Lifestyle

 Teuku Zacky (paling kanan) dan tim Aerotravel dalam rapat koordinasi dengan panitia dan Kowani di Yogyakarta, Selasa (11/9/2018) soal persiapan akhir pelaksanaan Sidang Umum ke-35 ICW dan Temu Nasional Seribu Organisasi Perempuan Indonesia, 11-20 Septeber 2018.

Yogyakarta (KoranTransparansi.com) - Banyak orang sudah tahu aktor Teuku Zacky telah lebih dari lima tahun terakhir bergelut dengan bisnis penyelenggara acara alias "event organizer" (EO).

Namun belum banyak yang tahu bahwa pria berdarah Aceh kelahiran Bandung 23 Januari 1983 ini kini sedang bergabung bersama Aerotravel, anak perusahaan PT Garuda Indonesia, selaku MICE (Meeting, Incentive, Convention and Exhibition) organizer.         

Aktor film "Obama Anak Menteng" (2010) ini sedang menggarap Sidang Umum ke-35 ICW (International Council of Women), organisasi perempuan dunia di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan Temu Nasional Seribu Organisasi Perempuan Indonesia, di Hotel Grand Inna Malioboro, Yogyakarta, yang seluruh rangkaian acaranya berlangsung 11 hingga 20 September 2018.

Suami Ilmira Usmanova dan ayah dua anak ini menjelaskan berbagai kesiapan akhirnya saat rapat koordinasi bersama panitia dan Kowani (Kongres Wanita Indonesia).

Ia menjelaskan soal pembuatan tanda pengenal bagi delegasi dan peserta yang berjumlah sekitar seribuan perempuan luar negeri dan dari berbagai daerah, termasuk tamu undangan lainnya, soal pengaturan tempat duduk, konsumsi, dan sebagainya.

"Persiapannya harus matang," kata pria setinggi 187 centimeter dan berbrewok dan berkumis, saat menjelaskan acara yang dijadwalkan akan menghadirkan Presiden Joko Widodo pada upacara pembukaan yang akan berlangsung pada Kamis (14/9).

Teuku Zacky saat menjelaskan persiapan akhir pelaksanaan Sidang Umum ke-35 ICW dan Temu Nasional Seribu Organisasi Perempuan Indonesia, dalam rapat koordinasi dengan panitia pelaksana dan Kowani.(kh)

 Temanten diapit kedua ortunya Teguh Lulus Racxhmadi-Endang Kusumawati (kiri) dan  Alex I Gusti Putu Subawa- Claudia Ni Ketut Sekarini.

SURABAYA (KoranTransparansi.com)  – Wakil ketua bidang kesejahteraan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur Teguh Lulus Rachmadi-Endang Kusumawati menggelar resepsi pernikahan putra bungsu (dua bersaudara) Alvin Havianto (Alvin) di Islamic Center Jalan Dukuh Kupang Surabaya, Selasa
(4/9/2018) malam.

Alvin, panggilan akrap Alvin Havianto mempersunting kekasihnya Lidwina Ni Gusti AP Novianty (Wina) , putri dari pasangan Alex I Gusti Putu Subawa- Claudia Ni Ketut Sekarini.

Resepsi yang dimulai tepat pukul 19.00 tersebut berlangsung sangat meriah dengan iringen musik elektone dan MC Samsi. Hadir pula Kepala Biro Humas & Protokol Pemprov Jawa Timur Aries Agung Paewi lengkap dengan Kabag dan Kasubagnya, Kepala Dinas Pemuda & Olahraga Pemprov Jatim Supratomo, Sudjono, mantan Kepala Dinas Perpustakaan & Kearsipan. Dan beberapa pejabat dilingkungan Pemprov  Jawa Timur.

Selain itu juga sahabat sahabat PWI Hadiaman Santoso, Arifin BH, Ketua Stikosa-AWS DR Ismoyo Herdono, Pimpred Harian Bhirawa Nawang Esti, Sekretaris PWI Jatim Eko Pamudji, Amak Syarifudin, Dosen senior Stikosa AWS  Zainal Arifin dan puluhan wartawan lainnya.

