Propinsi

Published in Propinsi

Papua - 100 Miliar Pemprov Papua Barat untuk Pacu Pengembangkan Bandara Rendani

Sep 16, 2017 Publish by 
Bandara Rendani Manokwari, Provinsi Papua Barat .
Bandara Rendani Manokwari, Provinsi Papua Barat . KT/ istimewa

Manokwari (KT) - Pemerintah Provinsi Papua Barat mengalokasikan anggaran Rp100 miliar untuk memacu pengembangan Bandar Udara Rendani Manokwari.

"Kami alokasikan melalui APBD Papua Barat tahun 2017. Ini untuk mendukung program perpanjangan landasan pacu bandara," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Papua Barat Max L Sabarofex di Manokwari, Sabtu.

Dia merinci anggaran tersebut dibagi dalam tiga kegiatan, yakni Rp50 miliar untuk pekerjaan perpanjangan landasan pacu, Rp30 miliar pembuatan "box cover", dan Rp20 miliar untuk membantu Pemerintah Kabupaten Manokwari dalam pembebasan lahan.

Landasan pancu bandara tersebut, kata dia, akan diperpanjang sejauh 500 meter. Hal itu dilakukan agar bandara yang berada di ibu kota provinsi bisa didarati pesawat berbadan besar.

Saat ini, pemerintah daerah setempat sedang berupaya melakukan pendekatan dengan masyarakat untuk mempercepat proses pembebasan lahan.

"Perpanjangan ini dilakukan ke arah darat dan di situ ada rumah warga yang harus direlokasi. Makanya pemerintah harus melakukan pendekatan secara baik agar semua berjalan lancar," katanya.

Dia mengatakan pengembangan bandara untuk mendukung pembangunan daerah.

Dia mengharapkan masyarakat mendukung rencana itu dan rela hati serta bersedia untuk direlokasi.

"Ada saatnya pesawat yang saat ini masuk ke Manokwari sudah tidak diterbangkan lagi dan diganti dengan pesawat baru yang lebih besar. Untuk itu dari sekarang bandara harus disiapkan," ujarnya.

Dia mengutarakan pembangunan atau perluasan bandara tidak seperti pengerjaan jalan raya. Kajian lebih mendetail harus dilakukan untuk memastikan aspek keselamatan.

Max berharap, proses pembebasan lahan segera selesai sehingga perpanjangan landasan pacu bisa dilaksanakan secepatnya.(ant)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...