Archipelago

Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf di acara workshop seni tradisi

GRESIK (KT) - Seni tradisi harus dikemas dengan kondisi kekinian atau mengikuti situasi saat ini. Kemasan tersebut dibuat agar seni tradisi menjadi lebih menarik dan digemari masyarakat.

Ibu Nina Soekarwo selaku Ketua TP PKK Prov Jatim menyerahkan piagam penghargaan pada pemenang Lomba Perpustakaan Berprestasi di Hotel Harris Surabaya, Senin (15/5)

SURABAYA (KT) - Sebanyak 3.441 Desa/kelurahan di Jawa Timur telah memiliki Perpustakaan. Jumlah tersebut belum mencapai separuh dari jumlah desa/kelurahan yang tersebar di 38 kabupaten/kota.

Basuki Hadimuljono, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)

Jakarta (KT) - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dukung kawasan wisata di sejumlah daerah Indonesia melalui pembangunan infrastruktur air maupun akses jalan.

Pulau Morotai, Maluku Utara.

Jakarta (KT) - Menteri Pariwisata RI Arief Yahya mengatakan akan mengarahkan wisatawan asal Taiwan untuk berkunjung ke Pulau Morotai, Maluku Utara.

Usai melaksanakan umroh di Makkatul Mukaromah

Menapak Haromain, Menabur Keberkahan (1)

HASRAT untuk berziarah ke Haromaian (dua kota suci Mekah dan Madinah) semakin bergelora bagi umat muslim, terutama masyarakat Indonesia. Banyakpertimbangan, mengapa umat Islam yang merasa dirinya mampu segera melakukan ritual suci memenuhi panggilan Allah Subhanallahu- wata’ala sebagai Dloifullah (tamu Allah). Bisa jadi, karena masa menunggu alias waiting list untuk berhaji terlalu lama, yaitu kisaran 26 tahun bagi warga Jatim, pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan. Yang jelas, siapa pun yang pernah berziarah, menapak Haromain merasakansafar (bepergian) penuh dengan kenikmatan, selain fi sik, jiwa kita akan terbawa dalam kerinduan luar biasa. Baik bisa menghadap langsung ke baitullah saat shalat di masjidil Harom atau bersimbuh dalam kelembutan doa saat berada di Roudlo.
Subhanallah.

Untuk menggali keberkahan di Haromain, wartawan senior Koran Transparansi, H.S. Makin Rahmat, mendapat kepercayaan hampir setiap bulan mendampingi para dloifullah melaksanakan umroh bersama PT. Arofahmina, memenuhi panggilan Allah. Percik-percik kenikmatan di balik ujian dan pengalaman batin yang begitu dahsyat merupakan kado bagi setiap dloifullah.

Labbaik Allahumma Labbaik, Labbaiklaasarikalakalabbaik. Innalhamdamenikmatalakawalmuluk… Laasarikalak. (Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu tidak ada sekutu bagi-Mu. Aku datang memenuhi panggilan-Mu, sesungguhnya segala puji, kemuliaan, dan segenap kekuasaan adalah milik-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu).

SEBELUM perjalanan ritual keHaromain, setiap jamaah calon dolifullah selalu mempersiapkan segala bekal. Tentu saja, pengertian mampu bagi yang bepergian ke Makkatul Mukaromah dan Madinatul Munawarohbukanhanyafulus (uang), kesiapan fi sik, mental dan jiwa untuk menyatu dalam rangkaian ibadah mengagungkan asma Allah dan berziarah ke Baginda Rasulullah SAW menjadi begitu istimewa. Pilihan paket umroh adalah bagian dari ikhtiar agar bisa beribadah dengan nikmat dan maksimal. Sekali lagi, untuk lebih menanamkan kekuatan lahir-batin bagi jamaah adalah kesinambungan hidup untuk memburu ridlo Allah dan menjemput ajal dengan khusnul khotimah.

Dalam hadits riwayat Muslim menyebut: “Antara umroh ke umroh berikutnya menghapus doadiantarakeduanya.” Hadits lain, riwayat Bukhari-Muslim yang menyebut tentang keistimewaan mengunjungi tiga masjid, yaitumasjidil Harom, masjid Rasulullah (masjid Nabawi) dan masjidil Aqso. Atau hadits riwayat Ahamddan Thobrani, BagindaRasulullah SAW bersabda: bahwa shalat di masjidku (masjid Madinah An-Nabawi) lebih afdlol 1.000 kali dari shalat di masjid lain, kecuali masjidil Harom lebih afdlol 100.000 kali keistimewaannya.

Berjimbun dalil dan hujjah mengenai keberkahan orang melaksanakan umroh. Yang jelas, tidak semua orang mampu mempunyai kesempatan untuk bisa berziarah dan berumroh ke Haromain. Nikmat sehat dan kesempatan ikut menjadi penentu, bagaimana dloifullah lebih tawakkal dan pasrah saat menjalankan ibadah di tanah suci.