Sedangkan penerima tamu Teguh LR sengaja menempatankan sahabat sahabatnya wartawan Pokja yang biasa ngepos di lingkungan PemprovJatim yang dikoordinasi Fiqih Arvani dan beberapa keluarga mempelai.

Selamat bahagia Mas Alvin-Mbak Wina .. (fir)

Gabrielle Saat Memberikan Workshop Jazz di SMAN I Giri

BANYUWANGI (KoranTransparansi.com) – Serangkaian event jazz yang digelar Banyuwangi mengispirasi Gabrielle Stravelli, musisi jazz Amerika Serikat datang ke Banyuwangi.

Jazz ambassador Amerika ini akan menggelar konser di Hotel El Royale Banyuwangi, pada Jumat malam (13/7).

Gabrielle mengatakan dirinya yang datang bersama suaminya yang juga musisi jazz, Pat O’leary ini untuk

"berbagi budaya" musik jazz di Indonesia. Bagi dia, jazz itu musik yang santai, musik yang bisa menciptakan interaksi yang intim dengan audiensnya.

"Apa yang disampaikan musik dan sampai kepada audiens, itulah jazz. Kita hilangkan stigma, bahwa jazz itu rumit dan mahal,” kata Gabrielle saat memberikan workshop jazz di SMAN I Giri, Banyuwangi kemarin.

Sehari sebelum konser, Gabrielle menggelar workshop musik jazz yang diikuti puluhan pecinta jazz Banyuwangi, kemarin Kamis (12/7). Mereka yang terdiri dari pelajar,  guru seni dan pemain musik sangat antusias mengikuti materi demi materi yang disampaikan pasangan suami istri itu.

Berbagai teknik dalam musik jazz disampaikan. Gabrielle juga mengajarkan cara bernyanyi ala jazz.  Diiringi alat musik piano dan elektrik kontra bass, dia mengajak para pecinta jazz mengikuti alunan suaranya. "Hep hep pap pap, once more..Hep hep pap pap," ajak Gabrielle yang lalu diikuti peserta.

Para peserta pun terlihat asyik mengikuti nada demi nada yang disuarakan Gabrielle. Tidak hanya cara menyanyi, mereka juga mengajarkan cara bermusik bahkan sejarah jazz.

"Musik jazz memang merupakan genre yang membutuhkan skill khusus untuk memainkannya. Terutama kemampuan improvisasi yang lebih ketimbang musik lain. Jadi memang harus dipelajari," jelasnya.

Dia lalu menjelaskan mengapa dalam rangkaiannya ke Banyuwangi juga menggelar workshop.

"Di Indonesia, di Banyuwangi juga mungkin, tak mudah untuk menemukan guru jazz sebagaimana di tempat kami di New York. Karena itu kehadiran kami di sini sekaligus untuk berbagi ilmu kepada musisi dan pecinta jazz di Indonesia,” kata Ambasador Jazz Amerika.

Gabrielle juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada Banyuwangi yang konsisten menggelar musik jazz.

“Banyuwangi tak hanya indah, tapi masyarakatnya sangat familiar dengan musik jazz. Saya juga pernah dengan ada student jazz di sini. Ini bagus menurut saya,” paparnya..

Dalam konser nanti, Gabrielle juga akan membawakan lagu khas Using dengan aransemen Jazz. “Saya akan bikin surprise, ada lagu BAnywuangi yang akan kami tampilkan nanti malam. Jazz itu open-minded, jadi kami tak salah akan membawakan lagu daerah Banyuwangi," bebernya.

Selama di Indonesia, mereka akan menggelar konser hanya di tiga kota di Indonesia. Selain di Banyuwangi, mereka hanya manggung di Jakarta dan Surabaya. (ari)

Kim Kardashian merasa bisa memanfaatkan sosoknya sebagai figur publik untuk terjun ke dunia politik. (AFP PHOTO / ANGELA WEISS)

Jakarta (KoranTransparansi.com) - Bukan hanya Kanye West yang ingin terjun ke dunia politik dengan mengklaim diri sebagai calon Presiden Amerika Serikat 2020 mendatang. Istrinya, Kim Kardashian juga punya peluang masuk ke dunia yang sama, bahkan berkantor di Gedung Putih.

