIB.

Rencananya, jenazah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelurahan Dampyak, Kecamatan Kramat, Selasa (15/5).

Pria yang dikenal sebagai dalang kondang itu sebelum mengembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Soeselo, Slawi dalam perjalanan untuk menghadiri pengajian di Desa Argatawang, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal pada Senin sore.

"Saat di perjalanan, beliau tak sadarkan diri. Kemungkinan capek dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Soeselo Slawi Kabupaten Tegal tetapi jiwanya tidak tertolong lagi," katanya.

Wakil Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Tegal Fatkhuri Nurzein mengatakan saat itu Ki Enthus Susmono setelah mengisi acara imtihan di Desa Sumbarang Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal.

Setelah selesai dan istirahat sebentar, kata dia, masih di sekitar lokasi tetapi kemudian Ki Enthus muntah-muntah dan sempat dibawa ke Puskemas setempat untuk pertolongan pertama, kemudian langsung dibawa ke RS Soeselo Slawi.

"Baru sebentar di RS, jiwanya tidak tertolong dan meninggal dunia di rumah sakit," katanya. (ant/guh)

Ditemani Angin dan Ombak, Jazz Pantai Banyuwangi Satukan Lintas Generasi

BANYUWANGI (KoranTransparansi.com) - Jaz Pantai Banyuwangi sukses memberikan pengalaman bermusik  yang membahagiakan bagi para penontonnya. Pergelaran musik jazz yang berlangsung di tepi Pantai Boom Banyuwangi, Sabtu (12/5) malam, ini menampilkan Kla Project, Yura Yunita, dan Jaz Hayat.

Jazz Pantai Banyuwangi kali ini menghadirkan line up lintas generasi. Jaz Hayat dan Yura Yunita yang merupakan penyanyi generasi milenial tampil sepanggung dengan Kla Project yang telah 30 tahun mewarnai pentas musik Indonesia. Masing-masing memberikan nuansa yang berbeda, namun dengan totalitas yang sama.

Ditambah tata panggung yang megah membuat penonton puas mendapatkan pertunjukan yang berkualitas. “Situasi pantai dengan angin kencang dan suara deburan ombak membuat kita mendapatkan pengalaman menikmati musik dalam suasana yang unik,” ujar Yura Yunita.

Ajang itu dawali penampilan penyanyi muda pendatang baru Jaz Hayat atau yang lebih populer dengan panggilanJaz. Suasana festival dibuat hangat saat penyanyi asal Brunei Darussalam itu membawakan single hitnya yang bernuansa melankolis seperti Teman Bahagia, Kasmaran, dan Matamu. Jaz juga membawakan medley lagu lagu melow milik penyanyi populer seperti Chrisye, Marchel Shiahaan, dan Raisha.

“Ini pertama kalinya saya ke Banyuwangi  dan jadi momen yang sangat memorable. Sebuah kehormatan bisa tampil di panggung ini,” kata Jaz.

Jazz Pantai ini semakin asyik saat Yura Yunita menghentak panggung dengan lagu-lagu jazz yang enerjik. Gayanya yang atraktif membuat penonton asyik larut dalam setiap setiap lagu yang dinyanyikannya. 

Harus Bahagia, Cinta dan Rahasia, Intuisi, juga satu lagu berbahasa Sunda berjudul Kataji meluncur merdu dari Yura dengan kualitas vokalnya yang jernih dan aransemen musik yang memikat.

Kla Project menjadi band yang paling ditunggu-tunggu oleh penonton generasi muda tahun 70-90 an malam itu. Kla mengajak penonton bernostalgia dengan lagu-lagu andalannya yang banyak berisi lirik puitis.

“Di ulang tahun ke-30, Kla akhirnya tampil di Banyuwangi. Banyuwangi adalah daerah yang luar biasa. Semoga Banyuwangi berjaya dan menjadi contoh untuk semua daerah di Indonesia,“ ujar Katon di sela nyanyiannya.

Kla membawakan 11 lagu hits yang dimulai dengan lagu berjudul Hey, Menjemput Impian, Terpuruk, Tak Bisa ke Lain Hati, Yogyakarta. Dan lagu Tentang Kita yang merupakan single pertama yang dirilis Kla, menjadi pamungkas di festival musik yang digelar kali ketujuh.

"Saya sengaja datang ke Banyuwangi untuk nonton Kla Project. Ingin tahu bagaimana ajang musik digelar tepat di bibir pantai. Terhibur sekali," ujar Wimar, penonton asal Jakarta. 

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, Jazz Pantai Banyuwangi dihadirkan untuk memberikan warna pada agenda Banyuwangi Festival yang berisi 77 atraksi wisata sepanjang 2018.

“Kami sadar harus membuat sesuatu yang beda di tengah ketatnya persaingan di industri pariwisata. Semua daerah sekarang berlomba menggelar festival. Banyuwangi, sebagai daerah yang termasuk paling awal mengemas wisata dalam balutan festival, harus pandai-pandai mengatur strategi pembeda dengan daerah lain. Jazz Pantai ini menjadi salah satu pembeda yang tidak bisa ditemui di daerah lain,” papar Anas.(ifr)

JFME Dimeriahkan 40 Stand Produk Perikanan

SURABAYA (KoranTransparansi.com) -  Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Jatim, Heru Tjahjono mengatakan, event JFME yang berlangsung di Parkir Timur Plaza Surabaya sedikitnya melibatkan diikuti 40 stand pameran dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kab/Kota se-Jatim dan para pelaku usaha perikanan, seperti  produk perikanan dan budidaya ikan hias dan aquascape.

“Event ini merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 4-6 Mei 2018,” ujarnya.

Kegiatan  juga dimeriahkan oleh berbagai kegiatan, seperti lomba kreasi masakan berbahan baku ikan nila, demo masak oleh master cheft, band performance Orange Band dan Famequistik, sosialisai perijinan usaha, pengolahan dan pemasaran, bimtek pengembangan produk bernilai tambah.

Lomba kreasi masakan berbahan baku ikan nila,  diikuti oleh pelajar tingkat SMA dan mahasiswa di seluruh Jatim, dengan pemenang diberikan trophy dan uang pembinaan. Rinciannya, juara I mendapat Rp. 6 Juta,- Juara II menerima Rp. 5 Juta, Juara III menerima Rp. 4 Juta, Juara Harapan I menerima Rp. 3 Juta,- dan Juara Harapan II Rp. 2,5 Juta.

“Tujuan diselenggarakannya acara ini adalah untuk mempromosikan produk-produk perikanan dan kelautan sekaligus membukan akses pasar secara lebih luas kepada para pelaku usaha yang bergerak di bidang Kelautan dan Perikanan” jelasnya. 

Melalui acara ini, lanjut Heru, diharapkan masyarakat lebih paham ragam produk perikanan sehingga dapat lebih menerima ikan sebagai komoditas pangan yang sehat dan bernilai tambah. Event ini juga sebagai wujud kreativitas masyarakat Jatim dalam rangka meningkatkan konsumsi ikan dan diversifikasi produk olahan berbahan baku ikan. 

Hadir dalam kesempatan ini, Ketua DPRD Prov. Jatim, Ketua dan Anggota Komis B DPRD Prov Jatim, Ketua Komisi C DPRD Prov Jatim, Komaritim Kawasan Timur AL, Dirut POLAIRUD, dan Ketua Forikan Kab/ Kota se Jatim (den)

 

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...