Pengalaman selama mendampingi para tamu Allah, saat manasik umroh merupakan pintu pembuka keseriusan dloifullah merajut diri sebagai persiapan batin. Bukan soal berapa kali sudah berumroh, sebab saat manasik umroh terjadi interaksi antarjamaah untuk saling mengenal. Inilah, proses bagian takdir dimulai. Allah telah memberikan pilihan awal adanya persahabatan satu keluarga besar dari latarbelakang berbeda. Tanpa sadar, ikatan ukhuwah telah terbentuk dalam rombongan tergabung dalam travel umroh atau haji.
Menyatuhkan Niat

Persyaratan normal yang harus dipenuhi jamaah, sebelum umroh adalah lunas pembayaran, mempunyai paspor dengan masaberlaku minimal 6 bulan, sudahmelaksanakan vaksin infl uenza dan menginitis, bekal selama perjalanan dan memahami kondisi cuaca di dua tanah suci. Hampir setiap rombongan selalu menanyakan, tempat untuk menukar uang (money changer), membawa suplemen, dan terbiasa minum teratur, terutama air zamzam, menyediakan jaket, kaos kaki dan seterusnya untuk menjaga kondisi fisik tetap prima.
Jarang sekali, jamaah mencari tahu mengapa dirinya dapat panggilan sebagai dloifullah. Mengapa demikian? Tugas kita bersama untuk menyamakan persepsi, menyatukan niat suci agar tidak salah dalam bertindak dan mewujudkan tujuan mulia. Masih sering ditemui, ada jamaah berangkat umroh karena penasaran dengan cerita dan kisah orang sepulang dari haji atau umroh. Ada pula, karena tuntutan gengsi sehingga perjalanan ritual ke tanah sucihanya dianggap formalitas di lingkungan masyarakat.

Maka, perlu ada pelurusan dari beragam niat bengkok sehingga para dloifullah tidak salah dalam melangkah. Bukankah, dalambacaan talbiyah sudah gambling, bahwa manusia hadir ke Haromain karena memenuhi panggilan Allah dan tidak mensekutukan. Artinya, hal paling mendasar adalah mendahulukan Allah SWT di atas segala-galanya. Bergesernya niat, bisa membawa implikasi yang kurang baik dalam beribadah.

Bila, jamaah memahami niat mulia tidak mensekutukan Allah, taat Allah dan Rasulullah serta berbakti kepada kedua orangtua sebagai pijakan menapak di Haromain, yakinlah tanpa sadar telah menabur keberkahan. Saat berdoa di tempat-tempat mustajabah (tempat yang mendapat keistimewaan) terkabulnya doa, maka bukan hanya sekadar mengetuk pintu langit dan memancarkan cahaya Ilahi, ada kepuasan batin untuk merengkuh ridlo-Nya.

Disertai bekal ilmu dan takwa, hampir dipastikan menghantarkan setiap dloifullah selalu rindu Baitullah di Makkatul Mukaromah dan rindu Rasulullah di Madinatul Munawaroh tidak pernah padam. Otomatis, saat kembali ke tanah air, ada keberkahan. Tandatanda yang perlu diperhatikan, kepedulian seorang hamba baik dalam keadaan lapang atau sempit untuk memberikan sebagian rejekinya. Mampu mengendalikan amarah dan menjadi pemaaf terhadap manusia.

Jujur, tanpa terasa ada tangisan kedamaian saat jamaah memanjatkan doa di Roudlo atau pancaran cahaya terus menyelusup ke relung hati, ketika raga masih diberi kesempatan bisa memandang Baitullah, thowaf, shalat di Maqom Ibrahim, di Khijir Ismail dan menumpahkan segala permohonan maaf atas gelimang doa seoranghamba yang dloif.

Allahummazidhadaalbaitatasyrifaanwata’dlimaan watakriimanwamahaabathaanwazidmansyarrofahu wa’adlomahuwakarromahumimanhajjahuawi’tamar ohutasyrifaanwata’dlimaanwatakrimaanwabirro. (Ya Allah, tambah kan kemuliaan, keagungan, kehormatan, dan wibawa pada bait (Kabah) ini. Dan tambahkan pada orang-orang yang memuliakan, mengagungkan, dan menghormati diantara mereka yang berhaji atau umroh dengan kemuliaan, keagungan, kehormatan dan kebaikan.

Begitu pula senandung doa dalam setiap putaran thowaf yang berlawanan dengan arah jam, bukan sekadar menaburkan kemulian, keagungan, kehormatan dan kebaikan, ada getaran hebat sehingga yang diluar nalar bisa berbalik seizin Sang Tuan Rumah, yaitu Allah Azzawajalla. Bagaimana, kisah jamaah hingga mendapat berbagai kenikmatan dan ujian dari kisah religi di Haromain, ikuti tulisan berikutnya. (*)

Gus Ipul, Wagub Jatim saat Movie Talkshow “Bid’ah Cinta yang mengangkat tema “Satu agama, beda perspektif. Memotret cara pandang beragama masyarakat melalui sebuah film” di Sport Centre Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA), Selasa (14/3).

SURABAYA (KT) - Wakil Gubernur Jawa Timur, Drs. H. Saifullah Yusuf memberi apresiasi kepada salah satu sinema karya anak bangsa, yakni film berjudul “Bid’ah Cinta”.

  •  Start 
  •  1 
  •  End 
banner