Itu disampaikan Kim saat diwawancara Van Jones dalam acara CNN, The Van Jones Show.

"Tidak pernah berkata tidak," katanya, menjawab pertanyaan kemungkinan sang ibu tiga anak untuk maju ke dunia politik. Setelah berhasil meminta Presiden Donald Trump untuk membebaskan Alice Marie Johnson dari hukuman seumur hidupnya sebagai tersangka pengedar obat-obatan tanpa kekerasan, Kim merasa ia punya kekuatan untuk masuk ke politik.

"Saya sejujurnya melihat bahwa jika saya bisa menggunakan platform saja untuk melakukan sesuatu untuk seseorang, yang mana itu membuka lebih banyak perbincangan dan bagi orang lain jadi ingin melakukan hal yang sama," ujar Kim menguraikan maksudnya.

Ia membayangkan, jika setiap orang bisa mengesampingkan perasaan personal mereka dan bicara tentang hal yang lebih penting, akan ada banyak hal yang bisa terselesaikan.

"Tak peduli siapa yang Anda ajak bicara, tak peduli apa pun partai politiknya, orang merasa yang benar adalah benar dan itulah yang saya suka dari hal ini," tuturnya.

Kim sendiri seperti 'kecanduan' membantu orang setelah uluran tangannya untuk Alice Johnson berhasil. Apalagi itu mengindikasikan bahwa Kim didengar oleh Trump. Posisinya sebagai figur publik pun cukup menguntungkan jika ia maju ke dunia politik.

Mengutip Fox News, setelah kasus Johnson baru-baru ini Kim menelepon Gubernur Jerry Brown untuk melihat kembali kasus Kevin Cooper. Nama itu terlibat dalam empat kasus pembunuhan di California pada 1983. Ia divonis hukuman mati dan kini di Penjara San Quentin State.

"Gubernur Brown, bisakah Anda tolong mengecek DNA Kevin Cooper?" Kim berkicau. (cnn/jon)

Ditemani Angin dan Ombak, Jazz Pantai Banyuwangi Satukan Lintas Generasi

BANYUWANGI (KoranTransparansi.com) - Jaz Pantai Banyuwangi sukses memberikan pengalaman bermusik  yang membahagiakan bagi para penontonnya. Pergelaran musik jazz yang berlangsung di tepi Pantai Boom Banyuwangi, Sabtu (12/5) malam, ini menampilkan Kla Project, Yura Yunita, dan Jaz Hayat.

Jazz Pantai Banyuwangi kali ini menghadirkan line up lintas generasi. Jaz Hayat dan Yura Yunita yang merupakan penyanyi generasi milenial tampil sepanggung dengan Kla Project yang telah 30 tahun mewarnai pentas musik Indonesia. Masing-masing memberikan nuansa yang berbeda, namun dengan totalitas yang sama.

Ditambah tata panggung yang megah membuat penonton puas mendapatkan pertunjukan yang berkualitas. “Situasi pantai dengan angin kencang dan suara deburan ombak membuat kita mendapatkan pengalaman menikmati musik dalam suasana yang unik,” ujar Yura Yunita.

Ajang itu dawali penampilan penyanyi muda pendatang baru Jaz Hayat atau yang lebih populer dengan panggilanJaz. Suasana festival dibuat hangat saat penyanyi asal Brunei Darussalam itu membawakan single hitnya yang bernuansa melankolis seperti Teman Bahagia, Kasmaran, dan Matamu. Jaz juga membawakan medley lagu lagu melow milik penyanyi populer seperti Chrisye, Marchel Shiahaan, dan Raisha.

“Ini pertama kalinya saya ke Banyuwangi  dan jadi momen yang sangat memorable. Sebuah kehormatan bisa tampil di panggung ini,” kata Jaz.

Jazz Pantai ini semakin asyik saat Yura Yunita menghentak panggung dengan lagu-lagu jazz yang enerjik. Gayanya yang atraktif membuat penonton asyik larut dalam setiap setiap lagu yang dinyanyikannya. 

Harus Bahagia, Cinta dan Rahasia, Intuisi, juga satu lagu berbahasa Sunda berjudul Kataji meluncur merdu dari Yura dengan kualitas vokalnya yang jernih dan aransemen musik yang memikat.

Kla Project menjadi band yang paling ditunggu-tunggu oleh penonton generasi muda tahun 70-90 an malam itu. Kla mengajak penonton bernostalgia dengan lagu-lagu andalannya yang banyak berisi lirik puitis.

“Di ulang tahun ke-30, Kla akhirnya tampil di Banyuwangi. Banyuwangi adalah daerah yang luar biasa. Semoga Banyuwangi berjaya dan menjadi contoh untuk semua daerah di Indonesia,“ ujar Katon di sela nyanyiannya.

Kla membawakan 11 lagu hits yang dimulai dengan lagu berjudul Hey, Menjemput Impian, Terpuruk, Tak Bisa ke Lain Hati, Yogyakarta. Dan lagu Tentang Kita yang merupakan single pertama yang dirilis Kla, menjadi pamungkas di festival musik yang digelar kali ketujuh.

"Saya sengaja datang ke Banyuwangi untuk nonton Kla Project. Ingin tahu bagaimana ajang musik digelar tepat di bibir pantai. Terhibur sekali," ujar Wimar, penonton asal Jakarta. 

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, Jazz Pantai Banyuwangi dihadirkan untuk memberikan warna pada agenda Banyuwangi Festival yang berisi 77 atraksi wisata sepanjang 2018.

“Kami sadar harus membuat sesuatu yang beda di tengah ketatnya persaingan di industri pariwisata. Semua daerah sekarang berlomba menggelar festival. Banyuwangi, sebagai daerah yang termasuk paling awal mengemas wisata dalam balutan festival, harus pandai-pandai mengatur strategi pembeda dengan daerah lain. Jazz Pantai ini menjadi salah satu pembeda yang tidak bisa ditemui di daerah lain,” papar Anas.(ifr)

Mouly Surya bersama Festival Director Eduard Waintrop, didampingi oleh Para pemain Marsha Timothy, Dea Panendra, Egi Fedly, Yoga Pratama di Festival Film Cannes 2017

Jakarta - Kepala Pusat Pengembangan Film Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Maman Wijaya mengatakan sejumlah film besutan anak bangsa diperhitungkan di luar negeri.

"Banyak sekarang film produksi kita, yang diperhitungkan di luar negeri. Contohnya Marlina The Murderer in Four Acts yang sudah diputar di 18 negara," ujar Maman di Jakarta, Rabu.

Bahkan, lanjut Maman, film Sekala Niskala atau The Seen and Unseen karya sutradara Kamila Andini yang berhasil memenangi penghargaan kategori Generation Kplus International Jury pada festival film internasional Berlinale 2018 di Berlin, Jerman, diputar lebih banyak negara lagi.

"Tentu saja, kami bangga dengan prestasi yang diraih sineas Indonesia. Artinya kualitas film Indonesia tidak kalah dengan luar negeri dan hal itu dibuktikan pada ajang internasional."

Berbagai upaya dilakukan Kemdikbud untuk membantu para sineas dalam meningkatkan kapasitasnya mulai dari bantuan dana untuk ke ajang festival internasional, kursus singkat hingga melanjutkan pendidikan.

Selain itu, Kemdikbud juga melakukan pembinaan pada generasi muda dengan memberikan pelatihan film. Pada tahun ini, lanjut Maman, pihaknya mengadakan pelatihan untuk pelajar yang terdiri dari tiga kategori yakni dasar, menengah dan lanjutan.

"Untuk pelatihan tahap dasar, pada tahun ini diikuti 180 pelajar dari seluruh Tanah Air. Mereka mendapatkan materi mengenai penyutradaraan, penata kamera dan animasi.

Maman berharap dengan pelatihan mengenai perfilman tersebut, para pelajar dapat menguasai kompetensi bidang yang ingin dikuasainya dan dapat menjadi bekal untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi.

Kemdikbud mencatat penonton film domestik pada 2015 berjumlah 16 juta orang. Namun pada 2017, meningkat menjadi 45 juta penonton.(kh)

  •  Start 
  •  1 
  •  End 
banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...